Jirek Homestay Bukittinggi

Jirek Homestay Bukittinggi

JIREK HOMESTAY BUKITTINGGI

Jirek Homestay adalah homestay yang cocok anda jadikan tempat menginap jika liburan ke kota Bukittinggi. Homestay ini dekat dengan objek wisata Bukittinggi dimana hanya berjarak 5 menit dari Jam Gadang. Selain itu Homestay ini juga dekat dengan objek wisata lainnya di Bukittinggi seperti Kinantan Zoo, Panorama Lobang Jepang, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, dan Ngarai Sianok.

Jirek Homestay selalu memperhatikan kebersihan dan kenyamanan tamu. Homestay ini terdiri dari tiga kamar. Satu kamar king size bed dan dua kamar twin bed. Dalam setiap kamar sudah disediakan pendingin ruangan AC dan kipas angin. Bagi anda yang akan beribadah, homestay ini sudah menyediakan sajadah dan mukena. Jirek Homestay juga memiliki ruang tamu yang luas, ruang keluarga yang sudah dilengkapi dengan televisi dan WIFI gratis. Selain itu Homestay ini juga menyediakan dapur yang dapat anda gunakan. 

Halaman Jirek Homestay ini ada sebuah garden mini yang menambah kesan sejuk dan asri. View dari Homestay ini juga cantik karena langsung menghadap ke sawah yang hijau. 

Jika anda berlibur ke Bukittinggi, jangan lupa untuk menjadikan Jirek Homestay sebagai Akomodasi anda. Jirek Homestay Berlokasi di Jl Haji Miskin, Green View Residence, Gg Bhayangkara No.28, Puhun Pintu Kabun, Kec Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

Suku kurai di bukittinggi

Suku kurai di bukittinggi

Suku Kurai merupakan salah satu suku asli yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Suku ini dikenal sebagai penduduk pertama yang menetap di wilayah tersebut dan memiliki peran penting dalam membentuk identitas lokal Bukittinggi. Secara tradisional, wilayah Suku Kurai terbagi menjadi lima jorong yang dikenal dengan nama Kurai Limo Jorong, yaitu Mandiangin, Koto Selayan, Guguk Panjang, Aur Birugo, dan Tigo Baleh.

Sistem sosial dan adat yang dimiliki Suku Kurai sangat terorganisir. Setiap jorong dipimpin oleh seorang penghulu pucuk, yang bertugas menjaga adat dan tradisi masyarakat setempat. Salah satu simbol budaya yang penting bagi mereka adalah Batu Kurai Limo Jorong, lima batu bersejarah yang mencerminkan kekuasaan dan keberadaan lima penghulu pucuk. Situs ini menjadi bukti nyata peradaban dan sistem pemerintahan adat yang sudah berlangsung sejak lama.

Tradisi Barayo, salah satu kebiasaan yang diwariskan oleh Suku Kurai, menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan. Tradisi ini dilakukan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara saat Lebaran untuk mempererat tali silaturahmi. Meskipun tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup mulai mempengaruhi, tradisi ini tetap dijalankan oleh masyarakat Kurai sebagai upaya menjaga akar budaya mereka.

Sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau, Suku Kurai memegang teguh prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, yaitu adat yang berlandaskan pada ajaran agama Islam. Nilai-nilai ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik dalam hubungan antar sesama maupun dalam pelaksanaan tradisi adat.

Suku Kurai adalah contoh nyata bagaimana komunitas adat dapat mempertahankan tradisi mereka sambil beradaptasi dengan perubahan zaman. Melalui upaya melestarikan budaya dan adat istiadat, mereka tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga identitas budaya Minangkabau di Bukittinggi.

 

Hotel Jogja

Hotel Jogja adalah hotel tertua yang ada di Kota Bukittinggi, Hotel ini berdiri pada tahun 1948 hingga saat ini hotel jogja masi aktif dan banyak yang mengira hotel jogja ini pemiliknya orang jogja padahal pemiliknya asli ” Urang Awak”  yang bernama H. Ilyas Dt Majolabiah yang berasal dari Andaleh Kecamatan Matur, Agam . Jarak hotel jogja ini dari pusat kota bukittinggi sangat lah dekat bisa dengan berjalan kaki.

Ivan Haykel, selaku ahli waris mengatakan ” awalnya, bangunan ini tidak seperti hotel,hanya rumah bertingkat “\

” Pada tahun 1949 itu hanya sebuah hotel. Jadi nama jogja itu usulan dari perintis sumpah pemuda da perumus pancasila M. Yamin ” kata Ivan ke media. Jogjakarta pada saat itu menjadi pusat ibu kota RI. Agresi militer belanda pun terjadi, banyak penjabat republik di tangkap . Namun, beberapa menteri berada di Sumatera Tengah  dan saat itu sedang menginap di hotel Jogja

Sejak berdirinya, Bangunan hotel jogja masi asli. Namun, Ada beberapa kamar yang sudah di renovasi karna usianya.

 

 

Pacu Kuda

Pacu Kuda

Pacu Kuda adalah salah satu olahraga yang mangutamakan keterampilan dalam menunggang Kuda. selain mengutamakan ketrampilan Penunggang kuda atau joki juga Bisa mengarahkan kudan ke rintangan atau yang harus di lalui. Pacu Kuda ini juga sudah menjadi acara tradisional di Sumatera Barat. Pacu Kuda ini di adakan sekali setahum di setiap Daerah yang ada  di Sumatera Barat.

Alat-alat yang harus di sediakan pada saat Pacu kuda adalah Tali, Pelana, Sanggurdi, Cambuk, dll.

Visit Pacu kuda

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our services!

Taman Panorama Baru

Taman Panorama Baru

Panorama Baru merupakan objek wisata yang terletak pada ketinggian 950 meter diatas permukaan laut. Hal inilah membuat objek wisata ini sering dikunjungi wisatawan karena udara yang sejuk dan masih asri. Objek wisata ini sudah terkenal oleh wisatawan domestik maupun internasional. Wisatawan domestik terutama dari Pekanbaru dan wisatawan internasional seperti Malaysia dan Singapore. 

View Ngarai Sianok yang luas dan Gunung Singgalang yang agung dan menjulang tinggi menambah daya tarik objek wisata ini. Panorama Baru merupakan objek wisata yang terbilang masih baru yaitu dibuka pada akhir tahun 2023 kemarin. Baru dibuka, objek wisata ini sudah langsung viral dan selalu ramai oleh pengunjung, karena disini banyak spot foto instagramable alias aesthetic dari segala sudut.

Saat pagi hari Panorama Baru sangat eksotik dengan kabut pagi bercampur dengan sinar matahari pagi. Membuat Pengunjung seperti berada di negeri diatas awan. Banyak wisatawan yang mencari momen tersebut. Objek wisata ini sudah ramai bahkan saat setelah subuh. Selain itu Panorama Baru juga memukau saat sore hari karena momen matahari tenggelam yang eksotik. 

Untuk biaya masuknya sangat terjangkau yaitu hanya Rp 5.000,- saja. Untuk biaya parkir pun juga terjangkau yaitu hanya Rp 2.000,- untuk kendaraan roda dua, dan Rp 5.000,- untuk kendaraan roda empat. Jika anda lapar, tidak usah khawatir karena disini banyak stand stand yang menjual makanan, mulai dari makanan khas tradisional minang, dan makanan lainnya. Fasilitas Objek Wisata ini sudah lengkap dimana terdapat toilet yang bersih, mushola, dan area playground anak. Selain itu juga terdapat atraksi wisata yaitu pertunjukan saluang yang menambah rasa tradisional Minangkabau. 

Panorama Baru berlokasi di Jl Pabidikan, Kec Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Sumatera barat.

Bukan Soal Rasa, Rendang Juga Kaya Makna

Bukan Soal Rasa, Rendang Juga Kaya Makna

Diracik dengan bumbu yang khas, rendang telah mendunia. Bahan dan bumbu rendang yang khas bukan hanya soal citarasa, ada simbol dan makna yang tersimpan di balik lezatnya rasa rendang.

Daging dalam rendang, merupakan simbol dari Niniak Mamak dan Bundo Kanduang. Melalui Niniak Mamak dan Bondo Kanduang diharapkan mampu memastikan kemakmuran bagi suku dan kaum.

Kemudian untuk kelapa yang diolah menjadi santan merupakan perumpamaan bagi kaum cendikiawan, atau yang biasa disebut cadiak pandai.

Dengan kebijaksanaan cendikiawan, diharapkan bisa menjadi penyatu seluruh masyarakat. Sama seperti santan yang menyatukan daging, bumbu, dan seluruh element dalam rendang.

Kemudian untuk cabai, sebagai penentu ras pedas. Merupakan simbol dari alim ulama. Ketegasan alim ulama mungkin pedas tapi tentunya bernas.

Untuk beragam bumbu, merupakan simbol dari berbagai element masyarakat yang ada dan bersatu membentuk satu kesatuan yang utuh dan mesti selalu cukup, tidak boleh kurang atau lebih.

Visit Rendang

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our typical meal services!