Serak Gulo adalah salah satu atraksi yang ada di Kota Padang. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur yang atas rezeki diberikan sepanjang tahun. Tradisi Serak Gulo ini berawal dari muslim keturunan India yang masuk ke Pesisir Barat tepatnya di Kota Padang pada 200 tahun yang lalu.

Selain untuk mewujudkan rasa syukur, Tradisi Serak Gulo juga untuk memperingati wafatnya ulama di Nagore, India, yaitu Shaul Hamid. Ali Khan Abu Bakar selaku Ketua Himpunan Keluarga Muhammadan mengatakan gula yang dibagi juga dibacakan doa, dzikir, dan shalawat.

Tradisi ini dilakukan oleh muslim keturunan India di beberapa wilayah dunia salah satunya di Singapura dan Nagapattinam.

Pada 16 Februari 2018 tradisi Serak Gulo ini di sambut meriah oleh masyarakat Kota Padang. Panitia menaburkan enam ton gula yang sudah di bungkus kain perca.

Pada tahun sebelumnya gula yang dibagikan hanya 4 ton. Gula yang dibagi dikumpulkan dari berbagai daerah Indonesia seperti Medan, Bengkulu, Jambi, dan riau.

Dinas Pariwisata Kota Padang Mendukung tradisi ini sebagai agenda pariwisata tahunan. Pemerintah Kota Padang memberikan bantuan finansial untuk penyelenggaraan Tradisi Serak Gulo semenjak tahun 2018. Pemkot juga memberikan bantuan tenaga kesehatan dan pengamanan untuk tradisi ini.

Visit Atraksi Serak Gulo

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist Atrtraction services!