Panorama Padang Mangateh

Panorama Padang Mangateh

PANORAMA PADANG MANGATEH

Padang Mangateh adalah sebuah daerah peternakan yang terletak di Mungo, Luak, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Jaraknya dari Kota Padang lebih kurang 136 km dan dari Kota Payakumbuh sekitar 12 km. Daerah ini menjadi terkenal karena pemandangan padang rumput nya mirip dengan peternakan padang rumput di Selandia Baru. Peternakan ini secara resmi dikelola oleh Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak ( BPTU – HPT ) Padang Mangatas di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

BPTU Padang Mangatas pertama kali didirikan oleh Pemerintahan Hindia Belanda pada tahun 1916. Ternak yang di kembangkan adalah kuda. Pada tahun 1935 didatangkan sapi Zebu dari Benggala, India untuk dikembang biakan. Pada zaman revolusi Kemerdekaan ( 1945 – 1949 ) kegiatan terhenti. Pada tahun 1950 oleh Wakil Presiden Dr. Moh. Hatta dibuka kembali pada tahun 1951 – 1953 dijadikan sebagai Stasiun Peternakan Pemerintahan dan diberi nama Induk Taman Ternak ( ITT ) Padang Mengatas.

Kondisi geografis Padang Mangateh yang terletak di pinggang Gunung Sago, Menjadikan rumput di daerah ini tumbuh dengan subur. Sapi pun bisa dengan leluasa bergerak dan makan dengan sepuasnya. Udara yang segar, panorama alamnya yang begitu mempesona, dan hamparan padang rumput hijaunya yang begitu luas, menjadi ciri khas Padang Mangateh.

Tempat wisata ini tidak memungut biaya apapun. Sebelum berkunjung kamu harus mendapat izin terlebih dahulu sebelum masuk. jam berkunjung, biasanya diperbolehkan hanya diperbolehkan saat jam hari kerja. Sehingga kamu harus mendaftar secara online.

Berikut adalah syarat untuk berkunjung :

  1. Mengisi link berikut :  https://bptupadangmengatas.com/kunjungan. Selain itu, bisa juga datang dan izin ke lokasi 
  2. Pendaftaran dilakukan sepekan sebelum berkunjung 
  3. Wajib membawa tanda bukti penerimaan ( print out ) dari BPTUHPT yang menyatakan bahwa telah diizinkan 
  4. Membawa surat pengantar dari instansi atau lembaga kunjungan bersifat kedinasan atau di bawah arahan dinas, lembaga, atau instansi dengan kepentingan edukasi peternakan.
  5. kunjungan pribadi tetapi dibatasi, seperti dilarang masuk ke area pagar sapi dan dilarang menggunakan kendaraan pribadi untuk mengelilingi wilayah tersebut 
  6. Kunjungan dapat dilaksanakan setelah adanya informasi resmi dari BPTUHPT Padang Mengatas yang akan dikirim  melalui email yang telah didaftarkan.
  7.  Pengunjung yang tidak membawa tanda bukti penerimaaan dari BPTUHPT Padang Mengatas dilarang masuk. 

berkunjung ke tempat wisata ini tidak membutuhkan waktu lama, karena jarak dari Jalan Raya yang menghubungkan Payakumbuh – Lintau sekitar 2 km dengan menggunakan kendaraan pribadi.

Tempat wisata ini belum memiliki fasilitas cafe atau restaurant. Oleh karena itu disarankan kepada wisatawan membawa bekal makanan. Jadi, disarankan bagi yang ingin berkunjung ke tempat ini untuk membawa bekal makanan dan minuman dari rumah.

Aktivitas yang bisa dilakukan berupa foto dan video karena pemandangan sangat indah sehingga sayang sekali jika tidak mengambil momen momen saat kita berada disana. Hampir seluruh pengunjung yang datang ke tempat ini pasti berminat untuk mengambil foto. Selain itu, kegiatan yang bisa dilakukan membuat video membuat video. Video bisa di mulai saat perjalanan awal hingga melakukan keseruan lainnya.

Visit Panorama Padang Mangateh

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

Batiah Payakumbuh

Batiah Payakumbuh

Batiah adalah salah satu camilan tradisional khas payakumbuh yang terbuat dari beras ketan dan gula merah. Camilan ini memiliki tekstur renyah di luar dengan rasa manis yang khas, menjadikannya salah satu hidangan ringan yang sangat digemari dan menjadi oleh oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke payakumbuh. 

Batiah biasanya dibuat dengan proses yang sederhana namun membutuhkan ketelitian. Beras ketan direndam hingga lembut, kemudian dimasak hingga menjadi adonan kental. Setelah itu, adonan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan digoreng hingga matang. Langkah terakhir adalah mencampur Batiah dengan gula merah cair yang telah dimasak hingga mengental. Gula ini memberikan lapisan manis yang khas pada setiap butir batiah.

Camilan ini sering dihidangkan sebagai teman minum teh atau kopi, terutama saat berkumpul dengan keluarga atau tamu. Selain itu, batiah juga sering dijadikan oleh-oleh khas dari Payakumbuh, Sumatera Barat, karena daya tahannya yang cukup lama jika disimpan dengan baik. 

Tan Malaka

Tan Malaka

Tan Malaka adalah salah satu tokoh besar dalam sejarah perjuangan Indonesia. beliau dikenal sebagai seorang intelektual, revolusioner, dan pemikir yang memberikan kontribusi signifikan dalam membangun fondasi ideologi kemerdekaan bangsa. Meski namanya sempat tenggelam dalam narasi sejarah resmi, jejak perjuangannya tetap menjadi inspirasi bagi generasi penerus.

Tan Malaka lahir dengan nama Ibrahim Datuk Tan Malaka pada 2 Juni 1897 di Nagari Pandam Gadang, Gunuang Ameh, Kabupaten Lima Puluh Kota, Sumatera Barat. Berasal dari keluarga Minangkabau yang memegang adat kuat, ia mendapatkan pendidikan dasar yang baik. Kecerdasannya membuatnya diterima di sekolah Belanda, dan akhirnya ia melanjutkan pendidikan ke Belanda pada 1913, belajar di Rijkskweekschool, Haarlem. Di sinilah pemikirannya tentang keadilan sosial dan kolonialisme mulai terbentuk.

Pengalaman hidup di negeri kolonial membuka mata Tan Malaka akan ketimpangan sosial dan penindasan yang terjadi di Hindia Belanda (Indonesia). Karyanya yang paling terkenal adalah Madilog” (Materialisme, Dialektika, dan Logika). Buku ini mengajarkan cara berpikir kritis dan ilmiah untuk membebaskan rakyat dari belenggu kebodohan dan penjajahan. Tan Malaka adalah salah satu tokoh yang pertama kali menggagas kemerdekaan Indonesia secara penuh. 

Meski berjasa besar, Tan Malaka sering kali disalah pahami, bahkan oleh sesama pejuang kemerdekaan. Ia dituduh sebagai ancaman oleh berbagai pihak, baik kolonial maupun republik. Pada 1949, Tan Malaka ditangkap oleh pasukan republik dan dihukum mati tanpa pengadilan di Kediri, Jawa Timur.

Pemikiran Tan Malaka tetap relevan hingga kini. Ia mengajarkan pentingnya keberanian untuk berpikir kritis dan bertindak melampaui batas-batas konvensional. Pada 1963, pemerintah Indonesia mengakui Tan Malaka sebagai Pahlawan Nasional.Sebagai seorang pemikir, perjuangannya menembus batas ruang dan waktu. Ide-idenya tentang keadilan sosial, pendidikan, dan kemerdekaan menjadi warisan berharga yang terus dikenang.

Tan Malaka adalah simbol keberanian, pemikiran progresif, dan pengabdian tanpa pamrih kepada bangsa. Namanya kini terpahat dalam sejarah sebagai salah satu tokoh revolusioner paling berpengaruh di Indonesia. 

Abdi Homestay

Abdi Homestay

Jika Anda mencari penginapan yang nyaman, ramah, dan dekat dengan alam, Abdi Homestay adalah pilihan tepat. Terletak di kawasan Lembah Harau, Homestay ini menawarkan suasana tenang dengan pemandangan indah tebing-tebing megah dan hijaunya alam sekitarnya. Abdi Homestay bukan sekadar tempat menginapan. Abdi Homestay menawarkan berbagai Fasilitas dan Layanan untuk menjaminkan kenyamanan para tamu, diantaranya: Kamar Nyaman, Restoran, Pemandangan Alam, Wi-fi Gratis.

Abdi Homestay terdiri dari beberapa cottage – cottage yang dapat kamu pilih. Setiap cottage sudah disediakan 2 kasur king size bed yang terletak di lantai satu dan lantai dua. Setiap kamar sudah lengkap fasilitasnya. Ada lemari pakaian, Meja Rias, Sajadah, dan toilet yang bersih. Uniknya ada beberapa cottage yang dilengkapi dengan shower yang masih terbuat dari bambu. Jadi sensasi alamnya sangat terasa.

Cottage yang terbesar di Abdi Homestay ini adalah Homestay Rumah Gadang. Homestay ini terdiri dari 2 lantai dengan total 5 kamar. Setiap kamar disediakan king size bed dan fasilitas yang sama lengkapnya. Homestay Rumah Gadang juga sudah tersedia ruang tamu, dapur, tempat bersantai seperti balkon yang ada di lantai satu dan lantai dua dengan view lembah yang memukau.

Abdi Homestay ini berlokasi strategis di tengah Lembah Harau, menjadikannya basis ideal untuk menikmati berbagai atraksi di sekitar. Dari sini, Anda dapat dengan mudah mengunjungi: Trekking di Hutan Tropis, dan Sport Panjat Tebing. Abdi Homestay ini juga menawarkan kesempatan untuk merasakan kehidupan lokal yang autentik. Para tamu dapat berinteraksi dengan pemilik dan penduduk setempat, belajar memasak Galamai, atau hanya menikmati suasana desa yang damai.

Abdi Homestay menawarkan harga yang terjangkau dengan berbagai pilihan kamar yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Untuk memastikan ketersediaan, disarankan untuk memesan kamar beberapa hari sebelum kunjungan, terutama pada musim liburan. Dari pusat Kota Payakumbuh, Anda hanya membutuhkan sekitar 30 menit perjalanan menuju Lembah Harau. Jalan menuju lokasi cukup baik dan dapat diakses dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. Abdi Homestay ini berlokasi di Lembah Harau, Kecamatan Harau, Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat.   

Pacu itiak

Pacu itiak

Pacu itiak salah satu tradisi unik yang di milik masyarakat Mianangkabau Payakumbuh, Tradisi berasal dari Lima Puluh Kota ,Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat. Tradisi ini unik di karenakan menggunkan itik  sebagai hewan pacuan . Sejak 2020, Pacu itik di akui secara reasmi oleh pemerintah Republik Indonesia sebgai salah satu Warisan Budaya Tak Benda Khas Indonesia dalam bidang seni pertunjukan yang berasal dari Sumatera Barat.

Tempat yang di gunakan untuk melakukan kegiatan ini adalah sawah. Untuk mengukuti kegiatan pacu itik ini ada ketentuan yang berlaku salah satunya usia itik 4 sampai 6 bulan serta sayapnya harus ke atas. Pacu itik ini di kelola secara profesional dan di bentuk Persatuan Olahraga Pacu Itik ( PORTI )

Visit Pacu Itiak

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our tourist attraction services!

4D3N Bukittinggi  Stay di Homestay

4D3N Bukittinggi Stay di Homestay

4D3N BUKITTINGGI STAY DI HOMESTAY
MIN 10 PAX
RP. 1.784.000/ PAX

Day 01 Airport  – Bukittinggi ( L,D )

  • Anda akan dijemput oleh  perwakilan Kami. 
  • Setelah pengurusan bagasi menuju Padang
  • Menuju Pantai Air Manis ( Legenda Batu Malinda Kundang )
  • Kemudian City tour Padang dengan mengunjungi : Masjid Raya Sumatera Barat, Perkampungan Cina, Kota Lama Padang, Museum Adityawarman, Jembatan Siti NurBaya,Pantai Padang 
  • Makan siang di lokal resturant Lamun Ombak/ Ikan Bakar Khatib
  • Selanjutnya menuju Bukittinggi via Lembah Anai dan berhenti sejenak di Air Terjun Lembah Anai yang di yakini bisa awet muda
  • Mengunjungi Pusat Kerajinan Kulit di Outlet Minang Kayo
  • Setelah itu menuju Bukittinggi, diperjalanan berhenti di Desa Pandai Sikek yang merupakan Desa penghasil Tenunan  dan ukiran kayu khas Minangkabau
  • Tiba di Bukittinggi, makan malam di (Sederhana Restaurant/ Kawali Resto/ CK Center Cafe/ Lapau Kapau) dan check in hotel 
  •  

Day 02 Minangkabau Tour ( B,L,D )

  • Sarapan pagi di hotel 
  • Melihat pembuatan kerupuk Sanjai di Pusat oleh-oleh Ummi Aufa Hakim
  • Menuju Payakumbuh untuk mengunjungi Lembah Harau dan Kelok 9
  • Dilanjutkan menuju Batusangkar via Tabek Patah
  • Mengunjungi Home Industri Kiniko untuk melihat pembuatan Kopi dan Pisang Salai Khas Minang
  • Kemudian makan siang di Pondok Flora Restaurant yang terkenal dengan menu Ikan Bakar. 
  • Setelah itu menuju Istana Pagaruyung yang merupakan pusat pemerintahan Minangkabau pada masa dahulunya. 
  • Berikutnya menuju Desa Pariangan Desa Terindah di Dunia
  • Menuju Bukittinggi melewati Padang Panjang dan berhenti di Koto Baru untuk menikmati Bika Talago
  • Makan malam di Sederhana Restaurant/ Family Restaurant/ Kawali Resto/ CK Center Cafe/ Lapau Kapau)  dan kembali ke hotel

Day 03 Bukittinggi – Maninjau ( B,L,D )

  • Setelah sarapan pagi 
  • Mengunjungi The Great Wall of Koto Gadang, 
  • Kemudian menuju Desa Koto Gadang yang terkenal dengan kerajinan perak khas Sumatera Barat. 
  • Dilanjutkan menuju Kenagarian Lawang untuk melihat pembuatan Gula tebu yang masih alami
  • Melihat keindahan Danau Maninjau dari Ketinggian. 
  • Makan siang di Eni Restaurant
  • Kembali ke Bukittinggi
  • Sesampainya di Bukittinggi city tour dengan mengunjungi  Panorama Ngarai sianok, Photo Stop di depan Lobang Jepang, dan free Program di Jam Gadang & Pasar Atas.
  • Makan malam di lokal restaurant
  • Kembali ke Hotel

Day 04 Bukittinggi – Airport (B)

  • Check Out Hotel dan Sarapan pagi di Hotel
  • Menuju Sentral Rendang UniAdek untuk melihat pembuatan rendang khas Minang
  • Selanjutnya menuju Pusat Dokumetasi Infromari kebudayaan Minangkabau
  • Menuju  Bandara Internasional Minangkabau, tour berakhir. Sampai jumpa pada tour berikutnya

Visit 4d3n bukittinggi Stay di Homestay

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our Hotel services!

Jirek Homestay Bukittinggi

Jirek Homestay Bukittinggi

JIREK HOMESTAY BUKITTINGGI

Jirek Homestay adalah homestay yang cocok anda jadikan tempat menginap jika liburan ke kota Bukittinggi. Homestay ini dekat dengan objek wisata Bukittinggi dimana hanya berjarak 5 menit dari Jam Gadang. Selain itu Homestay ini juga dekat dengan objek wisata lainnya di Bukittinggi seperti Kinantan Zoo, Panorama Lobang Jepang, Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta, dan Ngarai Sianok.

Jirek Homestay selalu memperhatikan kebersihan dan kenyamanan tamu. Homestay ini terdiri dari tiga kamar. Satu kamar king size bed dan dua kamar twin bed. Dalam setiap kamar sudah disediakan pendingin ruangan AC dan kipas angin. Bagi anda yang akan beribadah, homestay ini sudah menyediakan sajadah dan mukena. Jirek Homestay juga memiliki ruang tamu yang luas, ruang keluarga yang sudah dilengkapi dengan televisi dan WIFI gratis. Selain itu Homestay ini juga menyediakan dapur yang dapat anda gunakan. 

Halaman Jirek Homestay ini ada sebuah garden mini yang menambah kesan sejuk dan asri. View dari Homestay ini juga cantik karena langsung menghadap ke sawah yang hijau. 

Jika anda berlibur ke Bukittinggi, jangan lupa untuk menjadikan Jirek Homestay sebagai Akomodasi anda. Jirek Homestay Berlokasi di Jl Haji Miskin, Green View Residence, Gg Bhayangkara No.28, Puhun Pintu Kabun, Kec Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi.

Suku kurai di bukittinggi

Suku kurai di bukittinggi

Suku Kurai merupakan salah satu suku asli yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah dan budaya Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Suku ini dikenal sebagai penduduk pertama yang menetap di wilayah tersebut dan memiliki peran penting dalam membentuk identitas lokal Bukittinggi. Secara tradisional, wilayah Suku Kurai terbagi menjadi lima jorong yang dikenal dengan nama Kurai Limo Jorong, yaitu Mandiangin, Koto Selayan, Guguk Panjang, Aur Birugo, dan Tigo Baleh.

Sistem sosial dan adat yang dimiliki Suku Kurai sangat terorganisir. Setiap jorong dipimpin oleh seorang penghulu pucuk, yang bertugas menjaga adat dan tradisi masyarakat setempat. Salah satu simbol budaya yang penting bagi mereka adalah Batu Kurai Limo Jorong, lima batu bersejarah yang mencerminkan kekuasaan dan keberadaan lima penghulu pucuk. Situs ini menjadi bukti nyata peradaban dan sistem pemerintahan adat yang sudah berlangsung sejak lama.

Tradisi Barayo, salah satu kebiasaan yang diwariskan oleh Suku Kurai, menjadi bentuk nyata penghormatan terhadap nilai-nilai kekeluargaan. Tradisi ini dilakukan dengan berkunjung ke rumah sanak saudara saat Lebaran untuk mempererat tali silaturahmi. Meskipun tantangan modernisasi dan perubahan gaya hidup mulai mempengaruhi, tradisi ini tetap dijalankan oleh masyarakat Kurai sebagai upaya menjaga akar budaya mereka.

Sebagai bagian dari masyarakat Minangkabau, Suku Kurai memegang teguh prinsip adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah, yaitu adat yang berlandaskan pada ajaran agama Islam. Nilai-nilai ini tercermin dalam kehidupan sehari-hari mereka, baik dalam hubungan antar sesama maupun dalam pelaksanaan tradisi adat.

Suku Kurai adalah contoh nyata bagaimana komunitas adat dapat mempertahankan tradisi mereka sambil beradaptasi dengan perubahan zaman. Melalui upaya melestarikan budaya dan adat istiadat, mereka tetap menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga identitas budaya Minangkabau di Bukittinggi.

 

Hotel Jogja

Hotel Jogja adalah hotel tertua yang ada di Kota Bukittinggi, Hotel ini berdiri pada tahun 1948 hingga saat ini hotel jogja masi aktif dan banyak yang mengira hotel jogja ini pemiliknya orang jogja padahal pemiliknya asli ” Urang Awak”  yang bernama H. Ilyas Dt Majolabiah yang berasal dari Andaleh Kecamatan Matur, Agam . Jarak hotel jogja ini dari pusat kota bukittinggi sangat lah dekat bisa dengan berjalan kaki.

Ivan Haykel, selaku ahli waris mengatakan ” awalnya, bangunan ini tidak seperti hotel,hanya rumah bertingkat “\

” Pada tahun 1949 itu hanya sebuah hotel. Jadi nama jogja itu usulan dari perintis sumpah pemuda da perumus pancasila M. Yamin ” kata Ivan ke media. Jogjakarta pada saat itu menjadi pusat ibu kota RI. Agresi militer belanda pun terjadi, banyak penjabat republik di tangkap . Namun, beberapa menteri berada di Sumatera Tengah  dan saat itu sedang menginap di hotel Jogja

Sejak berdirinya, Bangunan hotel jogja masi asli. Namun, Ada beberapa kamar yang sudah di renovasi karna usianya.

 

 

Pacu Kuda

Pacu Kuda

Pacu Kuda adalah salah satu olahraga yang mangutamakan keterampilan dalam menunggang Kuda. selain mengutamakan ketrampilan Penunggang kuda atau joki juga Bisa mengarahkan kudan ke rintangan atau yang harus di lalui. Pacu Kuda ini juga sudah menjadi acara tradisional di Sumatera Barat. Pacu Kuda ini di adakan sekali setahum di setiap Daerah yang ada  di Sumatera Barat.

Alat-alat yang harus di sediakan pada saat Pacu kuda adalah Tali, Pelana, Sanggurdi, Cambuk, dll.

Visit Pacu kuda

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our services!