MUSEUM KERETA API SAWAHLUNTO

Industri batu bara tertua Asia Tenggara ada di Indonesia. Pada tahun 1868 W.H De Greeve seorang geolog berkebangsaan Belanda menulis tentang penemuan batu bara berkualitas tinggi di Ombilin,

Sawahlunto, Sumatera Barat. Sejak saat itu Kota Sawahlunto berubah menjadi kota tambang batu barang yg multikural dengan kereta sebagai sarana pengangkutannya. Sistem distribusi batu bara dan kereta api merupakan yang tercanggih di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. 

 

Namun pada 2002 – 2003 tambang batu bara di ombilin banyak ditutup karena cadangan batubara yg mulai habis. KAI bekerjasama dengan pemkot Sawahlunto memanfaatkan aset Stasiun Sawahlunto menjadi museum kereta api untuk mempreservasi berbagai peninggalan sejarah perkeretaapian terutama sejak kereta api dan jalurnya mulai non aktif pada 2005.

 

Museum Sawahlunto adalah museum KA kedua yg diresmikan setelah museum KA ambarawa. Disini terdapat berbagai koleksi, seperti: Gerbong, Lokomotif Uap Mak Itam, jam dinding, prasarana kereta, foto – foto dan beberapa alat alat pertambangan.

 

Museum ini terletak 95 km dari kota padang. Harga tiket hanya Rp. 4.000,- per orang anda bisa melihat sejarah dan peran perkeretaapian dalam pertambangan batu bara di Sumatera Barat. Museum ini buka dari jam 08.00 – 17.00 di hari kerja dan jam 08.00 – 16.00 di akhir pekan.

 

Visit Museum Kereta Api Sawahlunto

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist Attraction services!