Grand Buana Lestari Hotel

Grand Buana Lestari Hotel

Buana Lestari Hotel adalah tempat yang tepat bagi wisatawan yang mencari penginapan nyaman dengan harga terjangkau dan fasilitas lengkap di Sumatera Barat. Dari akomodasi yang nyaman hingga layanan yang prima, Buana Lestari Hotel siap memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan bagi Anda dan keluarga. 

Buana Lestari Hotel menawarkan fasilitas yang mendukung kenyamanan tamu selama menginap. Fasilitas yang tersedia di antaranya: kamar, restoran, kafe dan ruang pertemuan. Selain fasilitas lengkap, Buana Lestari Hotel dikenal dengan pelayanan yang ramah dan profesional. Staf hotel selalu siap membantu kebutuhan tamu selama menginap, sehingga para tamu merasa nyaman dan betah.

Menginap di Buana Lestari Hotel juga memberikan pengalaman unik, terutama bagi para tamu yang ingin merasakan sentuhan budaya lokal. Dekorasi hotel, layanan yang penuh kehangatan, serta hidangan tradisional yang tersedia di restoran hotel memberikan kesan autentik yang khas.  Untuk memesan tiket atau bokingan jauh hari sebelumnya, terutama saat musim liburan, karena hotel ini sering penuh.

 

Buana Lestari Hotel berlokasi di Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat. Dan lokasi hotel ini memiliki akses mudah ke beberapa objek wisata. Dengan berbagai destinasi menarik yang dapat dijangkau dalam waktu singkat, seperti:Pantai Gandoriah.  Hotel ini sangat cocok bagi para wisatawan yang ingin menjelajahi keindahan alam dan budaya Pariaman.

Pemandian Lubuk Bonta

Pemandian Lubuk Bonta

Pemandian Lubuk Bonta

Berbicara tentang wisata alam Pariaman memang tak ada habisnya. Salah satunya adalah mata air alami yang menjadi primadona sekaligus sebagai tempat untuk bersantai dan menghilangkan penat. Mata air alami ini bernama Pemandian Rumah Putih Lubuk Bonta. Disini anda akan dimanjakan dengan birunya mata air, dan jernihnya air. Ikan-ikan yang berenang dan lumut di dasar mata air terlihat sangat jelas.

Mata air ini merupakan mata air dari Gunung Tandikek yang pastinya memiliki air yang sejuk. Lokasinya yang berada dekat dengan Gunung Tandikek menambah kesan sejuk dan asri. Jika berkunjung kesini anda tidak akan membayar tiket masuk, tetapi cukup dengan membayar biaya parkir saja. Harga nya pun sangat terjangkau untuk mobil Rp 15.000,- dan Motor Rp 5000,- 

Fasilitas Pemandian Rumah Putih Lubuk Bonta ini cukup lengkap. Diantaranya: kamar ganti pakaian, Mushala, dan aneka jajanan yang dapat anda coba. Jika anda berkunjung disarankan untuk membawa pakaian ganti.

Pemandian Rumah Putih Lubuak Bonta ini dapat diakses dengan motor ataupun mobil. Mata Air ini berlokasi di Kapalo Hilalang, Kec Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Tradisi Bajapuik

Tradisi Bajapuik

Tradisi Bajapuik

Simbol Cinta dan Komitmen dari Pariaman

Indonesia memiliki banyak keberagaman dan kebudayaan, salah satunya Sumatera Barat. Ranah Minang ini memiliki beraneka budaya dengan kehidupan sosial penduduknya dan selalu menarik untuk dipelajari. Sumatera Barat memiliki salah satu daerah yang adat perkawinannya beda dengan daerah Minangkabau lainya, yaitu Pariaman. Pariaman memiliki adat atau tradisi yang unik yaitu Tradisi Bajapuik.

Tradisi Bajapuik adalah tradisi pernikahan khas Minangkabau. Tradisi ini tidak dilaksanakan di daerah Minangkabau lainnya, khusus dilaksanakan di Pariaman saja. Keunikan tradisi ini terletak pada proses sebelum pernikahan, yang mana pihak perempuan memberikan uang japuik atau uang jemputan kepada pihak laki-laki.Tujuan ini dilakukan agar menghargai pihak laki-laki yang sudah dibesarkan sedari kecil. Semakin tinggi pekerjaan atau jabatan laki-laki tersebut maka semakin besar pula uang jemputannya.

Pelaksanaannya sebelum akad nikah, pihak perempuan memberikan uang japuik kepada pihak laki-laki. Pada saat pemberian imbalan pada acara Manjalang Mintuo, pihak perempuan akan menerima imbalan balik oleh keluarga laki-laki. Seperti emas, uang dan aneka makanan.

Dalam Tradisi Bajapuik berlakulah nilai moral yakni, “datang karano di panggia, tibo karano dijapuik”. Artinya datang karena di panggil, tiba karena dijemput. Prosesi pernikahan di Pariaman, selalu laki-laki yang diantar ke rumah istrinya.

Tradisi Bajapuik ini memiliki makna positif, dimana tradisi ini bertujuan untuk menghargai pihak mempelai laki laki karena telah membesarkan anak laki laki mereka. Tentunya Tradisi Bajapuik ini bukan ajang untuk memperjual belikan manusia.

Bajapuik sendiri merupakan golongan adat yang di adat kan, yaitu adat ini disusun berdasarkan kesepakatan oleh masyarakat setempat dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kesepakatan dari masyarakat tersebut.

Muaro Mati Tiku

Muaro Mati Tiku

Muaro Mati Tiku

Muaro Mati adalah Muara kalau orang minang biasa menyebut muara ini adalah “Muaro”. Kenapa disebut Muaro Mati, karena laguna kecil ini tidak dialiri oleh air sungai melainkan ombak yang menghempas dari bibir pantai lalu mengalirlah air laut ini membentuk laguna.

 Hamparan  rumput hijau dan luas berpagar deretan cemara jadi ciri khas pantai ini. Lautnya berhias ombak yang tenang, membuatnya cocok untuk bermain air dan bersantai menikmati sunset. Muara ini berada di kawasan tanjung yang menjorok ke laut.

Laguna juga disebut dengan muara mati ini memiliki panorama yang sangat indah dengan rumput yg hijau dan barisan pohon kelapa. Selain itu muara ini juga memiliki habitat aneka jenis ikan dan kerang yang beragam. 

Langkitang dan pensi adalah jenis kerang yg banyak terletak di laguna tiku. Olahan kerang ini menjadi salah satu kuliner favorit pengunjung. Selain itu disini juga memiliki kuliner lainya seperti sate lokan, kepiting, udang, dan tidak lupa kuliner khas utama Pariaman yaitu sala bulek.

Muaro mati merupakan laguna yang mempesona di pesisir Sumatera Barat. Muaro ini tepatnya terletak di bibir pantai pasia tiku di Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Pulau Angso Duo

Pulau Angso Duo

Pulau Angso Duo

Surga Kecil di Pesisir Pariaman

Pulau Angso Duo adalah pulau kecil yang terletak di lepas pantai Kota Pariaman, Sumatera Barat, dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di daerah ini. Pulau ini mudah diakses dengan perahu dari Pantai Gandoriah, hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Keindahan Pulau Angso Duo terletak pada pasir putih yang lembut, air laut yang jernih, serta suasana pantai yang tenang dan alami.

Di Pulau Angso Duo, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas rekreasi air, seperti berenang dan snorkeling, menikmati keindahan terumbu karang dan kehidupan bawah laut yang menarik. Pulau ini juga memiliki hutan bakau yang asri, menawarkan suasana hijau dan segar yang cocok untuk wisata alam. Selain aktivitas air, Pulau Angso Duo juga menyediakan area yang cocok untuk berkemah bagi wisatawan yang ingin menikmati malam di tengah alam.

Nama Angso Duo berasal dari kata dua angsa. Pada zaman dahulu dua orang petinggi adat menemukan pulau ini, pada saat itu mereka mengenakan baju putih. Dari jauh mereka terlihat seperti dua angsa. Sejak saat itulah Pulau ini dinamakan dengan Pulau Angso Duo.

Dengan suasana pantai yang indah dan alami, Pulau Angso Duo sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat atau sekadar menikmati keindahan alam. Pulau ini menjadi salah satu tempat favorit bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Barat.

Festival Tabuik

Festival Tabuik

Festival Tabuik

Warisan Budaya Minangkabau

Festival Tabuik adalah acara budaya tahunan yang diselenggarakan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, untuk mengenang cucu Nabi Muhammad SAW. Dalam peringatan ini, masyarakat Pariaman menghormati cucu Nabi Muhammad, yaitu Hussein bin Ali, yang gugur di Karbala. Festival ini berlangsung pada bulan Muharram, terutama pada hari ke-10, yaitu Hari Asyura, dan menarik banyak pengunjung lokal maupun wisatawan.

Tabuik adalah tandu besar yang dihiasi ornamen warna-warni. Proses pembuatan Tabuik dilakukan bersama-sama oleh masyarakat. Mereka mengerjakan pembuatan Tabuik dengan penuh semangat, mulai dari menyusun bambu hingga menghiasnya dengan detail.

Pada puncak acara, dua tabuik diarak keliling kota dengan diiringi musik tradisional gandang tasa. Suara tabuhan gandang yang khas membuat suasana semakin meriah dan sakral. Setelah diarak, tabuik tersebut dibawa ke pantai dan dilarung ke laut.

Festival Tabuik tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menyatukan masyarakat dan menarik minat wisatawan. Festival ini kini menjadi bagian penting dari identitas budaya Pariaman dan menambah pesona wisata Kota Pariaman

Kabupaten Pariaman

Kabupaten Pariaman

Kabupaten Pariaman

Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat

Kota Pariaman merupakan kota yang terletak di pesisir barat Sumatera Barat, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Kota ini dikenal dengan keindahan pantainya, serta berbagai tradisi dan budaya khas Minangkabau. Pariaman memiliki luas wilayah sekitar 73,36 km² dan populasi penduduk yang mencapai sekitar 92.754 jiwa. Pusat pemerintahan kota ini berada di Kota Pariaman.

Sebagian besar penduduk Pariaman berasal dari suku Minangkabau, yang memiliki budaya kuat dan banyak dijaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mata pencaharian utama masyarakat Pariaman beragam, meliputi pertanian, perikanan, berdagang, serta sektor pariwisata dan jasa yang berkembang pesat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan ke kota ini.

Kota Pariaman memiliki sejumlah objek wisata populer, baik wisata alam, sejarah, maupun budaya. Beberapa objek wisata yang terkenal antara lain Pantai Gandoriah, Pulau Angso Duo, Pantai Kata, dan Pantai Cermin, yang menyuguhkan pemandangan pantai indah dan atraksi laut yang menarik. Selain itu, Pariaman juga dikenal dengan tradisi budaya uniknya seperti Festival Tabuik, yang digelar setiap tahun. Festival ini menampilkan arak-arakan tabuik besar yang diiringi musik tradisional, serta diakhiri dengan ritual melarung tabuik ke laut.

Kota Pariaman juga memiliki kuliner khas yang patut dicoba, di antaranya adalah Salalauak yang merupakan gorengan olahan ikan dan Nasi Sek atau juga dikenal sebagai Nasi Saik. Nasi ini disajikan dengan lauk sederhana seperti telur dadar, ikan teri, dan sambal lado, yang menjadikannya populer sebagai makanan pagi atau sarapan khas Pariaman. Kuliner ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pariaman.