Pemandian Lubuk Bonta

Pemandian Lubuk Bonta

Pemandian Lubuk Bonta

Berbicara tentang wisata alam Pariaman memang tak ada habisnya. Salah satunya adalah mata air alami yang menjadi primadona sekaligus sebagai tempat untuk bersantai dan menghilangkan penat. Mata air alami ini bernama Pemandian Rumah Putih Lubuk Bonta. Disini anda akan dimanjakan dengan birunya mata air, dan jernihnya air. Ikan-ikan yang berenang dan lumut di dasar mata air terlihat sangat jelas.

Mata air ini merupakan mata air dari Gunung Tandikek yang pastinya memiliki air yang sejuk. Lokasinya yang berada dekat dengan Gunung Tandikek menambah kesan sejuk dan asri. Jika berkunjung kesini anda tidak akan membayar tiket masuk, tetapi cukup dengan membayar biaya parkir saja. Harga nya pun sangat terjangkau untuk mobil Rp 15.000,- dan Motor Rp 5000,- 

Fasilitas Pemandian Rumah Putih Lubuk Bonta ini cukup lengkap. Diantaranya: kamar ganti pakaian, Mushala, dan aneka jajanan yang dapat anda coba. Jika anda berkunjung disarankan untuk membawa pakaian ganti.

Pemandian Rumah Putih Lubuak Bonta ini dapat diakses dengan motor ataupun mobil. Mata Air ini berlokasi di Kapalo Hilalang, Kec Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Tradisi Bajapuik

Tradisi Bajapuik

Tradisi Bajapuik

Simbol Cinta dan Komitmen dari Pariaman

Indonesia memiliki banyak keberagaman dan kebudayaan, salah satunya Sumatera Barat. Ranah Minang ini memiliki beraneka budaya dengan kehidupan sosial penduduknya dan selalu menarik untuk dipelajari. Sumatera Barat memiliki salah satu daerah yang adat perkawinannya beda dengan daerah Minangkabau lainya, yaitu Pariaman. Pariaman memiliki adat atau tradisi yang unik yaitu Tradisi Bajapuik.

Tradisi Bajapuik adalah tradisi pernikahan khas Minangkabau. Tradisi ini tidak dilaksanakan di daerah Minangkabau lainnya, khusus dilaksanakan di Pariaman saja. Keunikan tradisi ini terletak pada proses sebelum pernikahan, yang mana pihak perempuan memberikan uang japuik atau uang jemputan kepada pihak laki-laki.Tujuan ini dilakukan agar menghargai pihak laki-laki yang sudah dibesarkan sedari kecil. Semakin tinggi pekerjaan atau jabatan laki-laki tersebut maka semakin besar pula uang jemputannya.

Pelaksanaannya sebelum akad nikah, pihak perempuan memberikan uang japuik kepada pihak laki-laki. Pada saat pemberian imbalan pada acara Manjalang Mintuo, pihak perempuan akan menerima imbalan balik oleh keluarga laki-laki. Seperti emas, uang dan aneka makanan.

Dalam Tradisi Bajapuik berlakulah nilai moral yakni, “datang karano di panggia, tibo karano dijapuik”. Artinya datang karena di panggil, tiba karena dijemput. Prosesi pernikahan di Pariaman, selalu laki-laki yang diantar ke rumah istrinya.

Tradisi Bajapuik ini memiliki makna positif, dimana tradisi ini bertujuan untuk menghargai pihak mempelai laki laki karena telah membesarkan anak laki laki mereka. Tentunya Tradisi Bajapuik ini bukan ajang untuk memperjual belikan manusia.

Bajapuik sendiri merupakan golongan adat yang di adat kan, yaitu adat ini disusun berdasarkan kesepakatan oleh masyarakat setempat dan bisa berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kesepakatan dari masyarakat tersebut.

Muaro Mati Tiku

Muaro Mati Tiku

Muaro Mati Tiku

Muaro Mati adalah Muara kalau orang minang biasa menyebut muara ini adalah “Muaro”. Kenapa disebut Muaro Mati, karena laguna kecil ini tidak dialiri oleh air sungai melainkan ombak yang menghempas dari bibir pantai lalu mengalirlah air laut ini membentuk laguna.

 Hamparan  rumput hijau dan luas berpagar deretan cemara jadi ciri khas pantai ini. Lautnya berhias ombak yang tenang, membuatnya cocok untuk bermain air dan bersantai menikmati sunset. Muara ini berada di kawasan tanjung yang menjorok ke laut.

Laguna juga disebut dengan muara mati ini memiliki panorama yang sangat indah dengan rumput yg hijau dan barisan pohon kelapa. Selain itu muara ini juga memiliki habitat aneka jenis ikan dan kerang yang beragam. 

Langkitang dan pensi adalah jenis kerang yg banyak terletak di laguna tiku. Olahan kerang ini menjadi salah satu kuliner favorit pengunjung. Selain itu disini juga memiliki kuliner lainya seperti sate lokan, kepiting, udang, dan tidak lupa kuliner khas utama Pariaman yaitu sala bulek.

Muaro mati merupakan laguna yang mempesona di pesisir Sumatera Barat. Muaro ini tepatnya terletak di bibir pantai pasia tiku di Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam.

Pulau Angso Duo

Pulau Angso Duo

Pulau Angso Duo

Surga Kecil di Pesisir Pariaman

Pulau Angso Duo adalah pulau kecil yang terletak di lepas pantai Kota Pariaman, Sumatera Barat, dan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di daerah ini. Pulau ini mudah diakses dengan perahu dari Pantai Gandoriah, hanya memakan waktu sekitar 15 menit. Keindahan Pulau Angso Duo terletak pada pasir putih yang lembut, air laut yang jernih, serta suasana pantai yang tenang dan alami.

Di Pulau Angso Duo, pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas rekreasi air, seperti berenang dan snorkeling, menikmati keindahan terumbu karang dan kehidupan bawah laut yang menarik. Pulau ini juga memiliki hutan bakau yang asri, menawarkan suasana hijau dan segar yang cocok untuk wisata alam. Selain aktivitas air, Pulau Angso Duo juga menyediakan area yang cocok untuk berkemah bagi wisatawan yang ingin menikmati malam di tengah alam.

Nama Angso Duo berasal dari kata dua angsa. Pada zaman dahulu dua orang petinggi adat menemukan pulau ini, pada saat itu mereka mengenakan baju putih. Dari jauh mereka terlihat seperti dua angsa. Sejak saat itulah Pulau ini dinamakan dengan Pulau Angso Duo.

Dengan suasana pantai yang indah dan alami, Pulau Angso Duo sangat cocok bagi wisatawan yang ingin melepas penat atau sekadar menikmati keindahan alam. Pulau ini menjadi salah satu tempat favorit bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Sumatera Barat.

Festival Tabuik

Festival Tabuik

Festival Tabuik

Warisan Budaya Minangkabau

Festival Tabuik adalah acara budaya tahunan yang diselenggarakan di Kota Pariaman, Sumatera Barat, untuk mengenang cucu Nabi Muhammad SAW. Dalam peringatan ini, masyarakat Pariaman menghormati cucu Nabi Muhammad, yaitu Hussein bin Ali, yang gugur di Karbala. Festival ini berlangsung pada bulan Muharram, terutama pada hari ke-10, yaitu Hari Asyura, dan menarik banyak pengunjung lokal maupun wisatawan.

Tabuik adalah tandu besar yang dihiasi ornamen warna-warni. Proses pembuatan Tabuik dilakukan bersama-sama oleh masyarakat. Mereka mengerjakan pembuatan Tabuik dengan penuh semangat, mulai dari menyusun bambu hingga menghiasnya dengan detail.

Pada puncak acara, dua tabuik diarak keliling kota dengan diiringi musik tradisional gandang tasa. Suara tabuhan gandang yang khas membuat suasana semakin meriah dan sakral. Setelah diarak, tabuik tersebut dibawa ke pantai dan dilarung ke laut.

Festival Tabuik tidak hanya melestarikan budaya, tetapi juga menyatukan masyarakat dan menarik minat wisatawan. Festival ini kini menjadi bagian penting dari identitas budaya Pariaman dan menambah pesona wisata Kota Pariaman

Kabupaten Pariaman

Kabupaten Pariaman

Kabupaten Pariaman

Keindahan Alam dan Budaya yang Memikat

Kota Pariaman merupakan kota yang terletak di pesisir barat Sumatera Barat, berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Kota ini dikenal dengan keindahan pantainya, serta berbagai tradisi dan budaya khas Minangkabau. Pariaman memiliki luas wilayah sekitar 73,36 km² dan populasi penduduk yang mencapai sekitar 92.754 jiwa. Pusat pemerintahan kota ini berada di Kota Pariaman.

Sebagian besar penduduk Pariaman berasal dari suku Minangkabau, yang memiliki budaya kuat dan banyak dijaga dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Mata pencaharian utama masyarakat Pariaman beragam, meliputi pertanian, perikanan, berdagang, serta sektor pariwisata dan jasa yang berkembang pesat seiring bertambahnya kunjungan wisatawan ke kota ini.

Kota Pariaman memiliki sejumlah objek wisata populer, baik wisata alam, sejarah, maupun budaya. Beberapa objek wisata yang terkenal antara lain Pantai Gandoriah, Pulau Angso Duo, Pantai Kata, dan Pantai Cermin, yang menyuguhkan pemandangan pantai indah dan atraksi laut yang menarik. Selain itu, Pariaman juga dikenal dengan tradisi budaya uniknya seperti Festival Tabuik, yang digelar setiap tahun. Festival ini menampilkan arak-arakan tabuik besar yang diiringi musik tradisional, serta diakhiri dengan ritual melarung tabuik ke laut.

Kota Pariaman juga memiliki kuliner khas yang patut dicoba, di antaranya adalah Salalauak yang merupakan gorengan olahan ikan dan Nasi Sek atau juga dikenal sebagai Nasi Saik. Nasi ini disajikan dengan lauk sederhana seperti telur dadar, ikan teri, dan sambal lado, yang menjadikannya populer sebagai makanan pagi atau sarapan khas Pariaman. Kuliner ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang berkunjung ke Pariaman.

4D3N Solok Tour

4D3N Solok Tour

4D3N SOLOK TOUR

MIN 10 PAX

RP 2.266.500

Day 01 : Airport – Solok ( L, D ) 

  • Tiba di Bandara Internasional Minangkabau anda akan dijemput oleh perwakilan kami.
  • Setelah itu menuju Solok via Panorama Sitinjau Lauik
  • Tiba di Solok, Singgah di Perkebunan Teh
  • Mengunjungi Pabrik teh, menyaksikan secara langsung proses pembuatan teh
  • Makan Siang di Lokal Restoran
  • Melaksanakan Shalat di Masjid Ummi 
  • Melihat keindahan Danau Diatas dan Danau di Bawah
  • Makan malam di lokal restaurant
  • Check In Hotel dan istirahat

Day 02 : Solok – Batusangkar – Bukittinggi ( B, L, D ) 

  • Sarapan pagi dan check out hotel
  • Setelah itu menuju Batusangkar Via danau Singkarak
  • Photo Stop di Danau Singkarak
  • Selanjutnya menuju Desa Pariangan desa Terindah di Dunia
  • kemudian menuju istana Pagaruyung
  • Makan siang di Pondok Flora
  • Menuju Bukittinggi via Baso
  • Setelah itu menuju tempat pembuatan makanan khas Sumatera Barat di Sentral Oleh-oleh Rendang Uni Adek
  • Makan malam di lokal restaurant
  • Check in dan Istirahat

Day 03 : Bukittinggi – Maninjau – Padang ( B, L, D ) 

  • Setelah sarapan pagi dan Check Out Hotel
  • City Tour Bukittinggi dengan mengunjungi : Taman Panorama Baru, Jam Gadang dan Pasar Atas
  • Mengunjungi The Great Wall of Koto Gadang, 
  • Kemudian menuju Desa Koto Gadang yang terkenal dengan kerajinan perak khas Sumatera Barat. 
  • Makan Siang di Lokal Restoran
  • Dilanjutkan menuju Kenagarian Lawang   untuk melihat pembuatan Gula tebu yang masih alami
  • Menuju Lawang Park untuk melihat keindahan Danau Maninjau dari Ketinggian. 
  • Setelah itu menuju  Museum Buya Hamka via kelok 44
  • Menuju Kota Padang
  • Tiba di Padang makan malam di Lamun Ombak / Ikan Bakar Khatib/ Sederhana Restaurant
  • Check in hotel dan istirahat

Day 04 : Padang City Tour – Airport ( B, L )

  • Sarapan pagi & check out hotel. 
  • City Tour dengan mengunjungi Masjid Raya Sumatera Barat Kota Lama Padang, Perkampungan Cina, Jembatan Siti Nurbaya Pantai Padang
  • Makan siang di lokal restaurant
  • Menuju  Bandara Internasional Minangkabau, tour berakhir. Sampai jumpa pada tour berikutnya
3D2N Solok Tour

3D2N Solok Tour

 3D2N SOLOK TOUR

MIN 10 PAX

RP 1.775.500/ PAX

Day 01 : Airport – Solok ( L, D )

  • Tiba di Bandara Internasional Minangkabau anda akan dijemput oleh perwakilan kami.
  • Setelah itu menuju Solok via Panorama Sitinjau Lauik
  • Tiba di Solok, Singgah di Perkebunan Teh
  • Mengunjungi Pabrik teh, menyaksikan secara langsung proses pembuatan teh
  • Makan Siang di Lokal Restoran
  • Melaksanakan Shalat di Masjid Ummi 
  • Melihat keindahan Danau Diatas dan Danau di Bawah
  • Makan malam di lokal restaurant
  • Check In Hotel dan istirahat

 

Day 02 : Solok – Batusangkar – Bukittinggi ( B, L, D )

  • Sarapan pagi dan check out hotel
  • Setelah itu menuju Batusangkar Via danau Singkarak
  • Photo Stop di Danau Singkarak
  • Selanjutnya menuju Desa Pariangan desa Terindah di Dunia
  • kemudian menuju istana Pagaruyung
  • Makan siang di Pondok Flora
  • Menuju Bukittinggi via Baso
  • Setelah itu menuju tempat pembuatan makanan khas Sumatera Barat di Sentral Oleh-oleh Rendang Uni Adek
  • Makan malam di lokal restaurant
  • Check in dan Istirahat

Day 03 : Bukittinggi – Airport ( B, L )

  • Setelah sarapan pagi dan Check Out Hotel
  • City Tour Bukittinggi dengan mengunjungi : Taman Panorama Baru, Jam Gadang dan Pasar Atas
  • Makan Siang di Sate Mak Syukur
  • Menuju  Bandara Internasional Minangkabau, tour berakhir. Sampai jumpa pada tour berikutnya ☺\

2D1N Solok Tour

2D1N Solok Tour

2D1N SOLOK TOUR

MIN 10 PAX

RP 1.227.000/ PAX

Day 01 : Airport – Solok  ( L, D )

  • Tiba di Bandara Internasional Minangkabau anda akan dijemput oleh perwakilan kami.
  • Setelah itu menuju Solok via Panorama Sitinjau Lauik
  • Tiba di Solok, Singgah di Perkebunan Teh
  • Mengunjungi Pabrik teh, menyaksikan secara langsung proses pembuatan teh
  • Makan Siang di Lokal Restoran
  • Melaksanakan Shalat di Masjid Ummi 
  • Melihat keindahan Danau Diatas dan Danau di Bawah
  • Makan malam di lokal restaurant
  • Check In Hotel dan istirahat

Day 02 : Solok – Airport ( B ) 

  • Sarapan Pagi dan Check Out hotel
  • Menuju  Bandara Internasional Minangkabau, tour berakhir. Sampai jumpa pada tour berikutnya ☺

 

Puncak Gagoan

Puncak Gagoan

Puncak Gagoan

Puncak Gagoan merupakan salah satu destinasi wisata alam yang menakjubkan di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Terletak di Desa Paninggahan, Kecamatan Tanjung Junjung Sirih, puncak ini menawarkan pemandangan spektakuler, termasuk panorama hutan Bukit Barisan dan Danau Singkarak. Dengan ketinggian sekitar 750 meter di atas permukaan laut, Puncak Gagoan menjadi lokasi ideal untuk menikmati keindahan sunrise dan sunset.

Pengunjung dapat menyaksikan matahari terbenam yang memukau sekitar pukul 18.00 WIB dan menikmati momen sunrise yang menawan pada pukul 06.00 WIB. Keindahan alam yang luar biasa ini membuat Puncak Gagoan populer di kalangan fotografer dan pecinta alam.

Perjalanan menuju Puncak Gagoan dapat dilakukan dengan kendaraan roda dua atau empat. Namun, jalur menuju puncak cukup curam dan sempit, sehingga pengunjung perlu ekstra hati-hati. Setibanya di area parkir, pengunjung akan melanjutkan perjalanan sekitar 15 menit berjalan kaki untuk mencapai puncak.

Meskipun fasilitas di lokasi ini masih terbatas, terdapat beberapa warung yang menawarkan makanan dan minuman dengan harga terjangkau, sehingga pengunjung dapat mengisi energi setelah berpetualang. Puncak Gagoan berjarak sekitar 20 km dari pusat Kota Solok dan 80 km dari Kota Padang, menjadikannya mudah diakses bagi wisatawan.

Dengan keindahan alam yang memesona dan suasana yang tenang, Puncak Gagoan adalah tempat yang sempurna untuk melarikan diri dari rutinitas sehari-hari dan menikmati keajaiban alam Sumatera Barat.

Puncak Gagoan berlokasi di Desa Paninggahan, Kecamatan Tanjung Junjung Sirih, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, Indonesia.