KOTA TUA PADANG

KOTA TUA PADANG

Kota Tua Padang Bagi kamu yang doyan dengan pemandangan vintage, Kota Tua Padang adalah salah satu spot menarik yang bisa kamu jelajahi. Tidak sedikit bangunan dengan gaya tempoe doeloe yang tersebar di sejumlah lokasi. Spot ini juga kerap dijadikan sebagai tempat foto prewedding untuk mendapatkan kesan classic. Kota Tua Padang kini juga menjadi salah satu wilayah cagar budaya yang terus dijaga kelestariannya. Menurut sejumlah sumber, Padang dulunya merupakan wilayah paling maju di Sumatra. Bahkan bisa disetarakan dengan kota Metropolitan. Banyak kegiatan perdagangan antar negara berlangsung di tempat ini, terutama di sekitar akhir Abad ke-18 dan awal Abad ke-19. Pemerintah kolonial juga pernah menjadikan Padang sebagai pusat kekuatan militer mereka. Salah satu daerah tersibuk adalah Pelabuhan Muaro, lokasi yang diyakini sebagai titik awal berkembangnya Kota Padang. Kini, sejumlah bangunan peninggalan Belanda masih bisa ditemui sepanjang Jl Muaro, Pasa Gadang, Pasa Mudik, hingga daerah Pondok. Kota Tua bagaikan etalase yang menunjukkan keragaman budaya masyarakat Padang. Sebab di kawasan ini hidup masyarakat dari beragam etnik. Mulai dari India, Tionghoa, Melayu, Nias, Jawa, hingga Minangkabau, semuanya punya adat istiadat dan tradisi masing-masing. Contohnya saja masyarakat keturunan India yang berdiam di daerah Kampung Keling. Setiap tahunnya mereka rutin mengadakan Serak Gulo, khusus untuk memberi penghormatan pada tokoh-tokoh muslim India berjasa besar. Padang menjadi wilayah ketiga di dunia yang mengadakan tradisi ini, selain India dan Singapura.
Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat Masjid Raya Sumatra Barat salah satu landmark terbaru yang dimiliki Padang dan Sumatera, Masjid Raya Sumatera Barat ini memiliki bentuk yang mengadopsi rumah adat Minangkabau. Karena keunikannya ini, spot tersebut turut menjadi destinasi wisata religi bagi yang berkunjung ke ibukota Sumatera Barat ini. Konstruksi masjid terdiri dari tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai atas, memiliki teras yang melandai ke jalan. Denah masjid berbentuk persegi yang melancip di empat penjurunya, mengingatkan bentuk bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berbagi kehormatan memindahkan batu Hajar Aswad. Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau rumah gadang. Masjid Raya Sumatra Barat menampilkan arsitektur modern yang tak identik dengan kubah. Atap bangunan menggambarkan bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu Hajar Aswad. Ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berselisih pendapat mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempat semula setelah renovasi Ka'bah, Nabi Muhammad memutuskan meletakkan batu Hajar Aswad di atas selembar kain sehingga dapat diusung bersama oleh perwakilan dari setiap kabilah dengan memegang masing-masing sudut kain.
MESJID TUO KAYU JAO

MESJID TUO KAYU JAO

  Wisata rohani di Padang? Bisa banget! Masjid Tuo Kayu Jao merupakan masjid tertua di Minangkabau, yang usianya sudah mencapai lebih dari 400 tahun. Bentuknya yang unik dan lokasinya yang eksotik menjadikan masjid ini menjadi destinasi wisata di Padang yang layak untuk dikunjungi. Masjid Tuo Kayu Jao adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Masjid yang tercatat telah berdiri sejak tahun 1599 ini merupakan masjid tertua di Kabupaten Solok dan tertua kedua di Indonesia yang masih berdiri sampai saat ini. Masjid Tuo Kayu Jao juga merupakan salah satu cagar budaya di Sumatra Barat yang diawasi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Masjid ini telah beberapa kali mengalami pemugaran, seperti pemugaran salah satu tiang dan penggantian atap ijuk yang lama dengan yang baru karena telah lapuk. Meskipun telah beberapa kali dipugar, keaslian masjid ini masih tetap dipertahankan. Namun dalam pemugaran terakhir, warna cat masjid ini yang sebelumnya putih diganti menjadi coklat kehitaman. Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat, bahkan telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Sumatra Barat terutama di Kabupaten Solok
MUSEUM ADITYAWARMAN

MUSEUM ADITYAWARMAN

MUSEUM ADITYAWARMAN Museum Adityawarman adalah museum budaya provinsi Sumatra Barat yang terletak di Kota Padang Museum ini diresmikan pada 16 Maret 1977 mengambil nama besar salah seorang raja Malayapura pada abad ke-14, Adityawarman yang sezaman dengan Kerajaan Majapahit Museum Adityawarman ini memiliki julukan Taman Mini ala Sumatra Barat Konstruksi museum dikerjakan pada 1974. Bangunan museum berada di areal lebih kurang 2,6 hektare dengan luas bangunan sekitar 2.854,8 meter persegi. Peresmian museum ditandai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Syarif Thayeb. Selanjutnya, museum ini diberi nama Museum Negeri Adityawarman Sumatra Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri No.093/0/1979 tanggal 28 Mei 1979. Sebagai museum budaya, Museum Adityawarman menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya nasional. Salah satu di antaranya adalah bangunan yang berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau Baanjuang. Museum Adityawarman tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan dan melestarikan benda bersejarah seperti cagar budaya. Museum Adityawarman ini terdapat seluk beluk kebudayaan khas Minang, mulai dari pakaian adat hingga alat-alat musik tradisional. Terletak di pusat Kota Padang
LAWANG PARK

LAWANG PARK

Objek Wisata Maninjau Lawang Adventure Park Agam atau bisa disebut Lawang Park merupakan taman wisata dataran tinggi di Sumatera Barat. Tempat wisata ini bisa menjadi salah satu list liburan untuk menikmati alam. Disuguhkan dengan Danau Maninjau dapat melengkapi kesan keindahan liburan di Sumatera Barat. Tempat wisata di pegunungan tentu saja jauh dari pemukiman penduduk tetapi keindahannya bisa mengobati kelelahan. Lawang Adventure Park Agam dibuka 24 jam. Hal itu karena tempat wisata ini menyediakan homestay atau penginapan. Pengunjung yang ingin bermalam di sini tidak dibatasi dengan jam buka ataupun tutup. Namun bagi pengunjung yang hanya ingin berwisata atau berfoto disarankan datang pagi hingga sore hari. Wisata yang berada di ketinggian lebih dari 1.000 mbpl ini tentu saja memiliki pemandangan alam menakjubkan. Dengan menikmati keindahan alam yang disajikan bisa membuat liburan semakin menyenangkan
RAWA MATI PARIAMAN

RAWA MATI PARIAMAN

Objek Wisata Pariaman Ini dia salah satunya, Rawa Mati Pariaman. Tempat ini dinamakan Rawa Mati karena pohon bakau yang berada di rawa tersebut seperti mati. Di sanalah pengunjung banyak berfoto, karena pemandangannya yang unik. Selain menikmati pemandangan rawa mati dan berfoto. Disana juga terdapat perahu yang membawa pengunjung ke bagian tengah rawa tersebut yang merupakan tempat paling indah untuk berfoto. Perahu tidak hanya mengantarkan kita ke tempat berfoto yang cantik, tapi kita juga di bawah berkeliling Rawa Mati terlebih dahulu. Tentunya perahu tersebut tidak gratis (karena memang tidak ada yang gratis di dunia ini). Biaya perahu tidak terlalu mahal. Untuk 1 orang Rp. 15.000. Tempat wisata ini tidak hanya menghadirkan keindahan Rawa Mati, tapi pada sore yang menjemput senja, mata kita juga dihadiahkan pemandangan sunset yang menawan.
RUMAH GADANG SUNGAI BARINGIN

RUMAH GADANG SUNGAI BARINGIN

Rumah Gadang Sungai Beringin Rumah gadang sungai baringin menjadi salah satu objek wisata budaya yang cukup menarik untuk dikunjungi para pelancong dari luar. Kompleks Rumah Gadang Sungai Beringin dibangun di atas lahan seluas lebih dari tiga hektare oleh mendiang Nasrul Chas, seorang pengusaha kaya yang juga pendiri Hotel Pusako Bukittinggi. Rumah gadang itu diresmikan keberadaannya pada 9 Januari 1994 oleh menteri pariwisata pos dan telekomunikasi yang ketika itu dijabat oleh Joop Ave. Bangunan tersebut kemudian dipersembahkan untuk anak cucu Minangkabau dan hingga kini digunakan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya adat Minang kepada dunia luar.
RUMAH KELAHIRAN BUNG HATTA

RUMAH KELAHIRAN BUNG HATTA

Museum Bung Hatta Rumah Kelahiran Bung Hatta adalah rumah yang dibangun sebagai upaya mengenang dan memperoleh gambaran tempat Bung Hatta dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya sampi berusia 11 tahun. Selanjutnya Bung Hatta melanjutkan pendidikan menengahnya di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO) atau sekolah menengah di kota Padang. Rumah Kelahiran Bung Hatta ini terletak di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatra Barat. Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara yang mengelola Universitas Bunga Hatta dan merenovasi rumah kelahiran Bung Hatta pada bulan September 1994. Perencanaan dan Pelaksanaan renovasi dipimpin oleh Rektor Universitas Bung Hatta. Museum ini dikelola oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bukittinggi yang bernilai sejarah yang tinggi.
PANTAI NIRWANA

PANTAI NIRWANA

Nirwana, kata yang berasal dari bahasa Melayu ini berarti surga. Lalu berlebihankah bila ada sebuah tempat yang bernama Nirwana? Sepertinya tidak. Cobalah datang langsung ke sebuah tempat bernama Pantai Nirwana di Kelurahan Sula, Betoambari, Bau-Bau, Buton, Sulawesi Tenggara. Di pantai ini, dapat dinikmati pemandangan yang membuat mata tak ingin terpejam. Pantai Nirwana, merupakan pantai pasir putih yang sangat kontras dengan air laut yang biru jernih. Ombak di pantai ini sangat tenang, hampir tak ada karang. Sehingga pengunjung bisa dengan bebas bermain air, berjemur, atau membakar ikan dan jagung di depan saung yang bisa disewa disini. Jarak tempuh Pantai Nirwana dari Kota Bau-Bau cukup dekat, hanya sekitar 9 km saja. Bagi yang tidak membawa kendaraan bisa menaiki kendaraan umum dengan membayar 5 ribu rupiah saja. Namun jika ingin petualangan yang menyenangkan, bisa juga menikmati pemandangan dari Kota Bau-Bau dengan berjalan kaki menuju Pantai Nirwana. Dengan mengambil rute arah perbukitan Kota Bau-Bau, akan terlihat pemandangan pantai Pulau Buton dan Pulau Muna dengan pasir putihnya. Selain menikmati pemandangan di permukaan laut, di Pantai Nirwana bisa juga dinikmati pemandangan bawah lautnya. Dengan diving, bisa terlihat pemandangan terumbu karang yang indah. Bagi warga Kota Bau-Bau, Pantai Nirwana tidak hanya sebatas lokasi rekreasi saja. Ada beberapa warga yang memanfaatkan Pantai Nirwana sebagai kegiatan terapi untuk mengobati beberapa jenis penyakit seperti asma dan gangguan saluran pernapasan. Ini hanya dilakukan dengan cara berendam dalam kesegaran air laut pantai. Meski belum banyak yang mengetahui kebenaran teori tersebut, bagi yang sudah mencobanya mereka percaya bahwa hal tersebut memang berkhasiat.
THE SRIWIJAYA HOTEL

THE SRIWIJAYA HOTEL

Penginapan murah di Padang Terletak hanya sejauh 10 menit berjalan kaki dari Pantai Purus, The Sriwijaya Hotel adalah properti bertingkat 3 di jantung kota Padang yang menawarkan akses Wi-Fi gratis. Parkir umum gratis juga tersedia. Hotel ini berjarak hanya 5 menit berkendara dari Plaza Andalas, salah satu pusat perbelanjaan terkenal di Padang. Basco Great Mall dapat dicapai dalam 15 menit berkendara, sedangkan Bandara Internasional Minangkabau membutuhkan 45 menit berkendara dari hotel. Kamar-kamar ber-AC dengan lantai keramik hotel ini dilengkapi dengan lemari, meja, dan TV kabel layar datar dengan pemutar DVD. Kamar mandi en suite-nya menawarkan fasilitas shower dan perlengkapan mandi gratis. Hotel ini memiliki meja depan 24 jam yang dapat membantu dengan penitipan bagasi, layanan binatu, dan penyewaan mobil. Antar-jemput bandara dapat disediakan dengan biaya tambahan. Anda dapat memanjakan diri dengan berbagai pilihan bersantap yang dapat ditempuh hanya dalam 5 menit berkendara. Hotel ini menyediakan ruang makan untuk sarapan dan juga dapat membantu menyediakan pengiriman makanan ke kamar. Mimiliki total 29 kamar Superior 16 kamar New Superior 07 kamar Deluxe 04 kamar Super Deluxe 02 kamar Alamat : Jalan Veteran no. 26, 25000 Padang, Indonesia kamar the sriwijaya Taman the sriwijaya