DENDENG BALADO

DENDENG BALADO

Wisata Kuliner Padang

Salah satu masterpiece dari kuliner Minang adalah dendeng balado. Daging sapi yang telah dimasak dan diiris agak tipis ini adalah karya seni. Rasanya lezatnya begitu mendalam dan berpadu dengan sambal lado merah ataupun hijau. Apalagi ketika dibubuhi minyak kelapa, bahkan olive oil yang dibanggakan kuliner Barat juga lewat

Kehebatan kuliner Minang lainnya adalah sinergi antara satu masakan dengan yang lainnya. Kalau bicara kuliner negeri lain, biasanya restoran rata-rata menyajikan satu masakan utama saja. Meski ada menu lainnya, maka belum tentu cocok satu dengan yang lainnya. Sementara masakan Minang yang disajikan semuanya sekaligus, bakal selalu cocok satu sama lain. Contohnya rendang dengan telur dadar, ayam gulai dengan daun singkong, dan lain sebagainya. Tukar urutannya dan masih saja semuanya harmonis.

DENDENG BALADO

DENDENG BALADO

Salah satu masterpiece dari kuliner Minang adalah dendeng balado. Daging sapi yang telah dimasak dan diiris agak tipis ini adalah karya seni. Rasanya lezatnya begitu mendalam dan berpadu dengan sambal lado merah ataupun hijau. Apalagi ketika dibubuhi minyak kelapa, bahkan olive oil yang dibanggakan kuliner Barat juga lewat

Kehebatan kuliner Minang lainnya adalah sinergi antara satu masakan dengan yang lainnya. Kalau bicara kuliner negeri lain, biasanya restoran rata-rata menyajikan satu masakan utama saja. Meski ada menu lainnya, maka belum tentu cocok satu dengan yang lainnya. Sementara masakan Minang yang disajikan semuanya sekaligus, bakal selalu cocok satu sama lain. Contohnya rendang dengan telur dadar, ayam gulai dengan daun singkong, dan lain sebagainya. Tukar urutannya dan masih saja semuanya harmonis.

KOPI KAWA DAUN

KOPI KAWA DAUN

Aia kawa (bahasa Minangkabau: air kopi daun) atau kopi daun atau kawa daun adalah minuman dari daun kopi yang diseduh seperti teh yang berasal dari Sumatra Barat dan Kerinci. Daun kopi lokal pilihan awalnya dikeringkan dengan cara disangrai selama 12 jam. Saat akan diminum, daun kering ini dicampur dengan air dingin, lalu diseduh dengan air mendidih. Di daerah Kerinci, minuman ini dikenal dengan sebutan air kawo.

Kopi kawa atau masyarakat sekarang menyebutnya kopi daun merupakan kebudayaan lama masyarakat dalam hal berkebun dan hal ini seiring dengan kebudayaan orang meminum teh. Jadi sebelum VOC masuk kebudayaan meminum daun kopi sudah ada, justru kehadiran VOC adalah mengajarkan masyarakat bahwa kopi memanfaatkan bijinya bukan daunnya. Ada kekeliruan publik yang mengaitkannya daun kawa atau aia kawa dengan adanya tanam paksa dalam kekuasaan kolonial Belanda. Penduduk di Sumatra Barat dilarang menikmati biji kopi untuk diri sendiri meskipun dipaksa untuk menanamnya demi kepentingan perdagangan. Peraturan ini diakali dengan menggunakan dedaunan kopi yang dipercaya masih mengandung kafeina.

Dalam novel Max Havelaar karya Multatuli, istilah kopi daun juga disinggung, misalnya dalam percakapan antara tokoh Pengawas Verbrugge dan Letnan Duclari. Komandan garnisun itu terkejut saat mendengar ada minuman bernama “kopi daun”, dan Verbrugge mengatakan bahwa minuman tersebut sudah biasa diminum orang-orang di Sumatra.

TEH TALUA

TEH TALUA

Teh talua namanya. Minuman ini merupakan minuman yang sangat melegendaris di masyarakat minang kabau. Tidak hanya menjadi minuman masyarakat setempat, tapi teh talua juga banyak dijadikan minuman penghangat badan masyarakat di luar provinsi Sumatera Barat, terutama penikmatnya adalah para perantau dari minang.

Jika selama ini Anda hanya meminum teh dicampur dengan gula saja, dan jadilah secangkir teh manis, jangan kaget jika teh dari ranah minang ini memiliki beberapa campuran lain untuk dinikmati. Teh talua adalah minuman yang dibuat dari campuran air teh dengan kuning telur ayam kampung. Menikmati teh talua biasanya dilakukan masyarakat di desa-desa pada pagi hari menjelang matahari terbit sebagai teman sarapan, atau ketika malam beranjak meninggi dimana suhu mulai menyusut.

Teh talua dipercaya masyarakat minang kabau bisa menghangatkan suhu tubuh. Maklum saja, sebagian besar dataran di povinsi tanduk kerbau ini masih berbukit, jadi daerah dengan hawa dingin masih banyak ditemui di Sumatera Barat. Jika di sekitar Jakarta, Puncak terkenal dengan kesejukannya, maka di Sumatera Barat, ada banyak daerah yang suhunya seperti kawasan Puncak Bogor Jawa Barat.

AYAM POP

AYAM POP

Salah satu makanan lezat lainnya yang dimiliki Sumbar yakni Ayam Populer, yang lebih terkenal disebut dengan masakan Ayam POP. Dimana Ayam POP ini, sudah populer dan sudah dinikmati oleh masyarakat di Indonesia bahkan Mancanegara. Sebab Ayam POP sudah gampang ditemui di warung-warung Padang yang tersebar di seluruh Indonesia, bahkan salah satu rumah makan Padang Sederhana menyediakan makanan khas dari Bukittinggi ini yakni Ayam POP.

Asal muasal dari Ayam POP ini berawal dari salah satu rumah makan yang ada di Bukittinggi yang berlokasi di Benteng Indah, yakni rumah makan family Benteng Indah. Dimana citarasa khas sesungguhnya ada di Rumah Makan ini, Ayam POP merupakan masakan Ayam kampong yang telah direbus kemudian digoreng sebentar ditambah ada olahan sambal menambah nikmatnya Ayam POP.

Ayam POP sebenarnya merupakan ayam goreng namun jelas berbeda dengan masakan ayam goreng biasanya, dari sekilah ayam ini seperti masih mentah dan pucat dengan tampilan sederhana. Namun setelah dirasakan, rasanya sangat lezat, empuk dan rasa ayamnya sangat berbeda dengan rasa ayam kampong yang ada. Lidah kita serta kunyahan ayam serasa enggan untuk kita telan, karena ingin berlama-lama dalam kunyahan sebab sangking lezatnya masakan Ayam Pop tersebut.

SATE MAK SYUKUR

SATE MAK SYUKUR

Sate Mak Syukur (SMS) di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

Kenikmatan sate merupakan warisan turun-temurun dari Mak Syukur yang menjajakan sate sejak tahun 1941 Nama almarhum Mak Syukur—sebutan untuk Sutan Rajo Endah—memang sudah terkenal sebagai penjaja sate di Padang Panjang, sebuah kota yang terletak di perlintasan antara Padang-Bukittinggi, Sumatera Barat.

Kata ”Mak” dalam bahasa Minang merupakan akronim dari mamak yang berarti panggilan untuk laki-laki dewasa. Hingga kini, nama Mak Syukur, yang hidup tahun 1911-1985, masih tetap terkenal. Tidak heran bila anak-anak beliau tetap memasang papan nama Sate Mak Syukur. Tetapi, tidak hanya nama saja yang bertahan, warisan rasa sate berkuah kuning kental itu masih tetap enak dinikmati di Kota Padang Panjang, tepatnya di Jalan Sutan Syahrir Silaing Bawah.

Irisan daging sapi yang ditusuk serta disusun di ujung bilah bambu ini menjadi teman menyantap katupek, sebutan ketupat dalam bahasa Minang. Kuah yang disiram ke atas katupek dan sate inilah yang menjadikan santapan ini berkesan di lidah.

Sate Mak Syukur, yang juga sering disingkat SMS ini, mempunyai kekhasan pada rasa sate, dan terutama di rasa kuah. Daging yang dipakai untuk sate Mak Syukur diambil dari bagian rusuk serta punuk sapi. Pada bagian ini, daging yang dihasilkan tidak terlampau keras namun masih mengandung lemak.

NASI KAPAU

NASI KAPAU

Nasi Kapau adalah nasi ramas khas nagari Kapau, Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, terdiri dari nasi, sambal, dan lauk pauk khas Kapau, gulai sayur nangka (cubadak), gulai tunjang (urat kaki kerbau atau sapi), gulai cangcang (tulang dan daging kerbau), gulai babek (babat) atau paruik kabau. Nasi kapau standar selalu dilengkapi gulai nangka ciri khas nasi kapau.

Gulai nangka tidak menggunakan banyak santan dan tidak terlalu kental. Gulai dicampur kacang panjang, kol, rebung, pakis, dan jengkol. Di samping gulai nangka, hampir seluruh lauk nasi kapau terdiri dari masakan daging-daging. Gulai usus (gulai tambunsu) campuran telur ayam dan tahu yang dimasukkan ke usus sapi (karena usus kerbau lebih keras), gulai ikan, gulai tunjang, ayam panggang, teri balado, tongkol balado, dendeng balado, goreng belut, dan sambal lado hijau. Lauk nasi Kapau lainnya berupa ayam goreng, ayam goreng hijau gulai ayam, rendang ayam, rendang daging. Beras nasi kapau harus bermutu tinggi, umumnya dikirim dari Bukittinggi dan Agam.