ONE DAY TOUR MEMBATIK

ONE DAY TOUR MEMBATIK

MEMBATIK
Rp. 126.000/ ORANG

Membatik

Workshop membatik bagi warga Bukittinggi – Padang Panjang dan Batusangkar yang ingin mendalami proses pembuatan batik. Melalui workshop ini, peserta akan merasakan langsung proses unik pembuatan batik dengan durasi kurang lebih 3 jam.

Fasilitas
Pengajar
Materi singkat pengetahuan tentang batik
Praktek membatik ( membuat pola, menyanting hingga pewarnaan dengan metode colet )
Peralatan membatik ( Canting, wajan, kompor dll )
Bahan-bahan membatik
Sertifikat
Durasi 3 jam

ECO PRINTING

ECO PRINTING

ECO PRINTING
Rp. 126.000/ ORANG

ecoprinting

Ecoprinting adalah teknik memberi pola pada bahan atau kain menggunakan bahan alami.
Teknik ini mudah diterapkan di rumah masing-masing. Kegiatan ini bisa menjadi kegiatan akhir pekan yang menghasilkan barang unik.

Fasilitas
Pengajar
Materi singkat pengetahuan tentang Eco Print
Praktek Eco Print ( membuat pola, menyanting hingga pewarnaan dengan metode colet )
Peralatan di sediakan
Bahan-bahan membatik
Sertifikat
Durasi 3 jam

GREEN HOUSE LEZATTA

GREEN HOUSE LEZATTA

tempat wisata diBukittinggi

Green House Lezatta merupakan salah tempat wisata di Bukittinggi yang sedang menjadi hits di kalangan para kaum milenial dan wisatawan. Tempat wisata ini terletak di Jalan Raya Payakumbuh, tepatnya di kawasan Tilatang Kamang, Ampek Angkek Canduang, Bukittinggi, Sumatera Barat.

Green House Lezatta menawarkan tempat wisata yang di dalamnya terdapat taman bunga, lokasi pembibitan tanaman, serta restoran. Di sini, kamu akan disuguhi dengan pemandangan unik dengan rumah-rumah berwarna pastel dan bunga berwarna-warni yang akan membuatmu serasa di negeri dongeng.

Saking uniknya, setiap sudut Green House Lezatta ini seakan tak boleh kamu lewatkan untuk berfoto-foto.

DANAU TARUSAN KAMANG

DANAU TARUSAN KAMANG

Wisata tarusan Kamang

Danau Tarusan Kamang terletak di Jorong Babukik dan Jorong Halalang, Nagari Kamang Mudiak, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Danau ini terbilang unik karena hanya berisi air pada musim-musim tertentu. Suatu waktu terlihat begitu luas, tetapi dalam waktu yang tidak bisa diperkirakan, danau ini bisa berubah menjadi hamparan padang rumput hijau. Saat menjadi danau, di bagian tengahnya ada semacam tumpukan tanah yang tidak dibenami air, yang oleh masyarakat setempat disebut Padang Doto

Danau Tarusan Kamang selama ini dimanfaatkan warga untuk budi daya ikan, kubangan kerbau, memancing, dan mandi. Saat kering, ikan-ikan yang menghiasi danau banyak terperangkap dalam tambak-tambak yang dipasang sebagian warga. Ada beragam jenis ikan di sana seperti pantau, nila, rayo, panser, bada putih.

Proses menghilangnya air danau ke dalam perut Bumi dan muncul di celah padang rumput yang hijau, tanpa bisa menebak waktunya diperkirakan terjadi karena adanya sungai bawah tanah. Sebagai danau karst, ketika air tanah naik, maka lorong-lorong di bawah bukit batu gamping akan menyemburkan air dan menutupi padang rumput. Tampaklah danau yang luas. Sebaliknya, ketika air sungai bawah tanah turun, air tersedot hingga hanya tampak padang rumput. Tidak ada waktu pasti, kapan danau surut dan berapa lama danau kering. Terakhir, pada tahun lalu, Danau Tarusan Kamang kering selama satu tahun. Air baru muncul lagi lima bulan lalu. Saat ini kawasan itu masih menjadi danau, tempat anak-anak berenang dan warga mencari ikan.

“Kadang danau ini bisa kering dan menjadi padang rumput sampai lima bulan dan hingga dua tahun,” kata Sukri, tukang perahu dan ketua pemuda di Kamang Mudiak. ”Begitu juga saat terisi kadang waktunya lima bulan hingga dua tahun juga, tak pasti waktunya.” Menurut Sukri, saat air danau keluar, biasa terdengar letusan di kaki bukit. Terkadang suara terdengar dari beberapa tempat seperti suara ketel air panas, bunyi gluk-gluk suara air dan tiga hari kemudian air mengalir dari balik lubang-lubang batu kapur di kaki bukit sekitar danau dan mengubah padang rumput itu menjadi danau.

PANDAI SIKEK

PANDAI SIKEK

Songket Pandai Sikek
Perkampungan dingin di pinggang Gunung Singgalang, di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Merupakan salah satu sentra tenun termasyhur. Industri tenun di Pandai Sikek telah hidup sejak awal 1900 secara turun menurun, sampai menembus pasar Eropa . Pandai Sikek adalah lembah-lembah yang mengoleksi persawahan dan ladang-ladang sayur. Namun, ia lebih dikenal dengan tenunnya yang masih dikerjakan secara tradisional.Tenun rumahan di Pandai Sikek sudah ada sejak masa kolonial, terkenal sebagai salah satu industri rumahan yang mapan. Bahkan, atas prakarsa seorang wakil pemerintah Belanda di Hindia Belanda (Hoge Vertegenwoordiger van de Kroon in Nederlands-Indië), A.H.J. Lovink pada tahun 1916, pemerintah kolonial Belanda mulai memperhatikan dan memberdayakan industri tenun rumahan Pandai Sikek dan Koto Gadang, di bawah inspektur industri, L.W. van Der Meulen. Salah satu upaya pemberdayaannya adalah mencarikan pasar untuk tenun tersebut di dunia internasional.

ISTANA SILINDUNG BULAN

ISTANA SILINDUNG BULAN

objek wisata di batusangkar
Nama Silinduang Bulan adalah nama yang diberikan kepada Istana Raja Pagaruyung setelah dipindahkan dari Ulak Tanjuang Bungo ke Balai Janggo pada tahun 1550 oleh Daulat Yang Dipertuan Raja Gamuyang Sultan Bakilap Alam (Sultan Alif Kalifatullah Johan Berdaulat Fil’Alam I), Raja Alam sekaligus pemegang jabatan Raja Adat dan Raja Ibadat Pagaruyung. Tahun ini sebagai penanda awal diberlakukannya secara resmi hukum syariat Islam di seluruh kerajaan Pagaruyung menggantikan hukum-hukum yang bersumber dari agama Buddha Tantrayana.

Kemudian Istano Silinduang Bulan dibangun kembali pada tahun 1750, karena bangunan lama telah tua dan mulai runtuh. Pada tahun 1821, istana ini terbakar dalam kecamuk Perang Paderi. Pada tahun 1869, Istano Silinduang Bulan dibangun lagi oleh Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu, kemenakan dari Sultan Tangkal Syariful Alam Bagagar Syah Yang Dipertuan Hitam, serta putri dari Yang Dipertuan Gadih Reno Sori dengan Sultan Abdul Jalil Yang Dipertuan Sembahyang (pemegang jabatan Raja Adat, Raja Ibadat, dan Raja Alam). Pada tanggal 3 Agustus 1961 Istano Silinduang Bulan terbakar lagi.

Istana yang ada sekarang didirikan kembali di tapak Istana yang terbakar pada tahun 1961. Pembangunannya dimulai pada tahun 1987 dan diresmikan pada tahun 1989. Diprakarsai oleh Sutan Usman Yang Dipertuan Tuanku Tuo Ahli Waris Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung, Tan Sri Raja Khalid bin Raja Harun, Raja Syahmenan bin Raja Harun, Aminuzal Amin Datuk Raja Batuah, Basa Ampek Balai, ninik mamak nagari Pagaruyung, anak cucu keturunan dari Daulat Yang Dipertuan Raja Pagaruyung dalam kaitannya sebagai sapiah balahan, kuduang karatan. Kemudian didorong sepenuhnya oleh Azwar Anas, Gubenur Sumatra Barat. Namun pada tanggal 21 Maret 2010, istana ini kembali terbakar

KINCIA KAMBA TIGO

KINCIA KAMBA TIGO

Tempat wisata di Batusangkar

Kincir air sejak zaman dahulu telah di pergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai alat irigasi untuk mengalirkan air ke sawah. Alat ini berputar pada sumbunya karena didorong oleh air sungai atau air dari bukit yang dibendung. Di Minangkabau, Kincir air selain sebagai sarana irigasi juga sering digunakan sebagai penumbuk padi atau beras.

Daerah sekitar kincia kamba tigo juga bisa dijadikan tempat kegiatan Gathering keluarga dan kantor. Paket Wisata air kincia kamba tigo ini adalah salah satu paket wisata terbaik kami, sungai batang ombilin 9,2 Km, bisa digunakan untuk level pemula dan Pro, dengan grade 2 sampai 3, pengarungan sekitar 2-3 jam dan finish d nagari balimbiang,Tanah Datar. Menggunakan air bendungan danau singkarak,yg debit air nya stabil walaupun hari hujan. Melewati bbrapa objek wisata spt kincir air raksasa dan air terjun. View dengan pesawahan,bukit,dan lembah.serta satwa satwa spt kelelawar ,biawak dan burung burung.

KOPI KINIKO

KOPI KINIKO

Wisata di Batusangkar

Tempat ini merupakan Kedai Kopi sekaligus pabrik pembuatan kopi tradisional. Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati berbagai macam jenis makanan dan minuman ringan sambil melihat panorama perbukitan yang indah.

Kopi Koniko terbuat dari kopi jenis robusta khas dataran tinggi. Diproduksi secara tradisional, kopi ini menjadi daya tarik wisatawan lokal hingga mancanegara. Citarasa yang dihasilkan dengan proses tradisional inilah yang membedakan kopi ini dengan yang lain. Hal ini juga yang membuat kopi Kiniko bertahan dan masih menjadi destinasi wisata utama sejak tahun 1981.

Nama Kiniko sendiri awalnya merupakan usaha pribadi, namun setelah bekerjasama dengan pemilik home industry lainnya, kini Kopi Kiniko menjadi kawasan industri. Saat berkunjung ke kawasan industri ini, Selain bisa menikmati kopi nya kita juga dapat mencicipi semua produk olahan lain seperti ekstrak pinang, pisang sale, dodol pepaya, dan masih banyak lagi. Di tempat ini juga pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pengolahan biji kopi oleh tangan-tangan ahli dan berpengalaman.

BANTO ROYO

BANTO ROYO

Tempat rekreasi di Bukittinggi

Banto Royo Agam ini berada di lokasi Jorong Kaluang Tapi, Nagari Koto Tengah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Wisata ini baru diresmikan sejak tanggal 28 Oktober 2018 lalu oleh tokoh nasional asal Kapau yang menjadi inisiator, yakni Andi Sahrandi. Saat peresmian, didatangi oleh penandatanganan prasasti yang diikuti pelaku wisata dan warga setempat. Dalam hal operasional Banto Royo Agam melibatkan warga sekitar sehingga dapat menumbuhkan perekonomian warga.

TARUKO CAFE

TARUKO CAFE

Taruko Cafe

Taruko Cafe Resto adalah sebuah destinasi kuliner dan kopi yang berada di dasar ngarai dengan sungai berbatu dan hijau tebing yang memeluk sekelilingnya. Interiornya berbentuk ruangan terbuka sehingga angin bisa masuk berhembus bebas.

Taruko Cafe Resto berada di Ngarai Sianok Anam Suku, Kab. Agam. Dari pusat kota Bukittinggi, Anda membutuhkan waktu kurang lebih 20 menit perjalanan. Jalanan menuju ke lokasi sedikit berkelok-kelok karena lokasi Taruko Cafe Resto berada di kawasan lembah yang merupakan gugusan Ngarai Sianok dan Tabiang Takuruang.

Jalan menuju tempat ini ternyata cukup ajaib juga. Untuk menuju ke sana yang berada di dasar lembah yang masih merupakan gugusan Ngarai Sianok dan Tabiang Takuruang kendaraan kami harus menuruni jalan-jalan berbatu. Dari atas ke bawah dan sedikit berkelok-kelok. Kiri kanan pemandangan sungguh membuat mata segar