Pasar Van der Capellen

Pasar Van der Capellen

wisata kuliner di batusangkar

Terdapat beberapa pasar kuliner di Sumatera Barat, satunya berada di Kabupaten Tanah Datar. Wisata kuliner berpadu budaya ini jadi sasaran liburan akhir pekan.

Menikmati keindahan Minangkabau tak lengkap rasanya bila tak mencicipi racikan masakan setempat. Nah, jika kamu liburan ke Kabupaten Tanah Datar, datang saja ke Pasar Van der Capellen yang berada di Batusangkar.

Unik nya lagi di Pasar Van der Capellen untuk bertransaksi ada mata uang khusus, yakni koin Capellen. Koin ini bisa didapat dengan menukar di meja panitia. Satu koin bernilai Rp 2.500. Ada berbagai pedagang di bawah payung dari bambu dengan pilihan beragam.

Selain jajanan lama khas Minang, baju yang dikenakan penjual berupa “baju kuruang basibah” lengkap dengan peralatan makan jaman dulu.

Selain kuliner, pasar Van der Capellen juga menjadi spot foto yang instagrammable.

Banyak pengunjung yang berfoto bersama untuk mengabadikan momen tersebut.

Pengunjung tak hanya dari Batusangkar saja namun ada juga dari luar Batusangkar

ISTANA SILINDUNG BULAN

ISTANA SILINDUNG BULAN

Istano Si Linduang Bulan adalah salah satu istana bersejarah. Istana ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi bagi masyarakat Minangkabau, karena menjadi saksi bisu perjalanan panjang Kerajaan Pagaruyung dan peralihan hukum adat ke syariat Islam pada abad ke-16.​

 

Nama “Si Linduang Bulan” diberikan pada tahun 1550 oleh Sultan Bakilap Alam, Raja Alam Pagaruyung, ketika memindahkan pusat kerajaan dari Ulak Tanjuang Bungo ke Balai Janggo. Peristiwa ini menandai penerapan resmi hukum Islam menggantikan hukum Buddha Tantrayana yang sebelumnya berlaku di kerajaan tersebut. 

 

Sejak awal berdirinya, Istano Si Linduang Bulan telah mengalami beberapa kali kebakaran dan renovasi. Bangunan pertama dibangun kembali pada tahun 1750 karena kondisi yang sudah tua. Pada tahun 1821, istana ini terbakar dalam Perang Padri. Kemudian, pada tahun 1869, dibangun kembali oleh Yang Dipertuan Gadih Puti Reno Sumpu. Kebakaran berikutnya terjadi pada 3 Agustus 1961, dan istana kembali dibangun pada tahun 1987 serta diresmikan pada tahun 1989. 

Arsitektur Istano Si Linduang Bulan mengadopsi gaya rumah gadang Minangkabau dengan model “alang babega”, yang merupakan ciri khas rumah gadang seorang raja. Bangunan ini memiliki ukuran 28 x 8 meter, dengan tujuh gonjong (tanduk) yang menjulang ke langit. Di halamannya terdapat dua rangkiang (lumbung padi) bernama Si Bayau-bayau dan Si Tinjau Lauik. Struktur rumah didukung oleh 52 tiang, masing-masing memiliki nama dan fungsi tersendiri dalam adat Minangkabau. ​

Istano Si Linduang Bulan tidak hanya menjadi simbol kebesaran Kerajaan Pagaruyung, tetapi juga pusat pelestarian budaya dan adat Minangkabau. Dengan keindahan arsitektur dan nilai sejarah yang dimilikinya, istana ini menjadi destinasi wisata budaya yang menarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya Minangkabau.

Istano Si Linduang Bulan berlokasi di Pagaruyuang, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar. 

KINCIA KAMBA TIGO

KINCIA KAMBA TIGO

Kincir air sejak zaman dahulu telah di pergunakan oleh masyarakat Minangkabau sebagai alat irigasi untuk mengalirkan air ke sawah. Alat ini berputar pada sumbunya karena didorong oleh air sungai atau air dari bukit yang dibendung. Di Minangkabau, Kincir air selain sebagai sarana irigasi juga sering digunakan sebagai penumbuk padi atau beras.

Daerah sekitar kincia kamba tigo juga bisa dijadikan tempat kegiatan Gathering keluarga dan kantor. Paket Wisata air kincia kamba tigo ini adalah salah satu paket wisata terbaik kami, sungai batang ombilin 9,2 Km, bisa digunakan untuk level pemula dan Pro, dengan grade 2 sampai 3, pengarungan sekitar 2-3 jam dan finish d nagari balimbiang,Tanah Datar. Menggunakan air bendungan danau singkarak,yg debit air nya stabil walaupun hari hujan. Melewati bbrapa objek wisata spt kincir air raksasa dan air terjun. View dengan pesawahan,bukit,dan lembah.serta satwa satwa spt kelelawar ,biawak dan burung burung.

Visit Kincia Kamba Tiga

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

KOPI KINIKO

KOPI KINIKO

​Kiniko Kopi adalah destinasi wisata kuliner sekaligus sentra produksi kopi tradisional. Tempat ini menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung untuk menikmati kopi khas Minangkabau sambil menyaksikan proses pembuatannya secara langsung. Dengan latar belakang perbukitan yang indah, Kiniko Kopi menjadi tempat yang cocok untuk bersantai dan menikmati suasana alam sambil menyeruput kopi hangat.​

 

Salah satu daya tarik utama Kiniko Kopi adalah penyajian kopi daun atau “kopi kawa”, minuman tradisional yang terbuat dari daun kopi yang diseduh. Pengunjung dapat menikmati minuman ini secara gratis dengan sistem self-service. Selain itu, tersedia juga minuman herbal seperti teh mulberry dan ramuan pinang yang terbuat dari campuran telur, jahe, dan susu, dipercaya bermanfaat untuk kesehatan dan stamina. ​

 

Kiniko Kopi juga menyajikan berbagai camilan tradisional yang lezat, seperti pisang goreng renyah dan roti bakar. Pengunjung dapat menikmati makanan ini sambil menikmati pemandangan sawah dan perbukitan yang menyejukkan mata. Tempat ini juga menyediakan berbagai produk olahan kopi dan rempah-rempah khas Minangkabau yang dapat dibeli sebagai oleh-oleh. ​

 

Dengan kombinasi antara wisata edukasi, kuliner, dan keindahan alam, Kiniko Kopi menjadi destinasi yang menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman berbeda di Sumatera Barat. Tempat ini buka setiap hari dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, dan dapat diakses dengan mudah dari Bukittinggi maupun Batusangkar.

 

Kiniko Kopi berlokasi di Jl Raya Batusangkar, Tabek Patah, Kabupaten Tanah Datar. 

DANAU SINGKARAK

DANAU SINGKARAK

Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten yang terdapat di provinsi Sumatra Barat, Indonesia, yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar.
Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas kedua di pulau Sumatra setelah danau toba di Sumatra Utara. Danau ini merupakan hulu dari sungai atau Batang Ombilin. Namun sebagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.

Danau Singkarak merupakan salah satu hasil dari proses tektonik yang dipengaruhi oleh Sesar Sumatra. Danau ini adalah bagian dari Cekungan Singkarak-Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatra. Cekungan dari danau ini terbentuk dari sebuah amblesan yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan Sesar Sumatra. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api sekitarnya. Akibat pembendungan material vulkanik ini terbentuklah Danau singkarak di satu bagian Cekungan Singkarak-Solok. Berbeda dengan Danau Maninjau yang terbentuk akibat letusan gunung api, Danau Singkarak terbentuk utamanya karena proses tektonik.

Visit Danau Singkarak

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

TABEK PATAH

TABEK PATAH

Bayangkan sebuah tempat yang tenang, sejuk, dan memanjakan mata dengan hamparan alam hijau sejauh mata memandang. Itulah Panorama Tabek Patah, permata tersembunyi di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Terletak di ketinggian seribu meter di atas permukaan laut, kawasan ini menghadirkan suasana damai dengan lanskap alam yang memukau sawah bertingkat, perbukitan hijau, dan kabut pagi yang menyelimuti, seolah membawa kita ke negeri di atas awan.

Nama “Tabek Patah” berasal dari kisah lama tentang sebuah telaga yang retak akibat bencana alam. Kini, kawasan ini justru menjelma menjadi tanah subur yang menyimpan keindahan dan kekayaan budaya Minangkabau. Tak hanya menyuguhkan pemandangan, Tabek Patah juga menghadirkan pengalaman mulai dari menyusuri kebun teh dan kopi rakyat, mencicipi kuliner tradisional, hingga berinteraksi langsung dengan masyarakat yang ramah dan penuh cerita.

Setiap sudut di Tabek Patah seperti diciptakan untuk dinikmati perlahan. Spot-spot foto dengan latar alam yang indah, udara segar pegunungan, hingga momen matahari terbit dan terbenam yang memesona, menjadikan tempat ini begitu layak untuk dikunjungi. Hanya dengan tiket masuk yang terjangkau, pengunjung sudah bisa merasakan kedamaian dan keindahan yang luar biasa.

Panorama Tabek Patah bukan sekadar tujuan wisata, tapi ruang untuk kembali terhubung dengan alam dan budaya. Tempat yang mengajarkan kita bahwa keindahan tak harus mewah, cukup alami, tulus, dan penuh makna.

Panorama Tabek Patah Berlokasi di Tabek Patah Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar.