Padang Bukit Tinggi Attraction Yang Banyak Diminati Wisatawan

Padang Bukit Tinggi memiliki atraksi wisata sangat banyak sekali, dikarenakan disetiap daerah atau nagari di Sumatera Barat mempunyai kebiasaan masing-masing yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Baik itu kebiasaan sehari-hari berupa cara memasak, cara berpakaian, cara bekerja disawah dan masih banyak lagi.

Masyarakat Sumatera Barat mayoritas merupakan suku Minangkabau. Dimana disetiap daerah di Minangkabau memiliki keanekaragaman aktivitas. Minangkabau sendiri terdiri dari 3 Wilayah atau Lingkuang yaitu lingkuan Tanah Datar, Lingkuang 50 Koto, dan Lingkuang Agam. Lingkuan disini maksudnya adalah daerah atau lingkungan. Nah dari setiap lingkuang memiliki tradisi atau kebiasaan yang berbeda-beda pula. contohnya dilingkuang Tanah Datar, mereka memiliki kebiasaan yang berbeda dan memiliki atraksi yang lain dengan lingkuang 50 Koto dan Agam.

  1. Padang Bukit Tinggi Attraction “Pacu Jawi”

padang bukit tinggi attraction Pacu Jawi ini sudah dilaksanakan semenjak zaman dahulu kala. Dimana diadakan setelah musim panen oleh petana dan menjadi sarana hiburan tersendiri bagi masyarakat Minangkabau. Pacu Jawi atau dikenal di Madura dengan Karapan sapi, diselenggarakan setiap minggunya pada hari sabtu di Kabupaten Tanah Datar. Dimana terdiri dari 4 pertandingan dalam satu kali ronde dan digilir di setiap rondenya. Dimana dilaksanakan di 4 nagari yang terdapat di Kabupaten Tanah Datar yaitu Nagari Pariangan, Nagari V Kaum, Nagari Rambatan dan Nagari Sungai Tarab.

Pacu Jawi dilaksanakan disawah berlumpur dengan ketinggian air mencapai 30cm. Terkadang jika kemarau melanda penyelenggara pacu jawi harus memasukkan air semalaman untuk mengairi sawah yang luasnya hampir setengah Hektar.

Pacu Jawi tidak diperlombakan seperti pacuan kuda atau pacuan lainnya. Sepasang sapi dipautkan dengan menggunakan kayu pembajak sawah. Mereka berlari tanpa lawan dengan ditunggangi Joki yang berdiri diantara Kayu Pembajak. Uniknya disini sang Joki akan menggigit ekor sapi agar mereka berlali kencang. Semakin kuat gigitan semakin kencang lari sapinya.

Pemenang Pacu Jawi tidak ditentukan dengan pencapaian garis finish tetapi sapi yang larinya kencang dan lurus, itulah pemenangnya.

Bagi para penonton yang mau menyaksikan Pacu jawi sebaiknya berada di zona aman. Karena tidak jarang sapi lari keluar dari arena balap.

2. Padang Bukit Tinggi Attraction “Atraksi Pacu Itik”

padang bukit tinggi attraction pacu itikPacu itik terdapat di Kabupaten 50 Kota atau di Payakumbuh. Pacu itik juga diadakan di empat nagari yang ada di Payakumbuh yaitu nagari Aua Kuniang, nagari Aia Tabik, Nagari Sikabu Tanjung Haro, & Nagari Kamuyan. Penyelenggaraan pacu itiak juga sama dengan pacu jawi dimana diadakan dibeberapa tempat yang berbeda-beda diempat nagari tersebut setiap minggunya.

Setiap nagari memiliki beberapa arena atau gelanggang pacuan. Tujuan dari berpindah-pindah gelanggang ini adalah untuk mempererat silaturahmi masyarakat khususnya pemilik itik pacuan yang jumlahnya  hampir ratusan orang.

Pertandingan pacu itiak terdiri dari empat kategori jarak tempuh dan berbeda disetiap pertandingannya yaitu jarak 800m, 1.000m, 1.200m, sampai 1.600m.

Untuk nomor 800 m dan 1.000 m, itik yang diperlombakan dilempar keudara dan terbang lurus dengan ketinggian antara 10 meter – 20 meter diudara dan harus berhenti atau mendarat dibawah garis finish yang disebut dengan garis mati. Jika itik mendarat melampaui garis mati tersebut maka itik tersebut gugur.

Itulah beberapa atraksi wisata yang selalu dinanti-nantikan masyarakat setempat bahkan wisatawan domestik dan mancanegara, khususnya bagi pemburu photo atau photografer.

Share This: