Paralayang Puncak Lawang

Paralayang Puncak Lawang

Lawang Park di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, menjadi surga tersembunyi bagi para pencinta olahraga udara, khususnya paralayang. Berada di ketinggian lebih dari 1.200 meter di atas permukaan laut, tempat ini menyuguhkan panorama Danau Maninjau yang membentang luas, dikelilingi perbukitan hijau dan kabut tipis yang menambah kesan magis. Tak heran jika Lawang Park menjadi salah satu spot paralayang favorit, baik bagi atlet profesional maupun wisatawan yang ingin merasakan sensasi terbang bebas.

Paralayang di Lawang Park bisa dinikmati oleh siapa saja, termasuk pemula. Wisatawan dapat mencoba paralayang tandem—terbang bersama instruktur berpengalaman—dengan harga sekitar Rp500.000 per orang. Harga ini sudah termasuk peralatan lengkap dan durasi terbang selama 10–15 menit tergantung kondisi angin. Aktivitas ini tidak hanya menguji adrenalin, tetapi juga menjadi cara terbaik untuk menikmati keindahan alam dari sudut pandang langka, menjadikan pengalaman liburan lebih berkesan.

Waktu terbaik untuk menikmati paralayang di Lawang Park adalah pagi hingga siang hari, ketika angin masih stabil dan cuaca cerah. Terutama pada musim kemarau (April hingga Oktober), kondisi langit yang bersih dan visibilitas yang tinggi akan membuat pengalaman terbang semakin sempurna. Meski begitu, paralayang juga bisa dilakukan pada musim lainnya asalkan cuaca mendukung dan angin tidak terlalu kencang.

Selain paralayang, Lawang Park juga menawarkan berbagai fasilitas lain seperti kafe, spot foto, area bermain, hingga penginapan dengan pemandangan langsung ke Danau Maninjau. Bagi yang ingin melepas penat atau mencari aktivitas liburan yang tidak biasa, paralayang di Lawang Park adalah pilihan yang tepat. Gabungan antara tantangan dan keindahan alam ini dijamin akan meninggalkan kesan tak terlupakan dalam petualangan Anda di Sumatera Barat.

Museum Buya Hamka

Museum Buya Hamka

Di tepi Danau Maninjau yang tenang dan memesona, berdiri sebuah rumah sederhana yang menyimpan kisah besar dari tokoh ulama dan sastrawan terkemuka Indonesia, Buya Hamka. Rumah ini terletak di Nagari Sungai Batang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, dan menjadi saksi bisu kelahiran serta masa kecil Haji Abdul Malik Karim Amrullah, atau yang lebih dikenal dengan nama Buya Hamka. Kini, rumah tersebut telah dijadikan museum dan dikenal sebagai Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka, tempat yang tak hanya menyuguhkan nuansa sejarah, tetapi juga memperkaya wawasan tentang perjuangan intelektual dan spiritual seorang tokoh bangsa.

Rumah kelahiran Buya Hamka dibangun dengan arsitektur khas Minangkabau, yaitu rumah gadang yang penuh nilai budaya. Di dalamnya tersimpan berbagai peninggalan pribadi Buya Hamka, seperti mesin tik, buku-buku tulisannya, pakaian, dan dokumentasi kehidupan beliau. Setiap sudut rumah ini menghadirkan nuansa masa lalu yang kuat, membuat pengunjung seolah diajak menyusuri jejak langkah sang ulama sejak masa kecil hingga dewasa. Dikelilingi oleh lanskap indah Danau Maninjau, tempat ini tidak hanya menyentuh sisi intelektual, tetapi juga batin setiap orang yang datang.

Buya Hamka dikenal luas sebagai seorang ulama besar, pemikir Islam yang moderat, sekaligus sastrawan yang melahirkan karya-karya sastra legendaris seperti “Tenggelamnya Kapal Van der Wijck” dan “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Pemikirannya melampaui batas zaman, dan keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran menjadikan beliau sebagai inspirasi lintas generasi. Rumah kelahirannya di Sungai Batang kini menjadi destinasi wisata budaya dan religi yang penting di Sumatera Barat, tempat yang ideal untuk mengenal lebih dekat tokoh besar yang telah memberi warna dalam sejarah Indonesia.

Sepanjang hidupnya, Hamka telah banyak melahirkan karya, baik berupa sastra, sejarah, maupun tafsir. Beberapa karya Hamka bahkah telah di filmkan. Berikut adalah beberapa karya Hamka yang populer :

  1. Di Bawah Lindungan Ka’bah 
  2. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck 
  3.  Merantau ke Deli 
  4. Tuan Direktur
  5. Terusir 
  6. Ditepi Sungai Dajlah 
  7. Dari Perbendaharaan Lama
  8. Sejarah Umat Islam 
  9. Tafsir Al – Azhar 
  10. Tasawuf Modern 

Museum Rumah Kelahiran Buya Hamka berlokasi di Jl Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat Indonesia.

Masjid Raya Sumatera Barat

MASJID RAYA SUMATERA BAARAT

Masjid Raya Sumatera Barat merupakan mesjid raya yang berada di Provinsi Sumatera Barat yang terletak di Jalan Chatib Sulaiman, Kec. Padang Utara, Kota Padang. Masjid ini memiliki luas sekitar 4.430 meter persegi. Diawali dengan peletakan batu pertama pada 21 Desember 2007, pembangunannya selesai pada 4 Januari 2019 dengan total biaya sekitar Rp325 sampai 330 miliar. Sebagian besar dana berasal dari APBD Sumatera Barat. Pembangunan nya dilakukan secara bertahap karena adanya keterbatasan anggaran dari provinsi.

Arsitektur dari masjid ini Rizal Muslim pemenang sayembara desain Masjid Raya Sumatera Barat yang diikuti oleh 232 arsitek dari beberapa negara pada tahun 2007. Arsitektur masjid ini mengikuti tipologi Minangkabau berbentuk gonjong, dan penggunaan ukiran Minang sekaligus kaligrafi pada dinding luar masjid. Rizal Muslim juga menggambarkan kejadian peletakan batu Hajar Aswad yang menggunakan kain dan dibawa oleh empat orang perwakilan suku di Kota Mekkah pada setiap sudut. Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau.

Ruangan yang dipergunakan sebagai ruangan shalat terletak di lantai atas dan memiliki teras yang melandai ke jalan.

Berdasarkan rencana awal, Masjid raya Sumatera Barat akan di bangun dengan dengan biaya sedikitnya Rp600 miliar karena rancangannya didesain dengan konstruksi tahan gempa. Kerajaan Arab Saudi pernah mengirim bantuan sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan masjid, tetapi karena terjadi gempa bumi pada 2009, bantuan diperuntukkan untuk keperluan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca-bencana. Pada tahun 2015, Wakil presiden RI Jusuf Kalla meminta anggaran bangunan dipangkas. Pemangkasan anggaran membuat desain masjid berubah di tengah jalan, termasuk pengurangan jumlah menara dari awalnya 4 menjadi 1.

Masjid Raya Sumatera Barat ini dapat menampung sekitar 20.000 jamaah dan 600 kendaraan roda empat. Tidak hanya luas dan unik, terdapat taman dengan rumput hijau dan tanaman yang indah serta tempat evakuasi bila terjadi tsunami.

Pada malam hari, Masjid ini tampak lebih megah dan mewah karena ada hiasan lampunya yang menyala.

Visit Masjid Raya Sumatera Barat

Don't miss this amazing opportunity to enjoy tourist attraction services!

4D3N Bukittinggi Payakumbuh

4D3N BUKITTINGGI - PAYAKUMBUH
MIN 8 PAX
RP. 2.332.000/ PAX

HARI 01. Airport – Payakumbuh (L,D)

  • Selamat Datang di Bandara Internasional Minangkabau.
  • Setelah pengurusan bagasi langsung menuju kendaraan yang telah disediakan oleh Perwakilan kami.
  • Kemudian menuju Lamun Ombak Restaurant untuk Makan siang.
  • Selanjutnya menuju Payakumbuh via Lembah Anai yang terkenal dengan Air Terjun dan kesejukan serta keindahan alamnya.
  • Mengunjungi Minangkabau Village, yang merupakan pusat dokumentasi Minangkabau
  • Setelah itu menuju Bukittinggi.
  • Dalam perjalanan singgah di Pandai Sikek yang terkenal dengan Tenunan Songket dan Ukiran tradisional Minangkabau.
  • Meneruskan perjalanan menuju Payakumbuh,
  • Makan malam dilokal restaurant dan menuju Homestay untuk istirahat.

HARI 02. Minangkabau Tour – Bukittinggi – Payakumbuh (B,L,D)

  • Setelah sarapan, tour diawali menuju Lembah Harau dengan tebing tinggi nya yang mempesona,
  • Dilanjutkan menuju Kelok 9 yang merupakan proyek fly over terbesar di Sumatera Barat
  • Menuju Batusangkar ke Panorama Tabek Patah dan singgah di Home Industri Kiniko yaitu tempat pembuatan makanan dan minuman khas Sumatera Barat.
  • Makan siang di Pondok Flora restaurant
  • Selanjutnya menuju Istana Pagaruyung yaitu Pusat Pemerintahan Minangkabau pada masa dahulunya.Menuju Bukittinggi, mengunjungi Panorama Ngarai Sianok, Lobang Jepang, Jam Gadang
  • Kemudian singgah di Pusat oleh-oleh Ummi Hakim dan Randang Uni Adek untuk membeli oleh-oleh khas Sumbar.
  • Makan malam dilokal restaurant dan check in hotel
3d2n Sawahlunto

 

Day 03 Bukittinggi – Maninjau – Bukittinggi – (B,L,D)
  • Setelah sarapan pagi & check out hotel 

  • Mengunjungi The Great Wall of Koto Gadang, 

  • Kemudian menuju Desa Koto Gadang yang terkenal dengan kerajinan perak khas Sumatera Barat. 

  • Dilanjutkan menuju Kenagarian Lawang   untuk melihat pembuatan Gula tebu yang masih alami

  • Menuju Lawang Park untuk melihat keindahan Danau Maninjau dari Ketinggian. 

  • Singgah di Museum Buya Hamka

  • Makan siang di Eni Restaurant/ Batu Lambuik Resto

  • Menuju Kota Bukittinggi

  • Makan malam di lokla resturant

  • kebali ke hotel dan istirahat

Day 04 Bukittinggi – Airport

  • Sarapan pagi & check out hotel. 
  • Menuju  Bandara Internasional Minangkabau, tour berakhir. Sampai jumpa pada tour berikutnya 

 

Harga termasuk :

  • Transportasi AC
  • Makan sesuai program tour
  • Tiket masuk ke objek wisata
  • Akomodasi sesuai dengan pilihan (2 malam di Bukittinggi)
  • Driver Guide (FIT) & Tour Guide (GIT)
  • Mineral water & parkir
  • 20 pax dewasa + 1 FOC

Harga tidak termasuk :

  • Keperluan pribadi seperti : bill telepon, laundry, minibar, dll.
  • Tips untuk Pemandu Wisata dan Sopir
  • Jus/ Minuman dilokal restaurant
  • Tiket Pesawat/Airport Tax/ Porter di Bandara
  • Tambahan biaya untuk hari libur (Long weekend, natal, lebaran, tahun baru)

Visit 4d3n Bukittinggi - Payakumbuh

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our Tour Package services!

Pulau Sirandah

Pulau Sirandah

paket wisata pulau pagang

Pulau Sirandah adalah Pulau kecil yang berada dekat Kota Padang.Pulau ini berlokasi di Teluk Kabung, Kota Padang, Sumatera Barat.

Sejak dimulainya buka Pulau Sirandah pada 2017 banyak wisatawan yang berkunjung. Lebih dari 3.000 wisatawan yang datang mulai dari wisatawan lokal ataupun mancanegara. Pulau Sirandah Mengandalkan kejernihan air laut serta indahnya hamparan pasir putih di sepanjang pantai. Alam bawah laut pulau ini sangat cocok untuk melakukan kegiatan wisata seperti, snorkeling, menyelam dan selfie underwater. 

Jika ingin menikmati seluruh Pantai Pulau Sirandah pengunjung juga bisa berjalan kaki menyusuri pulau dengan waktu kurang lebih 1 jam perjalanan. Memasuki malam hari pengunjung juga dapat menikmati suasana camping dengan pemandangan langit dan bintang – bintang. Dari pulau ini pengunjung bisa melihat kelap – kelip lampu nelayan yang lewat bagaikan kunang – kunang laut.

Jarak tempuh untuk mengunjungi pulau ini sekitar 1 jam jika dari Kota Padang, melalui jalur baru jalan menuju Kawasan Mandeh yang berjarak 25 menit dari dermaga Sei Pisang atau dermaga Bungus Padang dengan menggunakan speed boat. Jika sampai di pulau ini pengunjung akan di manja oleh keindahan pulau kecil nan eksotis. Atau pengunjung bisa

Visit Pulau Sirandah

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

Pelabuhan Teluk Bayur

Pelabuhan Teluk Bayur

 

Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pelabuhan terbesar dan tertua di Sumatera Barat, yang berperan penting dalam aktivitas perdagangan dan transportasi laut di wilayah ini. Terletak di sebelah selatan Kota Padang, pelabuhan ini memiliki sejarah panjang sejak masa kolonial Belanda. Awalnya dikenal sebagai Emmahaven, pelabuhan ini dibangun pada tahun 1888 dan mulai beroperasi secara resmi pada 1892 untuk mendukung ekspor hasil bumi, terutama batubara dari Ombilin, Sawahlunto.

Sebagai pelabuhan utama di Sumatera Barat, Teluk Bayur memiliki infrastruktur yang modern dan mampu melayani kapal-kapal besar untuk berbagai keperluan, seperti ekspor-impor, distribusi barang, hingga transportasi penumpang. Komoditas utama yang melalui pelabuhan ini meliputi semen, minyak kelapa sawit, karet, dan hasil pertanian lainnya. Pelabuhan ini juga dikelola oleh PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II dan terus mengalami pengembangan untuk meningkatkan kapasitas serta efisiensinya.

Selain fungsi ekonominya, Pelabuhan Teluk Bayur juga memiliki nilai wisata, terutama karena pemandangan laut yang indah dengan latar belakang perbukitan hijau. Banyak orang datang ke sekitar pelabuhan untuk menikmati pemandangan kapal-kapal yang berlalu-lalang serta menikmati suasana senja yang memukau.

Dengan peran strategis dalam perdagangan internasional serta keindahan alam di sekitarnya, Pelabuhan Teluk Bayur tidak hanya menjadi pusat logistik, tetapi juga salah satu ikon bersejarah dan kebanggaan Kota Padang.

 

Sejarah Malin Kundang

Sejarah Malin Kundang

SEJARAH BATU MALIN KUNDANG

Malin Kundang berasal dari Provinsi Sumatera Barat, tepatnya di desa Air Manis. Diapit Pulau Pisang Pulau Besar dan Pisang Kecil. Kini Pantai Air Manis menjadi salah satu destinasi wisata populer yang ada di Kota Padang.

Dahulu di sebuah dusun nelayan, tepatnya di Sumatera Barat, hiduplah seorang anak laki laki bernama malin kundang. Ia tinggal bersama ibunya, Mande Rubaya. Sang ayah telah lama pergi meninggalkan ibu dan anaknya.

Malin tumbuh menjadi anak yang cerdas dan pemberani, tapi sedikit nakal.mereka Hidup dengan serba kekurangan. Hingga suatu ketika saat Malin beranjak dewasa, ia berpikir untuk merantau.Dengan Harapan nantinya saat kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi saudagar kaya raya.

Malin tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi kaya raya. Tekadnya semakin kuat, Malin meminta izin kepada ibunya. Ibunya sempat tidak mengizinkan Malin pergi, akan tetapi karena kegigihan Malin akhirnya ia izinkan merantau .

Ketika sedang berlayar, kejadian buruk menimpa Malin sehingga ia terdampar ke sebuah pantai. Warga desa di pantai tersebut menyambut dan membantu Malin untuk tinggal dan bekerja disana.

Beberapa tahun berlalu, kini Malin telah menjadi seorang nahkoda yang yang memiliki banyak anak kapal. Ia pun berhasil memperistri salah seorang putri saudagar kaya raya yang cantik. Kabar kesuksesan Malin sampai kepada ibunya. Setiap hari Mande Rubayah menyempatkan diri pergi ke dermaga berharap bisa bertemu dengan putranya.

Suatu ketika, sampailah kapal mereka di sebuah kampung tempat Malin dulu di besarkan. Malin Kundang pun turun dari kapal. Kemudian sang ibu berteriak berkata “ Malin Kundang, anak ku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar” sambil memeluk Malin.

Malin justru melepaskan pelukan sang ibu dan mendorongnya  hingga terjatuh ke tanah. Malin bepura pura tidak mengenal ibunya, karena malu melihat ibunya yang sudah tua dan memakai baju compang camping.

Melihat sikap Malin yang sombong, Mande Rubayah sangat sakit hati. Ia melihat kapal anaknya yang bertolak dari pantai, sambil berdoa dalam hatinya agar tuhan menghukum anaknya.

Badai besar kemudian menerjang kapal Malin Kundang sampai seluruh isi nya hancur. Kemudian serpihan kapal ini berubah menjadi batu karang, termasuk sosok Malin Kundang yang seadnh bersimpuh seperti memohon ampun.

Sekarang lokasi tersebut menjadi salah satu wisata terpopuler yang bernama Batu Malin Kundang yang berlokasi di Pantai Air Manis 

Visit Sejarah Batu Malin Kundang

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist Attraction services!

Saliguri Homestay

Saliguri Homestay

Saliguri Homestay, yang terletak di tengah-tengah Lembah Harau. Tempat yang sempurna untuk merasakan kedamaian dan keindahan alam Minangkabau. Dikenal dengan pemandangan alamnya yang menakjubkan, Lembah Harau menawarkan tebing-tebing batu yang menjulang tinggi, air terjun yang mempesona, serta sawah hijau yang menenangkan. Saliguri Homestay menyediakan pengalaman menginap yang nyaman, memungkinkan tamu untuk bersantai sambil menikmati keindahan alam sekitar.

Homestay ini menawarkan berbagai fasilitas kamar yang membuat pengunjung merasa seperti di rumah sendiri. Kamar tidur yang nyaman dilengkapi dengan kasur empuk, linen bersih, kipas angin untuk kenyamanan tidur. Beberapa kamar juga memiliki pemandangan langsung ke Lembah Harau, memberikan suasana yang menyegarkan dan damai. Kamar mandi pribadi dengan perlengkapan mandi lengkap, seperti sabun, sampo, dan handuk, tersedia di setiap unit, serta fasilitas shower dengan air panas di beberapa kamar. Untuk kenyamanan tambahan, setiap kamar juga dilengkapi dengan TV layar datar dan akses Wi-Fi gratis, memungkinkan tamu untuk tetap terhubung meskipun berada di tengah alam. Bagi yang membutuhkan ruang kerja, tersedia meja dan kursi yang nyaman.

Saliguri Homestay bukan hanya tempat untuk menginap, tetapi juga tempat untuk menikmati ketenangan. Suasana di sekitar homestay sangat damai, dikelilingi oleh alam yang asri, dengan suara gemericik air terjun dan angin yang berhembus lembut di antara pepohonan. Di luar homestay, pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas alam, seperti trekking dan hiking di jalur yang ada di sekitar Lembah Harau. Ada pula beberapa air terjun indah, seperti Air Terjun Pandai Sikek dan Air Terjun Saribuat, yang bisa dikunjungi untuk menyegarkan diri. Bagi pecinta fotografi, Lembah Harau adalah tempat yang sempurna untuk menangkap keindahan alamnya yang spektakuler.

Dengan fasilitas lengkap dan pemandangan alam yang luar biasa, Saliguri Homestay menawarkan pengalaman menginap yang tenang dan menyegarkan. Homestay ini adalah pilihan yang tepat bagi siapa saja yang ingin menikmati liburan di Sumatera Barat, baik itu keluarga, pasangan, atau solo traveler yang mencari ketenangan di tengah alam yang mempesona.

Saliguri Homestay berlokasi di Jl Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat.

Saribu Gonjong

Saribu Gonjong

Kampung Wisata Saribu Gonjong atau Sarugo terletak di Jorong Sungai Dadok, Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Perkampungan terpencil dan paling utara di Kabupaten Lima Puluh Kota itu jauh di keramaian. Suasananya masih terlihat asri dan tenang, bahkan sinyal telepon provider apapun tidak ada disini.

Sesuai namanya, Sarugo merupakan perkampungan adat dengan rumah gonjong yang sangat padat. deretan rumah gonjong di sini seperti membentuk barisan rapi dan semuanya menghadap ke mesjid raya. 

Mayoritas di sana terdiri dari rumah gonjong, yang jumlah nya ada 29 unit dengan ukuran sekitar 5 x 16 meter. Gonjong di setiap rumah ada 5 mencerminkan jumlah rukun Islam. Sekeliling Sarugo terdapat perbukitan. Sehingga Desa Sarugo terkurung perbukitan. Disini ada 800 jiwa penduduk yang tertinggal.

Masyarakat setempat bergantung dengan hasil pertanian, terutama hasil jeruk siam Gunung Omeh yang melimpah seluas 200 hektar. Masyarakat Sarugo sangat menjunjung tinggi nilai budaya. Mereka sangat disiplin, ramah, dan religius di setiap sendi kehidupan. Adat Minangkabau selalu dikedepankan

Ketua PDRI Syafruddin Prawiranegara beserta petinggi negara lainnya pernah tinggal disini dan masih bisa dijumpai beberapa bekas peninggalannya. 

Perjalanan ke Sarugo harus menempuh akses jalanan berliku menuju Gunung Omeh, atau 2 jam berkendara. Para tamu akan disambut terbuka oleh penduduk kampung yang sangat ramah. Suasana pedesaan yang asri ditambah semilir angin dari perbukitan, mendatangkan nuansa damai yang tak akan ditemukan di tempat lain.

Visit Seribu Gonjong

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!