Bukit Batu Runcing

Bukit Batu Runcing

Salah satu objek wisata terkenal yang ada di Kota Sawahlunto adalah Bukit Batu Runciang. Bukit Batu Runcing ini menjadi salah satu warisan dunia UNESCO. Dikelilingi perbukitan kapur dan koral, serta keindahan alamnya maupun sejarah masyarakat Silungkang. Lelah perjalanan akan terbayar setelah mengunjungi objek wisata ini. 

 

Dari Bukit ini kita bisa melihat keindahan alam Silungkang dan desa desa kecil yang diapit oleh bukit bukit yang indah sekelilingnya. Memiliki batu yang berbentuk runcing dan tajam membuat tempat ini dijuluki Batu Runciang oleh masyarakat sekitar.

 

Saat berada di objek wisata ini wisatawan akan banyak menemukan sekali batu kapur dengan berbagai ukuran yang sebagian ujungnya meruncing. Bahkan juga ada batu raksasa yang tingginya mencapai 30 meter. Bebatuan ini terbuat alami sejak jutaan tahun yang lalu.

 

Bukit Batu Runciang menjadi salah satu objek wisata incaran wisatawan asing dan destinasi wisata favorit di Sumatera Barat. Jika ingin berkunjung kesini kamu harus extra hati hati, karena jalannya dipenuhi oleh batu kerikil. Harga tiket masuk objek wisata ini pun cukup terjangkau wisatawan hanya perlu membayar 5 ribu per orang. Lokasinya ada di Jalan Microwave, Silungkang Oso, Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.    

SIMFES Sawahlunto

SIMFES Sawahlunto

Salah satu festival yang terkenal di Sawahlunto adalah SIMFES. SIMFES merupakan festival musik komposisi etnik, modern dan kontemporer. Festival ini sebuah garapan event kesenian yang dapat dijadikan wadah untuk menuangkan ide – ide dari wacana berkreasi tanpa batas dalam dunia musik bagi seniman dan musisi itu sendiri.

SIMFES diadakan sejak tahun 2010 lalu. Pada tahun 2023 festival ini diikuti dari beberapa musisi dari negara Eropa seperti Anello Capuano dari Italia, Pauline Magus, Dmitry Soul dan beberapa musisi dari daerah baik yang ada di Sumatera Barat maupun dari luar. Konsistensi SIMfes sebagai sebuah panggung sudah tidak diragukan lagi. Kegiatan ini menghadirkan sesuatu yang baru yakni kolaborasi sarjana ria.

Melalui kegiatan SIMFES bisa meningkatkan kontribusi yang positif bagi pelaku ekonomi kreatif di Kota Sawahlunto, dan juga berdampak terhadap akomodasi, transportasi dan meningkatkan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini berlangsung di daerah Kawasan Silo Kelurahan Saringan Kota Sawahlunto.

Parai City Garden Hotel

Parai City Garden Hotel

Parai City Garden Hotel merupakan salah satu hotel berbintang yang ada di Kota Sawahlunto. Hotel ini terdiri dari 3 lantai dan dari lantai 3 kita bisa melihat keindahan Kota Sawahlunto. Sayangnya hotel ini belum dilengkapi lift jadi, para tamu di harus menaiki tangga. 

 

Hotel ini sering mendapat pujian karena pelayanan yang bagus dan fasilitas yang ada. Hotel ini memiliki 43 kamar dengan 4 tipe yaitu, Suite, Deluxe, Standard dan Junior yang sudah dilengkapi dengan AC. Hotel ini menyediakan fasilitas Wifi, Receptionist 24 jam, Parkir, Laundry, Restoran, Ruang Rapat dll.

 

Harga hotel ini bisa dibilang cukup terjangkau mulai dari 300 ribuan kamu sudah bisa menikmati pelayanan dan fasilitas yang disediakan oleh hotel ini . Hotel ini berlokasi di Jl. Bagindo Aziz Chan No. Kel, Aur Mulio, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto.

Songket Silungkang

Songket Silungkang

Di Sumatera Barat tepatnya di Kota Sawahlunto ada kerajinan tangan yang sangat terkenal dengan sebutan Songket Silungkang. Songket merupakan hasil kerajinan tangan yang dibuat dari benang menggunakan tenaga manusia dan pengerjaannya cukup lama. Songket selingkuh dapat berupa atasan, bawahan dan yang paling populer adalah selempang dapat dipakai oleh perempuan maupun laki-laki. Songket biasanya dipakai untuk menghadiri acara adat, arisan, kondangan dan acara lainnya.

 

Songket Silungkang mempunyai banyak variasi, mulai dari pucuak rabuang, rangkaiang, anggur, bungo tulip, teratai, boreno dan burung merak. Dari sekian banyak motif songket, motif rangkaiang lah yang banyak diminati oleh masyarakat. 

 

Harga Songket Silungkang ini juga bervariasi tergantung jenis kain, benang yang digunakan dan motif yang diinginkan pelanggan. Mulai dari selempang yang memiliki harga kisaran 100 – 200 ribu rupiah, atasan dengan harga 200 – 350 ribu rupiah dan bawahan 340 – 600 ribu rupiah. 

 

Hal menarik dari songket Silungkang ini adalah masyarakat yang memproduksi tidak hanya berasal dari Silungkang, sebagian besar juga berasal dari Sawahlunto. Tenun songket menjadi mata pencaharian rata rata masyarakat Sawahlunto.

Sawahlunto international Silungkang Carnival

Sawahlunto international Silungkang Carnival

Salah satu event tahunan yang diadakan Kota Sawahlunto adalah Sawahlunto International Songket Silungkang Carnival ( SISSCa ). Pada carnival ini pengunjung dapat menyaksikan keindahan tenun songket silungkang yang sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 2019.  Songket Silungkang merupakan kain tradisional yang menjadi icon kebudayaan Kota Sawahlunto dan “ trademark “ Sumatera Barat. 

 

Event ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 2015. Peserta dari kegiatan ini terdiri  dari perwakilan OPD, swasta hingga pelajar lebih kurang 1.500 peserta yang memakai songket tenun Silungkang. Pada 28 Agustus 2015 tercatat ada kisaran 17.290 warga yang menggunakan songket Silungkang. 

 

Kegiatan ini berhasil sebagai ajang masyarakat Sawahlunto yang memperkenalkan salah satu produk kebanggaan daerah kepada masyarakat luas. Selain dikenal sebagai kota wisata, Kota Sawahlunto juga dikenal sebagai salah satu penghasil kain songket Silungkang berkualitas tinggi. 

 

Sejak 2019, even ini masuk ke dalam kategori 100 Wonderful Pariwisata Indonesia. Dengan suksesnya kegiatan ini, setiap tahunnya menjelang event ini berlangsung homestay – homestay di Kota Sawahlunto juga bersiap untuk menampung wisatawan yang lebih banyak. 

 

Khas Ombilin Hotel

Khas Ombilin Hotel

Khas Ombilin Hotel merupakan salah satu penginapan bintang 3 yang ada di Kota Sawahlunto. Hotel ini memiliki konsep arsitektur Kolonial Belanda dan Minangkabau yang membuat hotel ini beda dengan hotel lainnya. Hotel ini sangat cocok dipilih untuk kamu yang kelelahan dalam perjalanan.

 

Tak jarang hotel ini mendapat pujian dari tamu yang menginap, karena pelayanan yang ramah dari hotel ini. Hotel ini memiliki 2 tipe kamar Legacy twin Room dan Legacy Queen Room. Adapun fasilitas yang disediakan oleh hotel ini seperti : Restoran, Receptionist 24 jam, Wifi, Tempat parkir dll. 

 

Lokasi hotel ini sangat strategis karena berada dekat dengan objek wisata bersejarah seperti, Museum Tambang Batu Bara Ombilin, Museum Tambang Lubang Mbah Suro, Museum Goedang Ransoem dan banyak lainnya. Hotel ini beralamat di Jalan A. Yani, Pasar, Kecamatan Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.   

Danau Biru

Danau Biru

Salah satu objek wisata yang harus dikunjungi yang ada di Kota Sawahlunto adalah Danau Biru. Danau ini terbentuk dari bekas galian tambang. Galian itu membentuk cekung dan menjadi danau yang indah. Airnya jernih dan pantulannya berwarna biru.

 

Ada banyak bekas galian tambang batu bara di Kota Sawahlunto ini. Galian tersebut berbentuk kuali raksasa dan terisi air. Lama kelamaan menjadi sebuah genangan dan menjadi danau. Itulah asal mula Danau biru yang tak sengaja terbentuk. 

 

Sisa pertambangan di wilayah ini masih sangat jelas seperti gunung batu yang mengelilingi danau. Bebatuan dan pohon membuat pemandangan sekitar danau sangat indah. Lokasi yang terpencil membuat kamu harus mengeluarkan tenaga extra untuk sampai di danau ini dan jalan menuju danau ini belum cukup bagus.

 

Pengunjung yang ingin ke danau ini harus melewati Taman Satwa Kandi. Berjarak 6 km dari Taman Satwa Kandi Kota Sawahlunto 

Lamang Tapai

Lamang Tapai

Lamang tapai adalah salah satu kuliner tradisional khas Minangkabau yang berasal dari Tanah Datar. Hidangan ini terdiri dari dua komponen utama: lamang, yaitu beras ketan yang dimasak dalam bambu dengan santan, dan tapai, yakni ketan hitam yang difermentasi hingga menghasilkan rasa manis-asam yang khas. Kombinasi rasa gurih dari lamang dan manis-asam dari tapai menciptakan cita rasa yang unik dan menggugah selera. 

Proses pembuatan lamang memerlukan ketelatenan, di mana beras ketan dimasukkan ke dalam bambu yang dilapisi daun pisang, kemudian dibakar di atas tungku selama sekitar 2 hingga 4 jam hingga matang sempurna. Sementara itu, tapai dibuat melalui fermentasi ketan hitam dengan ragi selama 2–3 hari, menghasilkan tekstur lembut dan rasa yang khas. 

Dalam budaya Minangkabau, lamang tapai memiliki nilai simbolis yang mendalam. Lamang melambangkan kebersamaan, karena proses pembuatannya yang melibatkan kerja sama banyak orang, sementara tapai sering diibaratkan sebagai pasangan lamang, mencerminkan keharmonisan dalam kehidupan. Hidangan ini biasanya disajikan pada acara-acara adat seperti pernikahan, khitanan, dan saat menyambut tamu penting. ​

Lamang tapai juga populer sebagai hidangan berbuka puasa selama bulan Ramadan, karena rasa manis dan asamnya yang menyegarkan. Meskipun proses pembuatannya cukup rumit dan memakan waktu, kelezatan dan nilai budaya yang terkandung dalam lamang tapai menjadikannya salah satu warisan kuliner yang patut dilestarikan. ​

Bagi Anda yang ingin mencoba pengalaman kuliner yang autentik dan sarat makna, lamang tapai adalah pilihan yang tepat untuk menikmati kekayaan budaya dan rasa dari Ranah Minang.

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang

Rumah Tuo Kampai Nan Panjang merupakan rumah tertua yang ada di Nagari Balimbing yang didirikan oleh Datuak Pangulu Basa dari suku Kampai Nan Panjang sekitar tahun 1700- an. Rumah ini digunakan sebagai tempat penyelenggara upacara adat seperti batagak penghulu, pernikahan, kematian dll. 

 

Rumah tuo ini sudah tidak digunakan lagi oleh kaum Kampai Nan Panjang dikarenakan kaumnya semakin banyak dan berkemabang. Namun apabila ada acara perkawinan atau acara adat dari kaum Kampai Nan Panjang, tetap dilakukan di Rumah Tuo Kampai Nan Panjang. 

 

Bangunan ini merupakan rumah adat tradisional berarsitektur Minangkabau. Keistimewaan Rumah Tuo Kampai Nan Panjang adalah ruangan atau biliknya. Ruangnya berjumlah 7 atau 7 buah bilik, sedangkan rumah adat lainnya jumlah biliknya hanya 5 ruangan. dapur berjumlah 2 terletak di kiri dan kanan pintu masuk utama. 

 

Rumah adat ini terbuat dari kayu dengan atap gonjong terbuat dari bahan ijuk. Bentuknya denah empat persegi panjang dengan pintu masuk berada di bagian tengah. Pintu masuk ini berbentuk oval dan untuk masuk ke dalam harus membungkuk dan seolah olah menembus dinding.

 

Seperti arsitektur tradisional Minangkabau lainnya rumah ada ini merupakan rumah panggung dan untuk mencapai pintu masuk terdapat tangga. Tinggi panggung ini mencapai 160 cm. Ruangan rumah adat ini terdiri dari tiga buah kamar, ruangan terbuka untuk umum. Dalam ruangan terbuka ini diletakkan 2 buah etalase yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang barang pusaka dan alat untuk kegiatan upacara adat. Rumah adat ini termasuk dalam lareh Koto Piliang.

Aua Sarumpun

Aua Sarumpun

Puncak Aua Sarumpun adalah salah satu destinasi wisata yang ada di Kabupaten Tanah Datar. Di puncak ini kita bisa melihat keindahan Danau Singkarak serta 4 gunung yaitu Gunung Marapi, Singgalang, Talang dan Gunung Sago. 

 

Aua Sarumpun sudah masuk dalam kawasan wisata geopark Tanah Datar. Sebagai objek wisata alam Kadis Propora juga berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi  Sumatera Barat agar Aua Sarumpun terus berkembang. 

 

Jika ingin berkunjung ke objek wisata ini kamu harus cukup persiapan karena jalan yang ditempuh ada yang berupa beton dan ada juga jalan yang berupa bebatuan, karena tujuan menuju puncak tentu harus mendaki dengan hati hati. Harga tiket masuk Puncak Aua Sarumpun Rp. 15.000/orang

 

Adapun fasilitas yang ada di objek wisata ini, seperti area parkir yang luas, mushola, tempat makan, kamar mandi, homestay, kolam renang dll. Selain spot foto di Puncak Aua Sarumpun kamu sudah bisa camping. Waktu yang sesuai untuk berkunjung ke puncak ini saat matahari hampir terbenam, karena kamu bisa melihat indahnya sunset dari ketinggian.