Nasi Sek

Nasi Sek

Nasi Sek

Nasi sek merupakan Makanan khas kota Pariaman, Sumatera Barat. Menu Nasi sek ini di jamin enak dan memancing selera makan.  kepanjang nasi sek ialah Nasi Seribu Kenyang yang merupakan nasi putih yang dikepal lalu dibalut dengan danau pisang. Nasi sek di hidangkan lesehan makan dengan  menggunakan tangan yang dilengkapi beberapa lauk pauk, ikan goreng, sambal lado jengkol dan banyak lagi makanan khas pariaman dan ditemani dengan air kelapa muda yang begitu segarnya apalagi di tambahkan dengan perasaan jeruk nipis, Wiss Mantap Dah.

 

 

 

SATE LOKAN

SATE LOKAN

Sate Lokan

Lokan merupakan hewan laut sejenis kerang, namun ukurannya lebih besar dan dagingnya lebih tebal. Hidangan ini cukup mudah ditemui di daerah pesisir seperti Pasaman, Padang, Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Sate memang umumnya dibuat dengan bahan dasar potongan daging ayam, kambing, atau sapi. Namun Sate Lokan sedikit berbeda karena dibuat dari daging kerang. Hal ini membuat bentuknya terlihat unik, dengan potongan yang sedikit lebih besar. Satu tusuk sate ini biasanya terdiri dari tiga hingga empat lokan.

Sebagai salah satu kuliner khas Minang, sate ini menawarkan cita rasa berbeda dibanding makanan sejenis. Bumbunya kaya rempah, mirip seperti rendang. Semuanya dibalurkan merata ke setiap tusukan lokan sebelum dibakar, menghasilkan aroma yang begitu wangi dan menggoda.

Dari segi rasa, bumbu yang digunakan juga mirip rendang. Rasanya bakal menyatu dengan tekstur lokal yang cenderung kenyal. Hidangan ini biasanya disajikan bersama potongan ketupat dan taburan bawang goreng.

SOTO GARUDA

SOTO GARUDA

makanan padang

Padang memang bisa dibilang sebagai gudangnya kuliner. Ada nasi padang, sate padang, rendang dan lain sebagainya. Ada satu kuliner lainnya yang wajib dicoba saat berada di Padang, yakni Soto Garuda.

Soto Garuda termasuk ke dalam jajaran kuliner legendaris di Padang. Keberadaannya sendiri sudah ada sejak tahun 1976 lalu. Jika dihitung-hitung sampai sekarang, kuliner satu ini sudah berusia kurang lebih 42 tahun. Kini warungnya dikelola oleh Wilda Rahma yang memang pemilik dari Soto Garuda. Kuliner satu ini merupakan soto khas Padang dengan sajian dan isian yang nyentrik di dalamnya.

Berbeda dari soto betawi ataupun madura, soto padang memiliki kuah yang bening. Meskipun begitu, bukan berarti tak memiliki banyak bumbu di dalamnya. Citarasanya lebih pedas dengan rempah-rempah yang melimpah.

Penasaran dengan rasa nya, Ayo ke Padang dan rasakan langsung sensai nya

LANGKITANG

LANGKITANG

makanan unik khas padang

Langkitang, nama ini sudah tidak asing lagi di telinga orang- orang yang hidup di padang sumetera barat atau bagi mereka yang pernah berkunjung ke kota padang. Langkitang adalah salah satu makanan khas di minang,hewan bercangkang yang menyerupai keong ini sangat lezat disantap sebagai teman mengobrol di pinggir pantai di sore hari.

Sepintas melihat bentuknya yang masih menyerupai keong dan kerang yang masih dalam cangkangnya, mungkin Anda akan berfikir dua kali untuk membelinya apalagi memakannya. Tapi jika sudah merasakannya, bisa dipastikan anda akan susah berhenti karena sensasi manyucuik (sedot dengan mulut).Dijamin bakalan nambah,tambuaah ciek ni!

Langkitang tidak hanya menjadi makanan favorit, tapi juga menjadi matapencarian yang cukup menggiurkan jika ditekuni dengan serius. Harganya pun sangat ekonomis,untuk satu porsi bisa kita dapatkan hanya dengan Rp.5ribu saja. Selain enak, ternyata banyak khasiat yang tekandung dari makanan ini.

Jadi,bagi yang belum pernah mencoba mungkin ini bisa menjadi kuliner yang patut dicoba.Silahkan datang ke pantai padang,di sepanjang pantai akan anda temukan penjual langkitang.

Kalamai Gegek

Kalamai Gegek

Jajanan khas Padang

Kalamai gegek adalah makanan khas Minang Kabau yang menjadi primadona orang kala itu, Kalamai gegek ini agak mirip dengan ongol – ongol di luar Minang. tapi rasanya agak berbeda walaupun bentuknya sama hitam dan dikasih kelapa parut di atasnya.

Berbeda dengan kalamai lainnya yang biasanya terbuat dari tepung ketan dan gula merah, kalamai gegek ini malah terbuat dari tepung sagu .

Kenapa dinamakan kalamai gegek ? . karena setiap dipegang ia akan bergoyang – goyang seperti orang menggigil.” Gegek itu sama dengan menggigil.”

Goyangannya itu yang membuat kangen dan selalu ingin mencicipinya.

KAPATOMAN CAFE

KAPATOMAN CAFE

Tempat Wisata di Bukittinggi

Warga Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam kini punya alternatif baru untuk menikmati keindahan alam sambil menikmati secangkir kopi. Alternatif itu, disuguhkan Cafe Kapatoman, tempat nongkrong baru berbentuk kapal yang berada di Jorong Jambak, Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

Suasana dan pemandangan alam yang indah yang dapat dinikmati dari setiap sudut cafe, membuat cafe yang ramai dikunjungi oleh warga Agam dan Bukittinggi sejak beberapa waktu terakhir itu layak untuk dikunjungi.

Cafe Kapatoman dikelola oleh enam bersaudara yang merupakan satu keluarga. Dibangun dengan menggunakan bahan kayu.Ide pembuatan cafe, didasari keinginan untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dengan bentuk bangunan, keindahan alam, dan menu yang disuguhkan.

DENDENG BALADO

DENDENG BALADO

Salah satu masterpiece dari kuliner Minang adalah dendeng balado. Daging sapi yang telah dimasak dan diiris agak tipis ini adalah karya seni. Rasanya lezatnya begitu mendalam dan berpadu dengan sambal lado merah ataupun hijau. Apalagi ketika dibubuhi minyak kelapa, bahkan olive oil yang dibanggakan kuliner Barat juga lewat

Kehebatan kuliner Minang lainnya adalah sinergi antara satu masakan dengan yang lainnya. Kalau bicara kuliner negeri lain, biasanya restoran rata-rata menyajikan satu masakan utama saja. Meski ada menu lainnya, maka belum tentu cocok satu dengan yang lainnya. Sementara masakan Minang yang disajikan semuanya sekaligus, bakal selalu cocok satu sama lain. Contohnya rendang dengan telur dadar, ayam gulai dengan daun singkong, dan lain sebagainya. Tukar urutannya dan masih saja semuanya harmonis.

KOPI KAWA DAUN

KOPI KAWA DAUN

Aia kawa (bahasa Minangkabau: air kopi daun) atau kopi daun atau kawa daun adalah minuman dari daun kopi yang diseduh seperti teh yang berasal dari Sumatra Barat dan Kerinci. Daun kopi lokal pilihan awalnya dikeringkan dengan cara disangrai selama 12 jam. Saat akan diminum, daun kering ini dicampur dengan air dingin, lalu diseduh dengan air mendidih. Di daerah Kerinci, minuman ini dikenal dengan sebutan air kawo.

Kopi kawa atau masyarakat sekarang menyebutnya kopi daun merupakan kebudayaan lama masyarakat dalam hal berkebun dan hal ini seiring dengan kebudayaan orang meminum teh. Jadi sebelum VOC masuk kebudayaan meminum daun kopi sudah ada, justru kehadiran VOC adalah mengajarkan masyarakat bahwa kopi memanfaatkan bijinya bukan daunnya. Ada kekeliruan publik yang mengaitkannya daun kawa atau aia kawa dengan adanya tanam paksa dalam kekuasaan kolonial Belanda. Penduduk di Sumatra Barat dilarang menikmati biji kopi untuk diri sendiri meskipun dipaksa untuk menanamnya demi kepentingan perdagangan. Peraturan ini diakali dengan menggunakan dedaunan kopi yang dipercaya masih mengandung kafeina.

Dalam novel Max Havelaar karya Multatuli, istilah kopi daun juga disinggung, misalnya dalam percakapan antara tokoh Pengawas Verbrugge dan Letnan Duclari. Komandan garnisun itu terkejut saat mendengar ada minuman bernama “kopi daun”, dan Verbrugge mengatakan bahwa minuman tersebut sudah biasa diminum orang-orang di Sumatra.

TEH TALUA

TEH TALUA

Teh talua namanya. Minuman ini merupakan minuman yang sangat melegendaris di masyarakat minang kabau. Tidak hanya menjadi minuman masyarakat setempat, tapi teh talua juga banyak dijadikan minuman penghangat badan masyarakat di luar provinsi Sumatera Barat, terutama penikmatnya adalah para perantau dari minang.

Jika selama ini Anda hanya meminum teh dicampur dengan gula saja, dan jadilah secangkir teh manis, jangan kaget jika teh dari ranah minang ini memiliki beberapa campuran lain untuk dinikmati. Teh talua adalah minuman yang dibuat dari campuran air teh dengan kuning telur ayam kampung. Menikmati teh talua biasanya dilakukan masyarakat di desa-desa pada pagi hari menjelang matahari terbit sebagai teman sarapan, atau ketika malam beranjak meninggi dimana suhu mulai menyusut.

Teh talua dipercaya masyarakat minang kabau bisa menghangatkan suhu tubuh. Maklum saja, sebagian besar dataran di povinsi tanduk kerbau ini masih berbukit, jadi daerah dengan hawa dingin masih banyak ditemui di Sumatera Barat. Jika di sekitar Jakarta, Puncak terkenal dengan kesejukannya, maka di Sumatera Barat, ada banyak daerah yang suhunya seperti kawasan Puncak Bogor Jawa Barat.

AYAM POP

AYAM POP

Salah satu makanan lezat lainnya yang dimiliki Sumbar yakni Ayam Populer, yang lebih terkenal disebut dengan masakan Ayam POP. Dimana Ayam POP ini, sudah populer dan sudah dinikmati oleh masyarakat di Indonesia bahkan Mancanegara. Sebab Ayam POP sudah gampang ditemui di warung-warung Padang yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan salah satu rumah makan Padang Sederhana menyediakan makanan khas dari Bukittinggi ini yakni Ayam POP.

Asal muasal dari Ayam POP ini berawal dari salah satu rumah makan yang ada di Bukittinggi yang berlokasi di Benteng Indah, yakni rumah makan family Benteng Indah. Dimana citarasa khas sesungguhnya ada di Rumah Makan ini, Ayam POP merupakan masakan Ayam kampong yang telah direbus kemudian digoreng sebentar ditambah ada olahan sambal menambah nikmatnya Ayam POP.

Ayam POP sebenarnya merupakan ayam goreng namun jelas berbeda dengan masakan ayam goreng biasanya, dari sekilah ayam ini seperti masih mentah dan pucat dengan tampilan sederhana. Namun setelah dirasakan, rasanya sangat lezat, empuk dan rasa ayamnya sangat berbeda dengan rasa ayam kampong yang ada. Lidah kita serta kunyahan ayam serasa enggan untuk kita telan, karena ingin berlama-lama dalam kunyahan sebab sangking lezatnya masakan Ayam Pop tersebut.