JAM GADANG

JAM GADANG

Jam Gadang

Jam Gadang adalah nama untuk menara jam yang terletak di pusat kota Bukittinggi, Sumatra Barat, Indonesia. Menara jam ini memiliki jam dengan ukuran besar di empat sisinya sehingga dinamakan Jam Gadang, sebutan bahasa Minangkabau yang berarti “jam besar”.

Jam Gadang juga telah dijadikan sebagai objek wisata dengan diperluasnya taman di sekitar menara jam ini. Taman tersebut menjadi ruang interaksi masyarakat baik pada hari kerja maupun pada hari libur. Acara-acara yang sifatnya umum biasanya diselenggarakan di sekitar taman dekat menara jam ini.

MUSEUM TRIDAYA EKA DHARMA

MUSEUM TRIDAYA EKA DHARMA

Wisata Sejarah
Museum ini dahulunya adalah rumah peristirahatan Gubernur Sumatra. Pendirian museum ini digagas oleh Brigjen Widodo, salah seorang pimpinan TNI wilayah Sumatra Tengah. Gagasan tersebut kemudian dilanjutkan oleh Brigjen Soemantoro dan diresmika menjadi museum pada tanggal 16 Agustus 1973.

Museum ini diberi nama Museum Perjuangan Tridaya Eka Dharma yang artinya tiga unsur kekuatan satu pengabdian. Nama ini bisa dikaitkan dengan falsafah Minang “Tigo Tungku Sajarangan”. Museum ini didirikan sebagai sarana komunikasi antara generasi dan sebagai pewaris semangat juang dan nilai-nilai kepahlawanan.

Dipilihnya kota Bukittinggi sebagai tempat berdirinya museum ini dikarenakan kota Bukittinggi pernah menjadi ibu kota provinsi Sumatra dan ibu kota negara Republik Indonesia pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI).

NGARAI SIANOK

NGARAI SIANOK

Objek Wisata Bukittinggi

Ngarai Sianok adalah sebuah lembah curam (jurang) yang terletak di perbatasan kota Bukittinggi, di kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Lembah ini memanjang dan berkelok sebagai garis batas kota dari selatan ngarai Koto Gadang sampai ke nagari Sianok Anam Suku, dan berakhir di kecamatan Palupuh. Ngarai Sianok memiliki pemandangan yang sangat indah dan juga menjadi salah satu objek wisata andalan provinsi.

Lembah curam di perbatasan Bukittinggi dan Agam ini begitu mempesona. Kontur alam yang berbukit-bukit menjadikan bagian dari lanskap bumi yang satu ini begitu menarik untuk sekadar dinikmati dengan bersantai. Spot terbaik menikmati Ngarai Sianok adalah di Taman Panorama, di mana kamu bisa mengabadikan kemegahan lembah ini, sekaligus menikmati kuliner khas Padang.

AIR TERJUN LEMBAH ANAI

AIR TERJUN LEMBAH ANAI

Air Terjun Lembah Anai

Air Terjun Lembah Anai adalah sebuah air terjun yang terletak di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Air terjun setinggi sekira 35 meter ini berada tepat di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi di kaki Gunung Singgalang.

Air Terjun Lembah Anai merupakan bagian dari aliran Sungai Batang Lurah, anak Sungai Batang Anai yang berhulu di Gunung Singgalang di ketinggian 400 Mdpl. Air terjun ini terletak di batas barat kawasan Cagar Alam Lembah Anai sehingga suasana masih alami dengan hutan lebat serta pepohonan rimbun. Disekitar air terjun pun terdapat monyet yang yang berkeliaran. Pada saat liburan, air terjun ini dikunjungi oleh ratusan pengunjung. Keindahannya membuat Air Terjun Lembah Anai menjadi icon pariwisata Provinsi Sumatra Barat.

Airnya yang jernih mengalir menyusuri perbukitan menuju lereng, lalu mengalir terus melewati hutan Gunung Singgalang sebelum sampai di tepi tebing yang curam. Dari tebing ini, aliran air kemudian terjun ke dasar lembah Anai dan membentuk kolam tempat air berkumpul.

Air terjun yang berkabut air membentuk gugusan indah yang berwarna-warni ketika disinari oleh cahaya mentari. Debit airnya cukup deras dan stabil di musim penghujan namun akan sangat deras saat hujan lebat turun. Tak jarang air terjun ini akan mengalami banjir dan airnya meluap ke jalan raya.

Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat

Masjid Raya Sumatera Barat
Masjid Raya Sumatra Barat salah satu landmark terbaru yang dimiliki Padang dan Sumatera, Masjid Raya Sumatera Barat ini memiliki bentuk yang mengadopsi rumah adat Minangkabau. Karena keunikannya ini, spot tersebut turut menjadi destinasi wisata religi bagi yang berkunjung ke ibukota Sumatera Barat ini.

Konstruksi masjid terdiri dari tiga lantai. Ruang utama yang dipergunakan sebagai ruang salat terletak di lantai atas, memiliki teras yang melandai ke jalan. Denah masjid berbentuk persegi yang melancip di empat penjurunya, mengingatkan bentuk bentangan kain ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berbagi kehormatan memindahkan batu Hajar Aswad. Bentuk sudut lancip sekaligus mewakili atap bergonjong pada rumah adat Minangkabau rumah gadang.

Masjid Raya Sumatra Barat menampilkan arsitektur modern yang tak identik dengan kubah. Atap bangunan menggambarkan bentuk bentangan kain yang digunakan untuk mengusung batu Hajar Aswad. Ketika empat kabilah suku Quraisy di Mekkah berselisih pendapat mengenai siapa yang berhak memindahkan batu Hajar Aswad ke tempat semula setelah renovasi Ka’bah, Nabi Muhammad memutuskan meletakkan batu Hajar Aswad di atas selembar kain sehingga dapat diusung bersama oleh perwakilan dari setiap kabilah dengan memegang masing-masing sudut kain.

MESJID TUO KAYU JAO

MESJID TUO KAYU JAO

 

Wisata rohani di Padang? Bisa banget! Masjid Tuo Kayu Jao merupakan masjid tertua di Minangkabau, yang usianya sudah mencapai lebih dari 400 tahun. Bentuknya yang unik dan lokasinya yang eksotik menjadikan masjid ini menjadi destinasi wisata di Padang yang layak untuk dikunjungi.

Masjid Tuo Kayu Jao adalah salah satu masjid tertua di Indonesia yang terletak di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Masjid yang tercatat telah berdiri sejak tahun 1599 ini merupakan masjid tertua di Kabupaten Solok dan tertua kedua di Indonesia yang masih berdiri sampai saat ini.

Masjid Tuo Kayu Jao juga merupakan salah satu cagar budaya di Sumatra Barat yang diawasi oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala. Masjid ini telah beberapa kali mengalami pemugaran, seperti pemugaran salah satu tiang dan penggantian atap ijuk yang lama dengan yang baru karena telah lapuk. Meskipun telah beberapa kali dipugar, keaslian masjid ini masih tetap dipertahankan. Namun dalam pemugaran terakhir, warna cat masjid ini yang sebelumnya putih diganti menjadi coklat kehitaman.

Saat ini selain digunakan untuk aktivitas ibadah umat Islam, masjid satu lantai ini juga digunakan sebagai sarana pendidikan agama bagi masyarakat, bahkan telah menjadi salah satu daya tarik wisata terkenal di Sumatra Barat terutama di Kabupaten Solok

MUSEUM ADITYAWARMAN

MUSEUM ADITYAWARMAN

MUSEUM ADITYAWARMAN

Museum Adityawarman adalah museum budaya provinsi Sumatra Barat yang terletak di Kota Padang Museum ini diresmikan pada 16 Maret 1977 mengambil nama besar salah seorang raja Malayapura pada abad ke-14, Adityawarman yang sezaman dengan Kerajaan Majapahit

Museum Adityawarman ini memiliki julukan Taman Mini ala Sumatra Barat
Konstruksi museum dikerjakan pada 1974. Bangunan museum berada di areal lebih kurang 2,6 hektare dengan luas bangunan sekitar 2.854,8 meter persegi. Peresmian museum ditandai oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Prof. Dr. Syarif Thayeb. Selanjutnya, museum ini diberi nama Museum Negeri Adityawarman Sumatra Barat berdasarkan Surat Keputusan Menteri No.093/0/1979 tanggal 28 Mei 1979.

Sebagai museum budaya, Museum Adityawarman menyimpan dan melestarikan benda-benda bersejarah, seperti cagar budaya Minangkabau dan sekitarnya beserta beberapa cagar budaya nasional. Salah satu di antaranya adalah bangunan yang berarsitektur Minang, bernama Rumah Bagonjong atau Baanjuang.

Museum Adityawarman tersebut berfungsi sebagai tempat menyimpan dan melestarikan benda bersejarah seperti cagar budaya. Museum Adityawarman ini terdapat seluk beluk kebudayaan khas Minang, mulai dari pakaian adat hingga alat-alat musik tradisional. Terletak di pusat Kota Padang

RUMAH GADANG SUNGAI BARINGIN

RUMAH GADANG SUNGAI BARINGIN

Rumah Gadang Sungai Beringin

Rumah gadang sungai baringin menjadi salah satu objek wisata budaya yang cukup menarik untuk dikunjungi para pelancong dari luar.

Kompleks Rumah Gadang Sungai Beringin dibangun di atas lahan seluas lebih dari tiga hektare oleh mendiang Nasrul Chas, seorang pengusaha kaya yang juga pendiri Hotel Pusako Bukittinggi. Rumah gadang itu diresmikan keberadaannya pada 9 Januari 1994 oleh menteri pariwisata pos dan telekomunikasi yang ketika itu dijabat oleh Joop Ave.

Bangunan tersebut kemudian dipersembahkan untuk anak cucu Minangkabau dan hingga kini digunakan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya adat Minang kepada dunia luar.

RUMAH KELAHIRAN BUNG HATTA

RUMAH KELAHIRAN BUNG HATTA

Museum Bung Hatta

Rumah Kelahiran Bung Hatta adalah rumah yang dibangun sebagai upaya mengenang dan memperoleh gambaran tempat Bung Hatta dilahirkan dan menghabiskan masa kecilnya sampi berusia 11 tahun. Selanjutnya Bung Hatta melanjutkan pendidikan menengahnya di Meer Uitgebred Lager Onderwijs (MULO) atau sekolah menengah di kota Padang. Rumah Kelahiran Bung Hatta ini terletak di Jalan Soekarno-Hatta No.37, Bukittinggi, Sumatra Barat.

Yayasan Pendidikan Wawasan Nusantara yang mengelola Universitas Bunga Hatta dan merenovasi rumah kelahiran Bung Hatta pada bulan September 1994. Perencanaan dan Pelaksanaan renovasi dipimpin oleh Rektor Universitas Bung Hatta. Museum ini dikelola oleh Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kota Bukittinggi yang bernilai sejarah yang tinggi.

4D3N RANAH MINANG PACKAGE

4D3N RANAH MINANG PACKAGE
MIN 10 PAX RP. 1.788.000 / PAX
HOTEL 3 MALAM MERSI

HARI 01. Airport – Bukittinggi (LD)
Tiba dibandara Internasional Minangkabau, anda akan dijemput oleh perwakilan Kami. Setelah pengurusan bagasi menuju Bukittinggi via Lembah Anai. Berhenti sejenak di Air Terjun Lembah Anai yang diyakini bisa membuat awet muda. Kemudian mengunjungi Minangkabau Village yang merupakan Pusat Dokumentasi Minangkabau. Makan siang di Lokal restaurant. Setelah itu menuju Bukittinggi, diperjalanan berhenti di Souvenir Shop Putri Minang, Pandai sikek & Linduang Bulan untuk membeli oleh-oleh khas Sumatera Barat. Tiba di Bukittinggi, check in Hotel. Makan malam di local restaurant. Melihat pertunjukan tari-tarian (atas biaya sendiri).

Day 02. Minangkabau Tour (B,L,D)
Sarapan pagi di hotel dan dilanjutkan menuju Kelok 9 untuk melihat proyek fly over terbesar di Sumatera Barat. Selanjutnya menuju Payakumbuh mengunjungi Lembah Harau dengan pesona Air Terjun beserta Tebing nya. Makan siang di lokal restaurant dan dilanjutkan menuju Batusangkar . Mengunjungi Tabek Patah yang terkenal dengan keindahan Alamnya. Setelah itu melanjutkan perjalanan untuk melihat pembuatan makanan & minuman traditional Minang di KINIKO home industri. Singgah di Istana Pagaruyung yang merupakan pusat pemerintahan Minangkabau pada masa dahulunya. Menuju Bukittinggi melewati Padang Panjang dan berhenti di Koto Baru untuk menikmati Bika Simariana. Membeli Oleh-oleh di Ummi Hakim dan Randang Uni Adek. Kembali ke Hotel. Makan malam di local Restaurant.

Day 03. Bukittinggi – Maninjau – Bukittinggi(B,L,D)
Setelah sarapan pagi, menuju Lawang Park dan Embun Pagi via Nagari Matur. Kemudian perjalanan menuju Danau Maninjau melewati Kelok 44 untuk menikmati keindahan Danau Maninjau dari ketinggian. Kembali ke Bukittinggi dengan melewati Nagari Sungai Landia. Sesampainya di Bukittinggi Makan siang di lokal restaurant. Selanjutnya City tour dengan mengunjungi Panorama Ngarai sianok, Lobang Jepang, The Great Wall Of Koto Gadang dan free Program di Jam Gadang & Pasar Atas. Kembali keHotel, makan malam di lokal restaurant.

Day 04. Bukittinggi – Airport (B)
Setelah sarapan pagi check out hotel. Free program dan Berangkat ke Bandara. Tiba di Airport tour berakhir. Sampai jumpa di tour berikutnya

Harga wisata di Bukittinggi

Harga sudah termasuk :
Transportasi AC
Makan Sesuai Program
Tiket masuk ke Objek wisata
Hotel sesuai pilihan ( 3 malam Bukittinggi ) TWN/ Triple Share
Pemandu Wisata GIT/ Driver guide FIT
Mineral water dan parkir.
20 pax dewasa + 1 FOC

Harga tidak termasuk :
Keperluan pribadi seperti : bill telepon, laundry, minibar, dll.
Tips untuk pemandu Wisata dan sopir
Jus/ Minuman dilokal restaurant
Tiket pesawat/ Airport tax/ porter di Bandara
Tambahan biaya untuk Idul Fitri, natal, & tahun baru
Tambahan biaya weekend/ hari libur di Ambun Suri Hotel Rp 20.000,-/r/n, Royal Denai Hotel Rp 30.000,-/r/n, Campago Resort Rp 50.000,-/r/n & Grand Bunda/ Novotel / Grand Royal Denai/ Grand Rocky Hotel Rp 100.000/r/n