Lukah Gilo

Lukah Gilo

Lukah Gilo merupakan Kesenian Tradisional dari Suku Minangkabau yang tinggal di Sumatera Barat. Kesenian ini mirip dengan jailangkung yang dikenal oleh seorang pawang. Lukah Gilo berasal dari bahasa Minangkabau, dimana lukah berarti alat tangkap ikan yang terbuat dari anyaman rotan dan gilo berarti gila. Dengan demikian lukah gilo dapat diartikan sebagai alat tangkap ikan yang terbuat dari rotan dan dapat bergerak kemana mana layaknya orang gila.

 

Pertunjukan ini biasanya di dilaksanakan pada malam hari. Malam yang dianggap waktu yang tepat untuk memanggil roh yang akan dimasukkan ke dalam lukah. Pertunjukan di pimpin oleh seorang pawang atau dukun. Dalam permainan boneka bernuansa magis ini, lukah bisa menjadi gilo atau gila karena dapat bergerak liar setelah dimantrai. Mirip dengan jailangkung yang dikendalikan seorang dukun. 

 

Lukah Gilo biasanya dimainkan dalam upacara pengangkatan penghulu, Perhelatan Nagari dan upacara pernikahan. Permainan rakyat ini kemudian menginspirasi lahirnya sebuah garapan tari lukah gilo. Tari Lukah Gilo di pentaskan oleh laki laki dan perempuan. Jumlah penari tidak ditentukan. Mengingat tarian ini dibawakan sesuai dengan besar kecilnya panggung. 

 

Sebagai seni kreasi baru, tari lukah gilo juga di kembangkan para penggiat seni dan sanggar tari. Penggarapannya tergantung ide dan kreativitas koreografernya. Baik dari sisi penambahan musik, pemilihan kostum, maupun gerakan tari. Hal ini dilakukan agar kesenian tradisi ini tidak hilang ditelan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *