Galeri Minang Kayo Padang Panjang

Galeri Minang Kayo Padang Panjang

Galeri Minang Kayo merupakan pusat oleh oleh terkenal di Kota Padang Panjang. Galeri ini menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan untuk membeli oleh oleh baik wisatawan domestik maupun wisatawan mancanegara khususnya wisatawan dari Malaisya, Singapore, dan Brunei. Galeri Minang Kayo menghadirkan berbagai macam kerajinan kulit yang berkualitas.

Kerajinan yang dihasilkan oleh Galeri Minang Kayo berbahan dari kulit kambing dan sapi. Hasil kerajinan dari Galeri Minang Kayo ini sudah diakui kualitasnya secara nasional. Produk yang dihasilkan berupa sepatu kulit, jaket kulit, topi moris, tas, dompet, ikat pinggang dan berbagai produk kerajinan lainnya. Wisatawan dapat berbelanja secara langsung ataupun memesan untuk sepatu maupun produk lainnya. Galeri Minang Kayo dapat menerima orderan sesuai dengan selera pelanggan, pesanan ini dapat dipenuhi dalam waktu singkat dalam satu atau dua hari tergantung dengan tingkat kesulitan pembuatannya.

Galeri Minang Kayo berlokasi di Jalan Sutan Syahrir Mifan, Gg. Sepakat No. 1 No.2, Silaing Bawah, Kec. Padang Panjang Bar., Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

 

 

Mifan Padang Panjang

Mifan Padang Panjang

                     

Salah satu Waterpark & Resort yang ada di Kota Padang Panjang adalah Mifan. Selain waterpark tempat ini juga menyediakan penginapan yang nyaman dan bersih. Tempat ini sangat cocok dipilih untuk liburan bersama keluarga. Peresmian Mifan dilakukan pada Oktober 2008 oleh Walikota Suir Syam.

Mifan memiliki fasilitas yang lengkap mulai dari Batang anai river, niagara pool, legend beach, kiddy pool, menara seluncur, bom bom car, ufo, komedi putar, ferris wheel, kolam ember tumpah, penginapan, resort, toilet, kamar ganti, kamar bilas, Masjid, kantin, restoran. Mifan berada dilokasi yang sejuk dimana berada diantara Gunung Marapi dan Gunung Singgalang.

Mifan Resort memiliki 2 jenis penginapan dengan beberapa tipe. Yang pertama ada Rumah Gadang dengan 8 tipe, yaitu: Puti Bungsu, Gajah Mataram, Rumah Tabuik, Rajo Babandiang, Kajang Padati, Rantau Pasisia, Luhak Tanah Datar dan Luhak Agam. Yang kedua ada Cottage dengan 3 tipe, yaitu: Superior, Deluxe dan Executive Deluxe. Penginapan ini dilengkapi dengan fasilitas, parkir yang luas, AC, Restoran, kolam renang dll. Harga penginapan ini mulai dari Rp 600.000, anda sudah bisa menikmati penginapan dengan fasilitas yang lengkap.

Selain penginapan Mifan juga memiliki kolam renang yang bernama Mifan Waterpark. Mifan memiliki dua area permainan, yaitu: Arena Waterpark (Permainan Basah) dan Drypark (Permainan Kering), menawarkan belasan wahana bermain untuk anak dan orang dewasa. Diantaranya, Ferris Wheel, Bom Bom Car, Ufo, Jump Around, Mini Couster, Komedi Putar, Flying Fox, Cinema 4D, dan Bumper Boat.

Harga tiket masuk ke Mifan Waterpark & Resort cukup terjangkau. Weekday Rp. 40.000/orang Weekend Rp. 50.000/orang. Jam operasional nya Senin – Jumat 10.00 – 17.00 Sabtu – Minggu 08.00 – 18.00. Mifan Waterpark & Resort beralamat di Jl. Sutan Syahrir No.252, Silaing Bawah, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

 

Hotel Rangkayo Basa Padang Panjang

Hotel Rangkayo Basa Padang Panjang

Salah satu penginapan yang ada di Kota Padang Panjang adalah Rangkayo Basa Hotel. Rangkayo Basa merupakan Hotel Syariah. Buat anda yang sedang berlibur,  hotel ini sangat cocok dipilih untuk beristirahat saat lelahnya perjalanan.

Awal pembangunan, hotel ini hanya terdiri 4 lantai dengan 29 kamar. Pada tahun 2018 hotel ini melakukan renovasi menambah beberapa kamar yang sekarang jumlahnya 52 kamar dengan 3 tipe. Adapun fasilitas yang disediakan oleh hotel ini, seperti Parkir, Restoran, Meeting Room. Hotel ini memiliki 3 tipe kamar yaitu: Standard, Superior dan Deluxe.

Harga hotel ini bisa dibilang cukup terjangkau, mulai dari harga Rp 350.000 anda sudah bisa menikmati fasilitas yang disediakan oleh hotel ini.  Lokasinya sangat strategis karena berada dekat dengan pusat Kota Padang Panjang dan beralamat di Jl. Sutan Syahrir No.144, Silaing Bawah, Kec. Padang Panjang Bar, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

 

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau

Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau

Salah satu museum yang terkenal di Sumatera Barat adalah Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau atau disingkat PDIKM. Museum PDIKM terletak di Kelurahan Silaing Bawah, Kecamatan Padang Panjang Barat, Kota Padang Panjang. Museum ini dapat diakses dari jalur utama Padang – Bukittinggi, Berjarak sekitar lebih kurang dua kilometer dari pusat kota Padang Panjang. Museum ini berisikan berbagai macam informasi dan koleksi mengenai kebudayaan Minangkabau baik berupa dokumentasi audio maupun visual.

Latar pendirian PDIKM salah satunya adalah adanya asumsi bahwa masyarakat Minangkabau tidak memiliki bukti-bukti sejarah tertulis yang baik, karena orang Minang terbiasa dengan budaya yang diturunkan secara turun temurun. Kenyataannya dokumentasi tentang Minangkabau lebih banyak ditemui diluar Minangkabau, misalnya di Museum Nasional Indonesia, Jakarta atau Museum Laiden, Belanda.

Untuk melestarikan dan mendekatkan dokumen tentang kebudayaan Minangkabau dengan orang Minangkabau itu sendiri, Bustanil Arifin, mantan Menteri Koperasi Republik Indonesia pada masa orde baru, berinisiatif untuk mendirikan sebuah lembaga non-profit berupa wadah untuk menghimpun berbagai dokumen dan informasi tentang kebudayaan Minangkabau. Abdul Hamid, yang hampir sepanjang hidupnya pengabdi pendidikan di Sumatera Barat, diminta untuk menjajaki didirikannya lembaga ini, dan kemudian pada tanggal 8 Januari 1988 didirikanlah Yayasan Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (YDIKM).

Untuk pencapaian tujuannya, YDIKM mendirikan sebuah wadah yang diberi nama Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau (PDIKM). PDIKM sendiri bertujuan untuk memberikan informasi mengenai kebudayaan Minangkabau dan mengumpulkan berbagai macam literatur dan dokumen audio visual, seperti merekam berbagai peristiwa adat dalam bentuk film dan video, merekam lagu-lagu tradisional, hingga membuat duplikat alat-alat musik tradisional.

Pada tanggal 8 Agustus 1988 dilakukan peletakan batu pertama sebagai tanda dimulainya pembangunan PDIKM di Padang Sarai, Kelurahan Silaing Bawah. Arsitekturnya mengikuti bentuk Rumah Gadang, dan diresmikan pemakaiannya pada tanggal 19 Desember 1990. Sejak itu telah terkumpul 3000 lebih dokumen lama tentang Minangkabau baik dalam bentuk reproduksi buku, naskah, kliping koran, foto maupun mikrofilm kebanyakan terbitan sebelum tahun 1945, sebagian diantaranya masih berbahasa Belanda, dan Arab Melayu.

Untuk memperdalam akses pengunjung terhadap isi dokumen yang dimiliki, PDIKM telah dilakukan upaya penerjemahan atas naskah-naskah lama yang sebagian besar berbahasa Belanda dan Arab Melayu. Sebagai upaya komunikasi dan ajang pengayaan informasi diterbitkan Buletin Triwulan Simandarang dengan Oplah 1000 eksemplar yang didistribusikan pada perguruan tinggi, peneliti, dan intelektual dalam dan luar negeri.

Seiring perjalanan waktu, atas kesepakatan Yayasan Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau dengan pemerintah Kota Padang Panjang maka pengelolaan PDIKM dialihkan dari YDIKM kepada Pemerintah Kota Padang Panjang dalam hal ini Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata. Hal ini untuk menjamin pengelolaan yang lebih baik. Dokumen perubahan status pengelolaan ini ditandatangani pada bulan Oktober 2006 antara walikota Padang Panjang dan Anas Nafis mewakili YDIKM.

Sekarang museum PDIKM dijadikan objek wisata prioritas Kota Padang Panjang, yang mana setiap tahunnya dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara khususnya wisatawan dari Malaisya. Banyak hal menarik yang dapat dilakukan wisatawan jika berkunjung ke museum PDIKM dimana wisatawan dapat mengenal lebih dekat seputar Kebudayaan Minangkabau, serta dapat menyewa pakaian adat Minangkabau.

Kota Padang Panjang

Kota Padang Panjang

Salah satu kota terkecil yang ada di Sumatera Barat adalah Kota Padang Panjang. Kota ini memiliki julukan sebagai Kota Serambi Mekah karena menjadi pusat pendidikan agama Islam di Sumatera Barat. Banyak pondok pesantren yang dibangun dikota ini dan yang paling terkenal adalah Pondok Pesantren Serambi Mekah.

Kawasan kota ini sebelumnya merupakan bagian dari wilayah Tuan Gadang di Batipuh. Pada masa Perang Padri kawasan ini diminta Belanda sebagai salah satu pos pertahanan dan sekaligus batu loncatan untuk menundukan kaum Padri yang masih menguasai kawasan Luhak Agam. Kota ini pernah menjadi pusat pemerintahan sementara Kota Padang, setelah Kota Padang dikuasai Belanda pada masa agresi militer Belanda sekitar tahun 1947.

Kota Padang Panjang memiliki jumlah penduduk sebanyak 59.450 jiwa pada tahun 2024. Kota ini didominasi oleh Etnis Minangkabau, terdapat juga etnis batak, jawa, dan tionghoa. Secara garis besar, mata pencaharian masyarakat padang panjang adalah bertani.  Adapun hasil pertaniannya adalah sayuran, padi, ubi jalar, jagung dan tanaman hias. Selain itu masyarakat padang panjang juga memiliki mata pencaharian lain dengan berkebun, dan berdagang.

Secara Topografi, kota Padang Panjang juga disebut kota dingin. Kota ini berada di daerah ketinggian yang terletak antara 650 sampai 850 meter di atas permukaan laut, berada pada kawasan pegunungan yang berhawa sejuk dengan suhu udara maksimum 26 °C dan minimum 21 °C, serta berhawa dingin dengan suhu udara yang pada umumnya minimum 17 °C, dengan curah hujan yang cukup tinggi. Di bagian utara dan agak ke barat berjejer tiga gunung Gunung Marapi, Gunung Singgalang dan Gunung Tandikek. 

Kota Padang Panjang menjadi destinasi wisata yang populer dan sering dikunjungi oleh wisatawan baik wisatawan domestik maupun mancanegara. Objek wisata unggulan kota ini adalah Pusat Dokumentasi dan Informasi Kebudayaan Minangkabau. Selain itu objek wisata kota Padang Panjang diantaranya Mifan Waterpark and Resort, Rumah Puisi Taufiq Ismail, Air Terjun Tujuh Tingkek, Desa Wisata Kubu Gadang, Lubuak Mato Kuciang, Pasar Kuliner Padang Panjang, Goa Batu Batirai, dan Air Terjun Lembah Anai. Kota Padang Panjang memiliki pusat oleh oleh yaitu Pusat Oleh Oleh Padang Panjang.

OMA Homestay

OMA Homestay

Salah satu homestay terbaik yang ada di Kota Sawahlunto adalah OMA Homestay. Lokasi homestay ini sangat strategis karena berada dekat dengan Lubang Mbah Suro, Waterboom Sawahlunto Park dll. OMA homestay berhasil mendapatkan penghargaan bergengsi “ ASEAN Homestay Award 2016 – 2018 “ yang diselenggarakan ASEAN Tourism Forum di Manila, Filipina.

OMA Homestay sering mendapat komentar positif karena pelayanan baik dan fasilitas yang disediakan. Homestay ini menyediakan kamar family, sangat cocok untuk kamu yang liburan bersama keluarga. adapun fasilitas yang disediakan oleh homestay ini, seperti parkir yang luas, ruang keluarga, AC, Wifi dll.

Harga per kamar homestay ini bisa dibilang cukup murah mulai dari 200 an kamu sudah bisa menikmati fasilitas yang ada di homestay ini. Lokasinya ada di Aia Dingin, Kec. Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

Bukit Batu Runcing

Bukit Batu Runcing

Salah satu objek wisata terkenal yang ada di Kota Sawahlunto adalah Bukit Batu Runciang. Bukit Batu Runcing ini menjadi salah satu warisan dunia UNESCO. Dikelilingi perbukitan kapur dan koral, serta keindahan alamnya maupun sejarah masyarakat Silungkang. Lelah perjalanan akan terbayar setelah mengunjungi objek wisata ini. 

 

Dari Bukit ini kita bisa melihat keindahan alam Silungkang dan desa desa kecil yang diapit oleh bukit bukit yang indah sekelilingnya. Memiliki batu yang berbentuk runcing dan tajam membuat tempat ini dijuluki Batu Runciang oleh masyarakat sekitar.

 

Saat berada di objek wisata ini wisatawan akan banyak menemukan sekali batu kapur dengan berbagai ukuran yang sebagian ujungnya meruncing. Bahkan juga ada batu raksasa yang tingginya mencapai 30 meter. Bebatuan ini terbuat alami sejak jutaan tahun yang lalu.

 

Bukit Batu Runciang menjadi salah satu objek wisata incaran wisatawan asing dan destinasi wisata favorit di Sumatera Barat. Jika ingin berkunjung kesini kamu harus extra hati hati, karena jalannya dipenuhi oleh batu kerikil. Harga tiket masuk objek wisata ini pun cukup terjangkau wisatawan hanya perlu membayar 5 ribu per orang. Lokasinya ada di Jalan Microwave, Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.    

SIMFES Sawahlunto

SIMFES Sawahlunto

Salah satu festival yang terkenal di Sawahlunto adalah SIMFES. SIMFES merupakan festival musik komposisi etnik, modern dan kontemporer. Festival ini sebuah garapan event kesenian yang dapat dijadikan wadah untuk menuangkan ide – ide dari wacana berkreasi tanpa batas dalam dunia musik bagi seniman dan musisi itu sendiri.

SIMFES diadakan sejak tahun 2010 lalu. Pada tahun 2023 festival ini diikuti dari beberapa musisi dari negara Eropa seperti Anello Capuano dari Italia, Pauline Magus, Dmitry Soul dan beberapa musisi dari daerah baik yang ada di Sumatera Barat maupun dari luar. Konsistensi SIMfes sebagai sebuah panggung sudah tidak diragukan lagi. Kegiatan ini menghadirkan sesuatu yang baru yakni kolaborasi sarjana ria.

Melalui kegiatan SIMFES bisa meningkatkan kontribusi yang positif bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Sawahlunto, dan juga berdampak terhadap akomodasi, transportasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di daerah Kawasan Silo Kelurahan Saringan Kota Sawahlunto.

Parai City Garden Hotel

Parai City Garden Hotel

Parai City Garden Hotel merupakan salah satu hotel berbintang yang ada di Kota Sawahlunto. Hotel ini terdiri dari 3 lantai dan dari lantai 3 kita bisa melihat keindahan Kota Sawahlunto. Sayangnya hotel ini belum dilengkapi lift jadi, para tamu di harus menaiki tangga. 

 

Hotel ini sering mendapat pujian karena pelayanan yang bagus dan fasilitas yang ada. Hotel ini memiliki 43 kamar dengan 4 tipe yaitu, Suite, Deluxe, Standard dan Junior yang sudah dilengkapi dengan AC. Hotel ini menyediakan fasilitas Wifi, Receptionist 24 jam, Parkir, Laundry, Restoran, Ruang Rapat dll.

 

Harga hotel ini bisa dibilang cukup terjangkau mulai dari 300 ribuan kamu sudah bisa menikmati pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh hotel ini . Hotel ini berlokasi di Jl. Bagindo Aziz Chan No. Kel, Aur Mulio, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto.

Songket Silungkang

Songket Silungkang

Di Sumatera Barat tepatnya di Kota Sawahlunto ada kerajinan tangan yang sangat terkenal dengan sebutan Songket Silungkang. Songket merupakan hasil kerajinan tangan yang dibuat dari benang menggunakan tenaga manusia dan pengerjaannya cukup lama. Songket selingkuh dapat berupa atasan, bawahan dan yang paling populer adalah selempang dapat dipakai oleh perempuan maupun laki-laki. Songket biasanya dipakai untuk menghadiri acara adat, arisan, kondangan dan acara lainnya.

 

Songket Silungkang mempunyai banyak variasi, mulai dari pucuak rabuang, rangkaiang, anggur, bungo tulip, teratai, boreno dan burung merak. Dari sekian banyak motif songket, motif rangkaiang lah yang banyak diminati oleh masyarakat. 

 

Harga Songket Silungkang ini juga bervariasi tergantung jenis kain, benang yang digunakan dan motif yang diinginkan pelanggan. Mulai dari selempang yang memiliki harga kisaran 100 – 200 ribu rupiah, atasan dengan harga 200 – 350 ribu rupiah dan bawahan 340 – 600 ribu rupiah. 

 

Hal menarik dari songket Silungkang ini adalah masyarakat yang memproduksi tidak hanya berasal dari Silungkang, sebagian besar juga berasal dari Sawahlunto. Tenun songket menjadi mata pencaharian rata rata masyarakat Sawahlunto.