BUNGA RAFLESIA

BUNGA RAFLESIA

Bunga Bangkai

Rafflesia arnoldii atau padma raksasa merupakan tumbuhan parasit obligat yang tumbuh pada batang liana (tumbuhan merambat) dari genus Tetrastigma. Spesies Raflesia yang lainnya juga memiliki inang yang sama. Rafflesia arnoldii pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan tropis Sumatera oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr. Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles, sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold.

Rafflesia arnoldii tidak memiliki daun sehingga tidak mampu melakukan fotosintesis sendiri dan mengambil nutrisi dari pohon inangnya. Bentuk yang terlihat dari bunga Raflesia ini hanya bunganya saja yang berkembang dalam kurun waktu tertentu. Keberadaannya seakan tersembunyi selama berbulan-bulan di dalam tubuh inangnya hingga akhirnya tumbuh bunga yang hanya mekar seminggu. Bunga Raflesia adalah identitas provinsi Bengkulu dan sebagai salah satu puspa langka dari tiga bunga nasional Indonesia mendampingi puspa bangsa (melati putih atau Jasminum sambac) dan puspa pesona (anggrek bulan atau Phalaenopsis amabilis) berdasarkan Kepres No 4 Tahun 1993 tentang Satwa dan Bunga Nasional.

 

TAMAN PUNCAK PAKU MANDEH

TAMAN PUNCAK PAKU MANDEH

Wisata Mandeh Sumbar
Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan semakin seksi dikunjungi para wisatawan.

Satu titik spot foto yang menarik bagi pelancong telah rampung dan siap memberi kesan eksotik, dibangun BRI bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) Provinsi Sumatera Barat

Destinasi wisata anyar yang diberi nama Puncak Paku Mandeh itu, Taman Puncak Paku, merupakan spot foto yang menarik bagi wisatawan

Budaya wisatawan saat ini adalah berswafoto dan Pemkab Pesisir Selatan, ingin memanjakan wisatawan dengan menyediakan spot foto yang menarik

Dengan adanya taman ini, kami meyakini Mandeh semakin populer terutama bagi wisatawan yang ingin berswafoto ke lokasi ini

BAGA BEACH COTTAGE

BAGA BEACH COTTAGE

Penginapan di Painan

Baga beach cottage merupakan penginapan yang bagus untuk berwisata bahari ke kawasan mandeh.

Destinasi ini berada di kawasan teluk mandeh. Baga beach cottage terletak di Ampang Pulai, Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat.

Untuk ke resort beach cottage para wisatawan bisa menggunakan mobil selama 2 jam perjalanan dari kota padang menuju Baga Beach Cottage.

Baga beach cottage mempunyai pesona laut yang sangat menawan dan keindahan sunsetnya di sore hari.

Baga beach cottage cocok untuk liburan keluarga karna disini wisatawan bisa melakukan aktivitas bakar ikan, bakar jagung, foto-foto, berenang atau bermain air.

Baga Beach memiliki 3 type kamar
Cottage big family maximal untuk 5 orang, Cottafe family maximal untuk 2 orang dan kamar honeymoon
Setiap di fasilitasi dengan AC, Water Heater, Water Boiler, Diner, Breakfast, Coffee, Tea & Mineral Water

Disini juga di sediakan boat kecil untuk memancing ikan, menelusuri pulau-pulau terdekat seperti pulau teraju, pulau cubadak, pulau sironjong gadang, pulau sironjong ketek dan pulau sutan.

Kita juga bisa menelusuri perkampungan nelayan seperti Sungai Nyalo, Kapo-Kapo, dan Sungai Pinang.

KEPULAUAN MENTAWAI

KEPULAUAN MENTAWAI

wisata mentawai

Kepulauan Mentawai merupakan satu dari 70 rantai pulau-pulau yang berada di bagian Barat Sumatra. Di Mentawai, ada empat pulau utama yang dianggap sebagai pulau paling besar, di antaranya adalah Pulau Siberut dengan luas 4030 km2, kemudian ada Pulau Sipura, Pagai Selatan, dan Pulau Pagai Utara.

Sisanya, pulau-pulau kecil kebanyakan tidak berpenghuni dan hanya ditumbuhi pohon-pohon kelapa yang rindang, membuat pemandangan begitu dramatis dan indah. Namun satu hal yang menjadi daya tarik Kepulauan Mentawai selain keindahan alam dan pantai-pantainya yang cantik adalah ombaknya yang besar dan menantang.

Ombak yang besar tersebut adalah magnet yang menarik banyak wisatawan lokal maupun mancanegara, terutama pencinta surfing untuk datang berwisata ke Mentawai.

DANAU MANINJAU

DANAU MANINJAU

Wisata di Maninjau

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibu kota Sumatra Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibu kota Kabupaten Agam.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau Maninjau tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatra Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 kmĀ² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.

KELOK 9

KELOK 9

kelok 9

Kelok 9 atau Kelok Sembilan adalah ruas jalan berkelok yang terletak sekitar 30 km sebelah timur dari Kota Payakumbuh, Sumatra Barat menuju Provinsi Riau. Jalan ini membentang sepanjang 300 meter di Jorong ulu air, Nagari harau/kenagarian persiapan ulu air, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatra Barat dan merupakan bagian dari ruas jalan penghubung Lintas Tengah Sumatra dan Pantai Timur Sumatra. Jalan ini memiliki tikungan yang tajam dan lebar sekitar 5 meter, berbatasan dengan jurang, dan diapit oleh dua perbukitan di antara dua cagar alam: Cagar Alam Air Putih dan Cagar Alam Harau.

Di sekitar Jalan Kelok 9 saat ini telah dibangun jembatan layang sepanjang 2,5 km. Jembatan ini membentang meliuk-liuk menyusuri dua dinding bukit terjal dengan tinggi tiang-tiang beton bervariasi mencapai 58 meter. Terhitung, jembatan ini enam kali menyeberangi bolak balik bukit. Jembatan ini diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Oktober 2013 meskipun telah beberapa kali dibuka untuk menunjang arus mudik lebaran dan penyelenggaraan Tour de Singkarak dua tahun sebelumnya.

SERIBU RUMAH GADANG

SERIBU RUMAH GADANG

Objek wisata di solok

Anda ingin menikmati suasana perkampungan tradisional Minangkabau tempo dulu yang masih asli datanglah ke Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan yang berjarak 150 kilometer dari Kota Padang, Ibu Kota Provinsi Sumatera Barat.

Memasuki Nagari Koto Baru pengunjung akan menyaksikan perkampungan Minangkabau masa lampau. Ratusan rumah adat Minangkabau atau Rumah Gadang di kiri kanan sepanjang jalan perkampungan sebagian besar masih terawat.

Pemandangan rumah-rumah bagonjongyang artistik ini mampu menghilangkan penat dan capek setelah menempuh perjalanan panjang memakan waktu sekitar 3,5 jam dari Kota Padang.

Tak sulit menemukan kawasan yang pernah digunakan sebagai lokasi syuting film layar lebar Di Bawah Lindungan Kabah yang diangkat dari novel Buya Hamka karena berada di dekat jalan utama Solok Selatan yang menghubungkan Kota Padang dengan Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, itu.

Memasuki Nagari Koto Baru terlihat plang raksasa bertuliskan “Kawasan Saribu Rumah Gadang” di samping pintu masuk Masjid Raya Koto Baru.

Karena lokasinya yang artistik, kawasan ini juga pernah dijadikan lokasi syuting film televisi (FTV) berjudul “Calon Istri yang Terzalimi” dan ditayangkan di salah satu televisi swasta nasional.

Setelah memasuki pintu gerbang, deretan rumah gadang di kiri kanan jalan seolah menjadi pagar betis dan siap menyambut pengunjung yang ingin menikmati pemandangan rumah adat Minangkabau tersebut.

Untuk lebih bisa menikmati keindahan rumah gadang tersebut, pengunjung atau wisatawan bisa dengan berjalan kaki untuk mengelilingi kawasan tersebut. Kawasan saribu rumah gadang juga pernah digunakan tempat pengambilan gambar serial anak “Si Bolang”.

MINIATUR MAKKAH

MINIATUR MAKKAH

miniatur makkah padang

Padang menyuguhkan berbagai tempat wisata seperti wisata sejarah, wisata alam, wisata pantai dan wisata edukatif. Termasuk juga satu diantaranya wisata rohani, yakni Miniatur Makkah atau yang sering dikenal dengan Makkah Mini yang berlokasi di Lubuk Minturun, Padang, Sumatera Barat. Tempat ini dijadikan juga sebagai objek wisata karna keunikannya, dan memberikan deskripsi sama seperti Makkah yg asli.

Sesuai dengan namanya, Miniatur Makkah tempat ini merupakan sebuah area Masjid yang dibuat sedemikian rupa mirip dengan kota Makkah di Arab Saudi, yang menjadi tujuan haji oleh umat muslim.Sesuai dengan namanya, ukuran dari miniatur ini tidak seluas dan sebesar dengan yang aslinya. Namun yang sangat menarik dari tempat ini adalah bangunan-bangunan dan tata letaknya yang ada di sana sangat unik dan seolah-olah dibuat mirip dengan aslinya.

Suasana kota Makkah akan semakin terasa pada saat Anda mulai memasuki kawasan Masjid Nur Zikrillah atau yang dikenal sebagai miniatur dari Masjidil Haram. Masjid ini selain digunakan untuk beribadah juga digunakan untuk manasik haji. Masjid Nurzikrullah dibuka hanya pada waktu shalat. Di depan pintu masuk anda akan menemukan tugu Alquran raksasa seperti yang ada di kota Makkah, namun ukurannya lebih kecil. Setelah itu Anda akan menemukan batu-batu besar yang diberi tulisan nama-nama tempat di Makkah.
Di tengah kawasan wisata Miniatur Makkah ini ada jembatan dengan tiga tugu di atasnya, ini menyimbolkan tempat umat Islam melempar jumroh. Di samping jembatan terdapat sebuah terowongan yang melambangkan terowongan Mina. Di lokasi ini juga terdapat miniatur bukit Safa dan Bukit Marwah yang merupakan tempat yang dikunjungi dalam rangkaian ibadah haji. Lokasi ini juga menyajikan pemandangan alam yang cukup indah dengan hamparan bukit nan hijau dan rumput taman sebagai latar belakangnya.
Berbagai koleksi satwa seperti unta, ular pyton, dan ikan besar juga dipelihara di tempat ini. Sentuhan wisata rohani, wisata alam dan wisata edukasi bisa didapatkan di satu lokasi ini. Bila anda tertarik untuk berkunjung ke Miniatur Makkah di Padang. Anda dapat memakai kendaraan pribadi lewat jalur bypass Kota Padang, menuju simpang Lubuk

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka

Tempat wisata Maninjau
Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka adalah museum yang terletak di sekitar tepian Danau Maninjau, tepatnya di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Museum ini mulai dibangun pada tahun 2000 dan diresmikan pada tahun 2001 oleh Gubernur Sumatra Barat waktu itu, Zainal Bakar. Sesuai dengan namanya, museum ini mengkhususkan diri pada koleksi benda-benda peninggalan Buya Hamka, yang bangunannya merupakan rumah yang ditempati Hamka sejak lahir hingga sebelum pindah ke Padang Panjang. Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka terletak pada ketinggian yang lebih tinggi 5 meter dari jalan raya di sekitarnya. Museum ini menghadap ke arah barat atau Danau Maninjau dan membelakang ke arah timur. Museum ini memiliki bentuk arsitektur layaknya Rumah Gadang dengan atap bergonjong dan hiasan ukiran Minang. Museum ini mulai dibuka pukul 8.00 hingga pukul 15.00 waktu setempat. Namun biasanya akan tetap dibuka untuk sementara waktu meski pengunjung melewati batas waktu kunjungan. Dari sekian orang yang mengunjungi museum ini, kebanyakan mereka bukan orang Indonesia, melainkan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam

JANJANG SARIBU

JANJANG SARIBU

Janjang Saribu (Indonesia: tangga seribu), atau Janjang Koto Gadang, adalah salah satu objek wisata yang terdapat di Ngarai Sianok, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Tangga dan jalan yang bertembok ini melintas mulai dari Koto Gadang di lembah Ngarai Sianok lalu naik ke Bukittinggi. Panjang keseluruhannya kira-kira sepanjang 780 m, lebar jalan 2 m, serta bertembok beton yang bentuknya menyerupai bentuk Tembok Besar Tiongkok. Kira-kira di pertengahan jalan bertembok ini, terdapat sebuah jambatan gantung yang sering disebut Jembatan Merah. Dari ujung ke ujung, perjalanan melintasi tangga dan jalan ini kira-kira memakan waktu 15-30 menit.