Museum Goedang Ransoem

Museum Goedang Ransoem

Museum Goedang Ransoem adalah salah satu museum di Indonesia yang terletak di Jalan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatra Barat. Museum ini berada sekitar 94 kilometer atau dua jam perjalanan dengan kendaraan dari Kota Padang.

Museum Goedang Ransum menempati sebuah kompleks bangunan bekas dapur umum para pekerja tambang batu bara dan pasien RSU Sawahlunto yang ketika itu berjumlah ribuan. Gedung Museum Goedang Ransum sendiri dibangun pada 1918 sewaktu penjajahan Belanda. Dapur umum ini dilengkapi dua buah gudang besar dan steam generator (tungku pembakaran) untuk memasak 3.900 kg beras setiap hari bagi para pekerja tambang batu bara.

Kota Sawahlunto dulunya dikenal sebagai penghasil batu bara terbesar di Nusantara. Dari kota inilah pemerintah Hindia Belanda meraup keuntungan amat besar dari batu bara tersebut. Museum Goedang Ransoem sendiri menjadi bagian yang tak terpisahkan dari proses pertambangan di Sawahlunto

Visit Muesum Doedenag Ransoem

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

MUSEUM KERETA API SAWAHLUNTO

MUSEUM KERETA API SAWAHLUNTO

MUSEUM KERETA API SAWAHLUNTO

Industri batu bara tertua Asia Tenggara ada di Indonesia. Pada tahun 1868 W.H De Greeve seorang geolog berkebangsaan Belanda menulis tentang penemuan batu bara berkualitas tinggi di Ombilin,

Sawahlunto, Sumatera Barat. Sejak saat itu Kota Sawahlunto berubah menjadi kota tambang batu barang yg multikural dengan kereta sebagai sarana pengangkutannya. Sistem distribusi batu bara dan kereta api merupakan yang tercanggih di akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20. 

 

Namun pada 2002 – 2003 tambang batu bara di ombilin banyak ditutup karena cadangan batubara yg mulai habis. KAI bekerjasama dengan pemkot Sawahlunto memanfaatkan aset Stasiun Sawahlunto menjadi museum kereta api untuk mempreservasi berbagai peninggalan sejarah perkeretaapian terutama sejak kereta api dan jalurnya mulai non aktif pada 2005.

 

Museum Sawahlunto adalah museum KA kedua yg diresmikan setelah museum KA ambarawa. Disini terdapat berbagai koleksi, seperti: Gerbong, Lokomotif Uap Mak Itam, jam dinding, prasarana kereta, foto – foto dan beberapa alat alat pertambangan.

 

Museum ini terletak 95 km dari kota padang. Harga tiket hanya Rp. 4.000,- per orang anda bisa melihat sejarah dan peran perkeretaapian dalam pertambangan batu bara di Sumatera Barat. Museum ini buka dari jam 08.00 – 17.00 di hari kerja dan jam 08.00 – 16.00 di akhir pekan.

 

Visit Museum Kereta Api Sawahlunto

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist Attraction services!

LUBANG MBAH SOERO

LUBANG MBAH SOERO

Terdapat sebuah lubang bekas tambang batu bara di Kota Sawahlunto yang disebut dengan Lubang Mbah Suro atau Lubang Soegar karena berada di daerah Lembah Soegar. Lubang tersebut menyimpan sejarah tentang orang rantai. Salah satunya Mbah Suro yang menjadi mandor para orang rantai di Sawahlunto. Orang rantai merupakan sebutan untuk para pekerja tambang di Sawahlunto. Mereka dikirim dari berbagai daerah di Hindia Belanda termasuk Batavia. 

 

Mereka adalah tahanan kriminal atau politik dari wilayah Jawa dan Sumatera. Mereka dibawa Ke Sawahlunto dengan kondisi kaki, tangan dan leher masih dirantai. Mereka dipekerjakan hingga tahun 1898. 

 

Mbah Suro atau disebut juga dengan Lemhak Soerono dikenal memiliki ilmu kebatinan yang tinggi dan menjadi panutan serta disegani oleh warga sekitar. Mbah Suro memiliki 5 anak dengan 13 cucu. Istrinya merupakan seorang dukun beranak . Mbah Suro meninggal sebelum tahun 1930 dan dimakamkan di pemakaman orang rantai yakni di Tanjung Sari, Kota Sawahlunto.

 

Lubang ini memiliki lebar dua meter dengan ketinggian dua meter dan kedalaman mencapai 15 meter di permukaan tanah. Serta memiliki panjang 1,5 kilometer di bawah Kota Sawahlunto. Sejak tahun 1982, Kota Sawahlunto mulai memproduksi batu bara dan seiring berjalannya waktu, kota ini pun menjadi kawasan pemukiman pekerja tambang dan terus berkembang menjadi sebuah kota kecil. 

 

Lubang Mbah Suro berlokasi di Jl. Abdurrahmanhakim, Tanah Lapang, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat  

 

Visit Goa Mbah Soero

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our Hotel services!

BUNGA RAFLESIA

BUNGA RAFLESIA

Rafflesia arnoldii atau padma raksasa merupakan tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Spesies Raflesia yang lainnya juga memiliki inang yang sama. Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold.

Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga Raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu. Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu dan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.

Visit Raflesia

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

TAMAN PUNCAK PAKU MANDEH

TAMAN PUNCAK PAKU MANDEH

PUNCAK PAKU

Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan semakin seksi dikunjungi para wisatawan.

Satu titik spot foto yang menarik bagi pelancong telah rampung dan siap memberi kesan eksotik, dibangun BRI bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) Provinsi Sumatera Barat

Destinasi wisata anyar yang diberi nama Puncak Paku Mandeh itu, Taman Puncak Paku, merupakan spot foto yang menarik bagi wisatawan

Budaya wisatawan saat ini adalah berswafoto dan Pemkab Pesisir Selatan, ingin memanjakan wisatawan dengan menyediakan spot foto yang menarik

Dengan adanya taman ini, kami meyakini Mandeh semakin populer terutama bagi wisatawan yang ingin berswafoto ke lokasi ini

Visit Puncak Paku

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

BAGA BEACH COTTAGE

BAGA BEACH COTTAGE

Penginapan di Painan

Baga beach cottage merupakan penginapan yang bagus untuk berwisata bahari ke kawasan mandeh.

Destinasi ini berada di kawasan teluk mandeh. Baga beach cottage terletak di Ampang Pulai, Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Untuk ke resort beach cottage para wisatawan bisa menggunakan mobil selama 2 jam perjalanan dari kota padang menuju Baga Beach Cottage.

Baga beach cottage mempunyai pesona laut yang sangat menawan dan keindahan sunsetnya di sore hari.

Baga beach cottage cocok untuk liburan keluarga karna disini wisatawan bisa melakukan aktivitas bakar ikan, bakar jagung, foto-foto, berenang atau bermain air.

Baga Beach memiliki 3 type kamar
Cottage big family maximal untuk 5 orang, Cottafe family maximal untuk 2 orang dan kamar honeymoon
Setiap di fasilitasi dengan AC, Water Heater, Water Boiler, Diner, Breakfast, Coffee, Tea & Mineral Water

Disini juga di sediakan boat kecil untuk memancing ikan, menelusuri pulau-pulau terdekat seperti pulau teraju, pulau cubadak, pulau sironjong gadang, pulau sironjong ketek dan pulau sutan.

Kita juga bisa menelusuri perkampungan nelayan seperti Sungai Nyalo, Kapo-Kapo, dan Sungai Pinang.

KEPULAUAN MENTAWAI

KEPULAUAN MENTAWAI

Kepulauan Mentawai merupakan satu dari 70 rantai pulau-pulau yang berada di bagian Barat Sumatra. Di Mentawai, ada empat pulau utama yang dianggap sebagai pulau paling besar, di antaranya adalah Pulau Siberut dengan luas 4030 km2, kemudian ada Pulau Sipura, Pagai Selatan, dan Pulau Pagai Utara.

Sisanya, pulau-pulau kecil kebanyakan tidak berpenghuni dan hanya ditumbuhi pohon-pohon kelapa yang rindang, membuat pemandangan begitu dramatis dan indah. Namun satu hal yang menjadi daya tarik Kepulauan Mentawai selain keindahan alam dan pantai-pantainya yang cantik adalah ombaknya yang besar dan menantang.

Ombak yang besar tersebut adalah magnet yang menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama pencinta surfing untuk datang berwisata ke Mentawai.

Visit Kepulauan Menatawai

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction service

DANAU MANINJAU

DANAU MANINJAU

Danau Maninjau adalah salah satu permata alam yang dimiliki Sumatera Barat. Terletak di Kabupaten Agam, danau ini berada pada ketinggian sekitar 460 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi perbukitan yang hijau serta asri. Dengan luas sekitar 100 km², Danau Maninjau menyuguhkan pemandangan yang menenangkan, seolah menjadi tempat pelarian sempurna dari hiruk-pikuk kehidupan kota. Keindahan alamnya tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyimpan banyak cerita dan nilai sejarah yang memperkaya pengalaman para pengunjung.

Untuk mencapai Danau Maninjau, pengunjung akan melewati kelok 44, sebuah jalan berliku menurun dengan 44 tikungan tajam yang menjadi daya tarik tersendiri. Dari puncak kelok ini, pengunjung bisa menikmati panorama danau dari ketinggian, menyaksikan air danau yang membiru dikelilingi oleh lembah yang subur. Selain keindahan alam, kawasan Danau Maninjau juga memiliki nilai budaya yang kuat. Salah satunya adalah keberadaan rumah kelahiran Buya Hamka, tokoh ulama dan sastrawan besar Indonesia, yang berada di tepi danau di Nagari Sungai Batang.

Danau Maninjau juga menjadi tempat yang cocok untuk berbagai aktivitas seperti bersepeda keliling danau, memancing, berenang, hingga sekadar menikmati matahari terbenam dari penginapan-penginapan sederhana yang tersedia di sekitarnya. Suasana yang damai dan udara yang sejuk membuat danau ini begitu dicintai oleh para wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Bagi siapa saja yang ingin menikmati keindahan alam Sumatera Barat yang masih alami dan sarat nilai budaya, Danau Maninjau adalah destinasi yang tak boleh dilewatkan.

Danau Maninjau berlokasi di Sungai Batang, Kecamatan Tj Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

KELOK 9

KELOK 9

Kelok 9 adalah salah satu ikon wisata dan infrastruktur Sumatera Barat yang terkenal akan keunikan arsitektur jalan serta panorama alamnya. Terletak di Kabupaten Limapuluh Kota, jalur ini menjadi penghubung utama antara Sumatera Barat dan Riau, sekaligus menjadi daya tarik wisata yang memukau.

Nama “Kelok 9” berasal dari sembilan tikungan tajam yang menjadi ciri khas jalan ini. Kelok 9 dirancang untuk menembus kawasan perbukitan yang terjal. Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia melakukan revitalisasi besar-besaran pada tahun 2003 hingga 2013 untuk meningkatkan kapasitas dan keamanan jalan. Salah satu hasil revitalisasi tersebut adalah pembangunan jembatan megah sepanjang 2,5 kilometer yang melintasi lembah dengan desain yang harmonis dengan alam sekitarnya. 

Kelok 9 dikelilingi oleh hutan tropis yang lebat dan lembah yang dalam, Kelok 9 juga menawarkan pemandangan yang memanjakan mata. Kabut tipis yang sering menyelimuti kawasan ini menambah nuansa tenang dan menenangkan. Wisatawan yang melintasi jalur ini sering kali berhenti di area tertentu untuk menikmati keindahan alam dan mengambil foto dengan latar belakang jembatan yang megah. 

Kelok 9 adalah bukti nyata bahwa perpaduan antara keindahan alam dan keunggulan infrastruktur dapat menciptakan daya tarik wisata yang luar biasa. Kelok 9 berlokasi di Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat

LEMBAH HARAU

LEMBAH HARAU

Lembah Harau merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat yang menawarkan pemandangan alam luar biasa. Lembah Harau ini menjadi magnet bagi wisatawan lokal maupun mancanegara yang ingin menikmati keindahan alam sambil merasakan ketenangan jauh dari kebisingan kota. Lembah Harau Ini dikelilingi oleh tebing-tebing granit yang menjulang tinggi hingga 300-400 meter. Tebing-tebing ini dihiasi oleh tumbuhan hijau yang menambah keasrian pemandangan. Di dasar Lembah Harau ini terdapat hamparan Persawahan dan Aliran Sungai yang jernih, yang menciptakan suasana yang menyenangkan.

Keindahan alam Lembah Harau semakin sempurna dengan adanya air terjun yang tersebar di beberapa titik. Air terjun seperti Sarasah Bunta, Sarasah Murai, dan Sarasah Aie Luluih menawarkan keindahan dan kesegaran yang tak tertandingi. Para pengunjung bisa merasakan sensasi segarnya air yang mengalir langsung dari pegunungan. Selain itu di Lembah Harau bisa juga melakukan panjat tebing baik pemula maupun profesional. 

Bagi wisatawan yang mencari ketenangan, berjalan-jalan menyusuri lembah atau sekadar duduk menikmati pemandangan adalah pilihan yang tepat. Beberapa penginapan di sekitar lembah juga menyediakan fasilitas untuk berkemah, sehingga pengunjung dapat menikmati keindahan Lembah Harau di malam hari dengan suasana yang lebih dalam.

Lembah Harau dapat dicapai dengan perjalanan sekitar 4 jam dari Kota Padang. Jalan menuju lembah sudah cukup baik, sehingga mudah diakses dengan kendaraan pribadi maupun transportasi umum. Di sekitar lembah, tersedia berbagai fasilitas seperti penginapan, restoran, dan area parkir yang memadai.

Lembah Harau adalah destinasi yang memadukan keindahan alam, aktivitas seru, dan kekayaan budaya dalam satu tempat. Bagi Anda yang ingin melarikan diri dari kesibukan kota dan menikmati suasana alam yang tenang, Lembah Harau adalah pilihan yang sempurna. Jangan lupa membawa kamera untuk mengabadikan momen indah di lembah ini, karena setiap sudutnya menawarkan pemandangan yang memukau. Lembah Harau berlokasi di Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.