KAPATOMAN CAFE

KAPATOMAN CAFE

Tempat Wisata di Bukittinggi

Warga Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam kini punya alternatif baru untuk menikmati keindahan alam sambil menikmati secangkir kopi. Alternatif itu, disuguhkan Cafe Kapatoman, tempat nongkrong baru berbentuk kapal yang berada di Jorong Jambak, Nagari Sianok Anam Suku, Kecamatan Ampek Koto, Kabupaten Agam.

Suasana dan pemandangan alam yang indah yang dapat dinikmati dari setiap sudut cafe, membuat cafe yang ramai dikunjungi oleh warga Agam dan Bukittinggi sejak beberapa waktu terakhir itu layak untuk dikunjungi.

Cafe Kapatoman dikelola oleh enam bersaudara yang merupakan satu keluarga. Dibangun dengan menggunakan bahan kayu.Ide pembuatan cafe, didasari keinginan untuk memberikan pengalaman baru bagi pengunjung dengan bentuk bangunan, keindahan alam, dan menu yang disuguhkan.

DANAU SINGKARAK

DANAU SINGKARAK

Danau Singkarak

Danau Singkarak adalah sebuah danau yang membentang di dua kabupaten yang terdapat di provinsi Sumatra Barat, Indonesia, yaitu kabupaten Solok dan kabupaten Tanah Datar.
Danau ini memiliki luas 107,8 km² dan merupakan danau terluas kedua di pulau Sumatra setelah danau toba di Sumatra Utara. Danau ini merupakan hulu dari sungai atau Batang Ombilin. Namun sebagian air danau ini dialirkan melalui terowongan menembus Bukit Barisan ke Batang Anai untuk menggerakkan generator PLTA Singkarak di dekat Lubuk Alung, kabupaten Padang Pariaman.

Danau Singkarak merupakan salah satu hasil dari proses tektonik yang dipengaruhi oleh Sesar Sumatra. Danau ini adalah bagian dari Cekungan Singkarak-Solok yang termasuk di antara segmen dari Sesar Sumatra. Cekungan dari danau ini terbentuk dari sebuah amblesan yang disebabkan oleh aktivitas pergerakan Sesar Sumatra. Cekungan besar ini terbendung oleh material vulkanik dari letusan gunung api sekitarnya. Akibat pembendungan material vulkanik ini terbentuklah Danau singkarak di satu bagian Cekungan Singkarak-Solok. Berbeda dengan Danau Maninjau yang terbentuk akibat letusan gunung api, Danau Singkarak terbentuk utamanya karena proses tektonik.

TABEK PATAH

TABEK PATAH

TABEK PATAH

Ojek wisata nusantara semakin menggelora, begitu banyak wisata baru yang terus bermunculan. Terkhusus di kawasan propinsi Sumatera Barat yang belum lama ini telah menghadirkan tempat wisata baru yang sangat favorit bagi warga di kawasan Tanah Datar. Yaitu wisata Panorama Tabek Patah yang menawarkan pesona keindahan alam yang sangat mengagumkan. Panorama alam di wisata ini sangat mempesona, sehingga menjadikan mata para pengunjung betah berlama-lama di sana.

Wisata Panorama Tabek Patah ini berada di kawasan Pinggang Gunung Merapi, sehingga wajar bila suhu udara di sana sangat sejuk. Belum lagi dengan banyaknya suguhan alam yang menyegarkan pandangan, misalnya saja seperti: panorama pegunungan, hamparan perbukitan yang banyak terdapat pohon pinus yang hijau, selain itu yang tak ketinggalan adalah terdapat spot foto yang kekinian banget, berupa rumah pohon dan gardu pandang dengan model lambang cinta. Spot foto seperti ini memang sedang gencar disuguhkan di tempat-tempat wisata dataran tinggi. Wisata seperti ini selain harganya sangat terjangkau, juga pemandangan alamnya sangat mengagumkan, pokoknya keren banget sebagai latar belakang untuk aktifitas foto selfie, tentunya cocok buat anak muda jaman now

MINANGKABAU VILLAGE

MINANGKABAU VILLAGE

Minangkabau Village
Minangkabau Village / Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau yang biasa disingkat PDIKM adalah salah satu museum di Sumatra Barat yang terletak di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Museum ini bersisikan berbagai macam informasi dan koleksi mengenai kebudayaan Minangkabau baik berupa dokumentasi audio maupun visual. Museum ini dapat diakses dari jalur utama Padang–Bukittinggi, berjarak sekitar lebih kurang dua kilometer dari pusat Kota Padang Panjang.

Minangkabau Village sendiri bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kebudayaan Minangkabau dan mengumpulkan berbagai macam literatur dan dokumentasi audio dan visual; seperti merekam berbagai peristiwa adat dalam bentuk film dan video, merekam lagu-lagu tradisional, hingga membuat duplikat alat-alat musik tradisional.

ISTANA PAGARUYUNG

ISTANA PAGARUYUNG

Tempat Wisata Batusangkar
Istana Pagaruyung yang lebih terkenal dengan nama Istana Basa Pagaruyung, adalah sebuah istana yang terletak di kecamatan Tanjung Emas, kota Batusangkar, kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Istana Pagaruyung ini berjarak lebih kurang 5 kilometer dari pusat kota Batusangkar. Istana ini merupakan objek wisata budaya yang terkenal di Sumatra Barat.

Istana Pagaruyung yang berdiri sekarang sebenarnya adalah replika dari yang asli.
Istana yang asli terletak di atas bukit Batu Patah dan dibakar habis pada tahun 1804 oleh kaum paderi yang kala itu memerangi para bangsawan dan kaum adat.
Istana tersebut kemudian didirikan kembali namun kembali terbakar tahun 1966.

Dahulunya Istana ini merupakan pusat pemerintahan kerajaan Minangkabau dibawah pimpinan Adityawarman. Kerajaan Pagaruyung pernah diperintah oleh beberapa dinasti.

TAMAN MONUMEN BUNG HATTA

TAMAN MONUMEN BUNG HATTA

wisata baru di bukittinggi

Para wisatawan dan pengunjung bakal menikmati nuansa baru berwisata di Bukittinggi sehubungan dibukanya Taman Monumen Proklamator Bung Hatta untuk umum. Taman terletak di samping Istana Bung Hatta (Tri Arga), terbuka bagi pengunjung untuk menikmati wisata sejarah dengan fokus monumen (patung) Proklamator Bung Hatta.

Monumen Proklamator Bung Hatta dibangun oleh Pemko Bukittinggi awal 2002 dan diresmikan oleh Presiden R.I Megawati Sukarno Putri 21 Desember 2003. Peresmiannya persis sehari sebelum hari Jadi Kota (HJK) Bukittinggi ke-219 di masa kepemimpinan Walikota H. Djufri. Monumen itu dibangun bersamaan revitalisasi objek sejarah di Bukittinggi, termasuk Jam Gadang, Jenjang 40 dan Jenjang Gudang.

MUSEUM TRIDAYA EKA DHARMA

MUSEUM TRIDAYA EKA DHARMA

Wisata Sejarah
Museum ini dahulunya adalah rumah peristirahatan Gubernur Sumatra. Pendirian museum ini digagas oleh Brigjen Widodo, salah seorang pimpinan TNI wilayah Sumatra Tengah. Gagasan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Brigjen Soemantoro dan diresmika menjadi museum pada tanggal 16 Agustus 1973.

Museum ini diberi nama Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma yang artinya tiga unsur kekuatan satu pengabdian. Nama ini bisa dikaitkan dengan falsafah Minang “Tigo Tungku Sajarangan”. Museum ini didirikan sebagai sarana komunikasi antara generasi dan sebagai pewaris semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan.

Dipilihnya kota Bukittinggi sebagai tempat berdirinya museum ini dikarenakan kota Bukittinggi pernah menjadi ibu kota provinsi Sumatra dan ibu kota negara Republik Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

BENTENG FORT DE KOCK

BENTENG FORT DE KOCK

Objek Wisata di Bukittinggi

Benteng Fort de Kock adalah benteng peninggalan Belanda yang berdiri di Kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Benteng ini didirikan oleh Kapten Bouer pada tahun 1825 pada masa Hendrik Merkus de Kock sewaktu menjadi komandan Der Troepen dan Wakil Gubernur Jenderal Hindia Belanda, karena itulah benteng ini terkenal dengan nama Benteng Fort De Kock.

Benteng yang terletak di atas Bukit Jirek ini digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837. Di sekitar benteng masih terdapat meriam-meriam kuno periode abad ke 19. Pada tahun-tahun selanjutnya, di sekitar benteng ini tumbuh sebuah kota yang juga bernama Fort de Kock, kini Bukittinggi.

Benteng Fort de Kock digunakan oleh Tentara Belanda sebagai kubu pertahanan dari gempuran rakyat Minangkabau terutama sejak meletusnya Perang Paderi pada tahun 1821-1837 .Semasa pemerintahan Be­lan­da, Bukittinggi dijadikan sebagai salah satu pusat peme­rintahan, kota ini disebut sebagai Gemetelyk Resort pada tahun 1828. Sejak tahun 1825 pemerintah Kolonial Belan­da telah mendirikan sebuah benteng di kota ini sebagai tempat pertahanan, yang hingga kini para wisatawan dapat melihat langsung benteng tersebut yaitu Fort de Kock. Selain itu, kota ini tak hanya dijadikan sebagai pusat peme­rintahan dan tempat pertahanan bagi pemerintah kolonial Belanda, namun juga dijadikan sebagai tempat peristirahatan para opsir Belanda yang berada di wilayah jajahannya.

NGARAI SIANOK

NGARAI SIANOK

Objek Wisata Bukittinggi

Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, di kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dan juga menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi.

Lembah curam di perbatasan Bukittinggi dan Agam ini begitu mempesona. Kontur alam yang berbukit-bukit menjadikan bagian dari lanskap bumi yang satu ini begitu menarik untuk sekadar dinikmati dengan bersantai. Spot terbaik menikmati Ngarai Sianok adalah di Taman Panorama, di mana kamu bisa mengabadikan kemegahan lembah ini, sekaligus menikmati kuliner khas Padang.

AIR TERJUN LEMBAH ANAI

AIR TERJUN LEMBAH ANAI

Air Terjun Lembah Anai

Air Terjun Lembah Anai adalah sebuah air terjun yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Air terjun setinggi sekira 35 meter ini berada tepat di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi di kaki Gunung Singgalang.

Air Terjun Lembah Anai merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah, anak Sungai Batang Anai yang berhulu di Gunung Singgalang di ketinggian 400 Mdpl. Air terjun ini terletak di batas barat kawasan Cagar Alam Lembah Anai sehingga suasana masih alami dengan hutan lebat serta pepohonan rimbun. Disekitar air terjun pun terdapat monyet yang yang berkeliaran. Pada saat liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung. Keindahannya membuat Air Terjun Lembah Anai menjadi icon pariwisata Provinsi Sumatra Barat.

Airnya yang jernih mengalir menyusuri perbukitan menuju lereng, lalu mengalir terus melewati hutan Gunung Singgalang sebelum sampai di tepi tebing yang curam. Dari tebing ini, aliran air kemudian terjun ke dasar lembah Anai dan membentuk kolam tempat air berkumpul.

Air terjun yang berkabut air membentuk gugusan indah yang berwarna-warni ketika disinari oleh cahaya mentari. Debit airnya cukup deras dan stabil di musim penghujan namun akan sangat deras saat hujan lebat turun. Tak jarang air terjun ini akan mengalami banjir dan airnya meluap ke jalan raya.