Pasar Van der Capellen

Pasar Van der Capellen

wisata kuliner di batusangkar

Terdapat beberapa pasar kuliner di Sumatera Barat, satunya berada di Kabupaten Tanah Datar. Wisata kuliner berpadu budaya ini jadi sasaran liburan akhir pekan.

Menikmati keindahan Minangkabau tak lengkap rasanya bila tak mencicipi racikan masakan setempat. Nah, jika kamu liburan ke Kabupaten Tanah Datar, datang saja ke Pasar Van der Capellen yang berada di Batusangkar.

Unik nya lagi di Pasar Van der Capellen untuk bertransaksi ada mata uang khusus, yakni koin Capellen. Koin ini bisa didapat dengan menukar di meja panitia. Satu koin bernilai Rp 2.500. Ada berbagai pedagang di bawah payung dari bambu dengan pilihan beragam.

Selain jajanan lama khas Minang, baju yang dikenakan penjual berupa “baju kuruang basibah” lengkap dengan peralatan makan jaman dulu.

Selain kuliner, pasar Van der Capellen juga menjadi spot foto yang instagrammable.

Banyak pengunjung yang berfoto bersama untuk mengabadikan momen tersebut.

Pengunjung tak hanya dari Batusangkar saja namun ada juga dari luar Batusangkar

Puncak Aua Sarumpun

Puncak Aua Sarumpun

Puncak Aua Sarumpun adalah destinasi wisata alam yang menawan. Dari puncak ini, pengunjung dapat menikmati panorama 360 derajat yang memukau, termasuk pemandangan Danau Singkarak yang luas serta empat gunung megah: Merapi, Singgalang, Talang, dan Sago. Keindahan alam ini menjadikan Puncak Aua Sarumpun sebagai tempat yang ideal untuk melepas penat dan menikmati ketenangan alam.​

Perjalanan menuju puncak memerlukan usaha ekstra karena medan yang menanjak dan sebagian jalan masih berupa bebatuan. Namun, setibanya di atas, semua lelah terbayar dengan pemandangan yang luar biasa. Hamparan ilalang yang luas menambah keindahan tempat ini, dan tersedia rumah pohon yang menjadi spot favorit untuk berfoto dengan latar belakang Danau Singkarak dan pegunungan. Fasilitas di area ini cukup lengkap, termasuk area parkir, mushola, toilet, serta warung-warung yang menjual makanan dan minuman untuk memenuhi kebutuhan pengunjung.​

Selain keindahan alamnya, Puncak Aua Sarumpun juga menawarkan berbagai aktivitas menarik seperti flying fox dan kolam renang untuk anak-anak, remaja, dan dewasa. Tersedia juga homestay bagi pengunjung yang ingin menginap dan menikmati suasana malam di puncak. Kuliner khas daerah seperti buah kuini, ikan bilih, dan kerupuk ubi lapih juga dapat dinikmati di sini, menambah pengalaman wisata yang berkesan.

Puncak Aur Sarumpun berlokasi di Kecamatan Rambatan, Kabupaten Tanah Datar

Museum Goedang Ransoem

Museum Goedang Ransoem

Museum Goedang Ransoem adalah salah satu museum di Indonesia yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Museum ini berada sekitar 94 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Padang.

Museum Goedang Ransum menempati sebuah kompleks bangunan bekas dapur umum para pekerja tambang batu bara dan pasien RSU Sawahlunto yang ketika itu berjumlah ribuan. Gedung Museum Goedang Ransum sendiri dibangun pada 1918 sewaktu penjajahan Belanda. Dapur umum ini dilengkapi dua buah gudang besar dan steam generator (tungku pembakaran) untuk memasak 3.900 kg beras setiap hari bagi para pekerja tambang batu bara.

Kota Sawahlunto dulunya dikenal sebagai penghasil batu bara terbesar di Nusantara. Dari kota inilah pemerintah Hindia Belanda meraup keuntungan amat besar dari batu bara tersebut. Museum Goedang Ransoem sendiri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pertambangan di Sawahlunto

Visit Muesum Doedenag Ransoem

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

LUBANG MBAH SOERO

LUBANG MBAH SOERO

Terdapat sebuah lubang bekas tambang batu bara di Kota Sawahlunto yang disebut dengan Lubang Mbah Suro atau Lubang Soegar karena berada di daerah Lembah Soegar. Lubang tersebut menyimpan sejarah tentang orang rantai. Salah satunya Mbah Suro yang menjadi mandor para orang rantai di Sawahlunto. Orang rantai merupakan sebutan untuk para pekerja tambang di Sawahlunto. Mereka dikirim dari berbagai daerah di Hindia Belanda termasuk Batavia. 

 

Mereka adalah tahanan kriminal atau politik dari wilayah Jawa dan Sumatera. Mereka dibawa Ke Sawahlunto dengan kondisi kaki, tangan dan leher masih dirantai. Mereka dipekerjakan hingga tahun 1898. 

 

Mbah Suro atau disebut juga dengan Lemhak Soerono dikenal memiliki ilmu kebatinan yang tinggi dan menjadi panutan serta disegani oleh warga sekitar. Mbah Suro memiliki 5 anak dengan 13 cucu. Istrinya merupakan seorang dukun beranak . Mbah Suro meninggal sebelum tahun 1930 dan dimakamkan di pemakaman orang rantai yakni di Tanjung Sari, Kota Sawahlunto.

 

Lubang ini memiliki lebar dua meter dengan ketinggian dua meter dan kedalaman mencapai 15 meter di permukaan tanah. Serta memiliki panjang 1,5 kilometer di bawah Kota Sawahlunto. Sejak tahun 1982, Kota Sawahlunto mulai memproduksi batu bara dan seiring berjalannya waktu, kota ini pun menjadi kawasan pemukiman pekerja tambang dan terus berkembang menjadi sebuah kota kecil. 

 

Lubang Mbah Suro berlokasi di Jl. Abdurrahmanhakim, Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat  

 

Visit Goa Mbah Soero

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our Hotel services!

BUNGA RAFLESIA

BUNGA RAFLESIA

Rafflesia arnoldii atau padma raksasa merupakan tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Spesies Raflesia yang lainnya juga memiliki inang yang sama. Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold.

Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga Raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu. Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu dan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.

Visit Raflesia

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

ECO PRINTING

ECO PRINTING

ECO PRINTING
Rp. 126.000/ ORANG

ecoprinting

Ecoprinting adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami.
Teknik ini mudah diterapkan di rumah masing-masing. Kegiatan ini bisa menjadi kegiatan akhir pekan yang menghasilkan barang unik.

Fasilitas
Pengajar
Materi singkat pengetahuan tentang Eco Print
Praktek Eco Print ( membuat pola, menyanting hingga pewarnaan dengan metode colet )
Peralatan di sediakan
Bahan-bahan membatik
Sertifikat
Durasi 3 jam