PACU JAWI

PACU JAWI

Atraksi Budaya

Pacu jawi dari bahasa Minang atau lebih di kenal dengan balapan sapi adalah acara olahraga tradisional yang dilombakan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Indonesia. Dalam acara ini, sepasang sapi berlari di lintasan sawah berlumpur dengan panjang sekitar 60–250 meter, sementara seorang joki berdiri di belakangnya dengan memegang kedua sapi.

Walaupun namanya mengandung arti balapan, sapi-sapi hanya dilepas sepasang tanpa lawan tanding dan tidak ada pemenang secara resmi. Tiap pasang sapi berlari secara bergiliran, sementara penonton menilai sapi-sapi tersebut (terutama berdasarkan kecepatan dan kemampuan berjalan lurus) dan kadang membeli sapi-sapi unggulan dengan harga jauh di atas harga normal.

Penduduk Tanah Datar terutama dari empat kecamatan yaitu Sungai Tarab, Pariangan, Lima Kaum, dan Rambatan telah menyelenggarakan acara ini selama berabad-abad untuk merayakan masa panen padi. Acara ini juga diiringi pesta desa dan budaya yang disebut alek pacu jawi. Sekarang acara ini sudah menjadi atraksi wisata yang didukung pemerintah dan menjadi objek fotografi yang mendapatkan berbagai penghargaan di bidang fotografi.

PACU ITIAK

PACU ITIAK

Wisata Budaya

Minangkabau dalam hal budaya selalu menarik. Tak ada habisnya. Warga Minang di Provinsi Sumatra Barat sangat kukuh mempertahankan tradisi nenek moyang. Mulai dari masakan, kesenian, hukum adat, hingga kebiasaan unik pun terus mereka jaga. Pacu itiak misalkan.

Olahraga tradisional asli Kabupaten Limapuluh Kota ini konon sudah ada sejak 1028. Kisah awalnya terjadi di Kanagarian Aur Kuning, Sicincin, dan Padang Panjang. Kebiasaan petani dalam mengembala itik dengan menghalaunya hingga terbang menjadi ide awal olahraga ini.

Dari sanalah muncul ide untuk mengadakan pacu itik. Mereka mulai melatih para itik untuk dapat terbang tinggi, kemudian diikutsertakan dalam ajang lomba pacu itiak. Uniiknya, lomba ini diselenggarakan guna menghilangkan kejemuan dan kepenatan para petani.

Kebiasaan ini terus terjadi turun temurun, hingga hari ini. Pacu itiak sekarang tidak lagi digelar di sawah, tapi beralih ke gelanggang

Taman Wisata Equator

Taman Wisata Equator

Wisata Pasaman Barat

YOU Are Crossing The Equator merupakan kalimat yang tertulis pada saat memasukin kecamatan Bonjol Sumatera Barat.

Daerah ini masuk ke dalam wilayah Sumatera Lintas Tengah. Titik nol di Kota Bonjol ditandai dengan bangunan bernama Taman Wisata Equator. Di depannya terdapat tulisan, “Anda melintasi khatulistiwa”.

Tugu Equator di Kota Bonjol membentuk sebuah bangunan bulat seperti kubah berwarna biru muda, mirip globe.

Pada bagian pintu masuk, Sobat Pesona akan menemukan bola dunia kecil yang disanggah dengan tiang. Bola dunia ini dikelilingi tulisan “Equator”. Di sekitar Taman Wisata Equator, terdapat rumah khas Minangkabau yang menjadi ciri khas masyarakat adat di sana.

Fenomena alam ini terjadi dalam dua tahun sekali. Saat awal tahun, peristiwa ini terjadi pada 21-23 Maret. Sementara jika Sobat Pesona berencana datang ke Kota Bonjol pada September, datanglah ke Taman Wisata Equator pada rentang 21-23 September.

Untuk menyambut fenomena tersebut, pemerintah lokal biasanya akan menyelenggarakan festival yang berlangsung selama beberapa hari. Biasanya akan diadakan penampilan seni dan budaya selama festival berlangsung.

Usai menikmati fenomena nol derajat, Sobat Pesona bisa langsung melanjutkan wisata ke Museum Tuanku Imam Bonjol yang lokasinya berdekatan dengan Taman Wisata Equator.

Monumen Imam Bonjol dibangun untuk menghormati perjuangan Tuanku Imam Bonjol dalam mengalahkan penjajah dan penyebaran agama Islam. Sobat Pesona bisa menemukan museum ini dengan mudah karena ada patung kuda yang ditunggangi Tuanku Imam Bonjol, salah satu “pose” yang menjadi ciri khasnya.

Museum tersebut menyimpan barang-barang peninggalan Tuanku Imam Bonjol, mulai dari sejarah perjuangan, etnografi dan foto. Selain itu, museum tersebut juga menyimpan barang-barang pribadi Tuanku Imam Bonjol, termasuk senjata perang, lukisan, dan silsilah keluarga.

Gunung Talang

Gunung Talang

Objek wisata Solok

Setiap mengingat Sumatera Barat, di benak kebanyakan orang pasti langsung terbayang kelezatan masakan khas rendang. Rasa kuliner satu ini terbukti telah menaklukkan hati banyak orang, hingga berkali-kali dinobatkan sebagai makanan terenak di dunia.

Di sisi lain, Sumatera Barat juga memiliki pesona alam yang siap menaklukkan hati siapa saja. Pesona alam bisa ditemukan di Gunung Talang. Gunung Talang adalah gunung berapi aktif yang berdiri gagah setinggi 2.597 mdpl. Di kalangan masyarakat setempat dan para pencinta alam, gunung yang terakhir meletus tahun 2007 ini terkenal memiliki jalur pendakian yang sangat menantang.

Untuk kamu yang suka tantangan, Gunung Talang sangat wajib masuk ke daftar destinasi liburan berikutnya. Yuk, simak beberapa info penting tentang Gunung Talang agar kamu semakin mantap menaklukkan tantangannya!

Pasar Van der Capellen

Pasar Van der Capellen

wisata kuliner di batusangkar

Terdapat beberapa pasar kuliner di Sumatera Barat, satunya berada di Kabupaten Tanah Datar. Wisata kuliner berpadu budaya ini jadi sasaran liburan akhir pekan.

Menikmati keindahan Minangkabau tak lengkap rasanya bila tak mencicipi racikan masakan setempat. Nah, jika kamu liburan ke Kabupaten Tanah Datar, datang saja ke Pasar Van der Capellen yang berada di Batusangkar.

Unik nya lagi di Pasar Van der Capellen untuk bertransaksi ada mata uang khusus, yakni koin Capellen. Koin ini bisa didapat dengan menukar di meja panitia. Satu koin bernilai Rp 2.500. Ada berbagai pedagang di bawah payung dari bambu dengan pilihan beragam.

Selain jajanan lama khas Minang, baju yang dikenakan penjual berupa “baju kuruang basibah” lengkap dengan peralatan makan jaman dulu.

Selain kuliner, pasar Van der Capellen juga menjadi spot foto yang instagrammable.

Banyak pengunjung yang berfoto bersama untuk mengabadikan momen tersebut.

Pengunjung tak hanya dari Batusangkar saja namun ada juga dari luar Batusangkar

Puncak Aua Sarumpun

Puncak Aua Sarumpun

Wisata tanah datar

Aua Sarumpun terletak di Nagari III Koto, Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Akses menuju puncak awalnya berupa tanah merah dan berbatu. Namun terakhir kali saya berkunjung, beberapa bagian jalan sudah mulai diaspal. Oh ya, jika cuaca sedang hujan sebaiknya berhati-hati ya.

Untuk sampai ke Puncak Aua Sarumpun, Teman Traveler tak perlu repot berjalan kaki. Kalian bisa naik dengan menumpang mobil atau motor. Tapi seperti yang saya katakan sebelumnya, jika kondisi cuaca sedang tak bersahabat sebaiknya ekstra hati-hati. Jika perlu, lebih baik urungkan niat datang karena jalurnya bisa sangat berbahaya.

Selain pemandangannya menyegarkan mata, Aua Sarumpun juga sangat cocok untuk dijadikan tempat nongkrong bersama sosok tersayang. Tak melulu kekasih, sahabat juga boleh diajak menghabiskan waktu di sini.

Museum Goedang Ransoem

Museum Goedang Ransoem

Wisata di Sawahlunto

Museum Goedang Ransoem adalah salah satu museum di Indonesia yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Museum ini berada sekitar 94 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Padang.

Museum Goedang Ransum menempati sebuah kompleks bangunan bekas dapur umum para pekerja tambang batu bara dan pasien RSU Sawahlunto yang ketika itu berjumlah ribuan. Gedung Museum Goedang Ransum sendiri dibangun pada 1918 sewaktu penjajahan Belanda. Dapur umum ini dilengkapi dua buah gudang besar dan steam generator (tungku pembakaran) untuk memasak 3.900 kg beras setiap hari bagi para pekerja tambang batu bara.

Kota Sawahlunto dulunya dikenal sebagai penghasil batu bara terbesar di Nusantara. Dari kota inilah pemerintah Hindia Belanda meraup keuntungan amat besar dari batu bara tersebut. Museum Goedang Ransoem sendiri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pertambangan di Sawahlunto

MUSEUM KERETA API SAWAHLUNTO

MUSEUM KERETA API SAWAHLUNTO

destinasi wisata sawahlunto

Museum kereta api ini awalnya merupakan stasiun Sawahlunto yang menjadi bagian dari jaringan rel kereta api Sumatera. Sejak tahun 2005, stasiun ini berubah fungsi menjadi museum kereta api dengan koleksi gerbong, lokomotif uap dan aneka dokumentasi kereta api di Sumatera.

Museum Kereta Api Sawahlunto adalah museum kereta api tertua kedua di Indonesia setelah Museum Kereta Api Ambarawa. Pada hari minggu kamu bisa mencoba naik kereta wisata yang ditarik dengan lokomotif uap ikonik Mak Itam. Seru sekali, bukan?

LUBANG MBAH SOERO

LUBANG MBAH SOERO

Objek wisata Sawahlunto

Siapa sangka jika di bawah Kota Sawahlunto terdapat terowongan sepanjang 1,5 kilometer? Terowongan ini merupakan salah satu objek wisata andalan Sawahlunto, namanya Lubang Mbah Soero. Lubang ini dulunya merupakan salah satu fasilitas untuk penambangan batu bara. Nama Soero diambil dari nama mandor tambang batubara kala itu.

Untuk bisa masuk ke sini kamu wajib mengenakan helm pengaman serta safety shoes ya. Kamu bisa mendengar langsung cerita lengkap sejarah lubang Mbah Soero ini dari pemandu yang akan menemani sepanjang perjalanan menyusuri terowongan. Meski suasana di dalam terowongan agak seram, dijamin tidak rugi deh datang kemari.

BUNGA RAFLESIA

BUNGA RAFLESIA

Bunga Bangkai

Rafflesia arnoldii atau padma raksasa merupakan tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Spesies Raflesia yang lainnya juga memiliki inang yang sama. Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold.

Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga Raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu. Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu dan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.