4D3N BUKITTINGGI

4D3N BUKITTINGGI

 PROMO 4D3N BUKITTINGGI ( 3 NIGHT BUKITTINGGI )

MIN 10 PAX RP. 1.785.000/PAX

HOTEL 3* VALIDITY 20 DEC 2020

 

Day 1 : TIBA DI BUKITTINGGI – MINANGKABAU (MS/MM)Selamat datang di Bandara Internasional Minangkabau, setelah pengurusan bagasi menuju kendaraan yang sudah dipersiapkan. Kemudian menuju Lamun Ombak Restaurant untuk makan siang. Dilanjutkan menuju Air Terjun Lembah Anai yang diyakini bisa membuat awet muda. Menuju Bukittinggi, berhenti di Desa Pandai sikek yang merupakan Desa penghasil Songket khas Minangkabau dan ukiran kayu nya. Kemudian mampir di sentral Rendang Uni Adek yang menjual berbagai olahan Rendang yang tentunya enak. Tiba di Bukittinggi, makan malam di lokal restaurant dan check in Hotel.

Day2 : MINANGKABAU – BUKITTINGGI (MP/MS/MM)
Sarapan pagi di hotel, Anda akan menuju Kelok 9 untuk melihat proyek fly over terbesar di Sumatera Barat. Selanjutnya menuju Payakumbuh mengunjungi Lembah Harau dengan pesona Air Terjun beserta Tebing nya. Makan siang di lokal restaurant. Mengunjungi Tabek Patah yang terkenal dengan keindahan alamnya. Setelah itu melanjutkan perjalanan untuk melihat pembuatan makanan & minuman traditional Minang di KINIKO home industri. Singgah di Istana Pagaruyung yang merupakan pusat pemerintahan Minangkabau pada masa dahulunya. Membeli Oleh-oleh di Ummi Hakim. Kembali ke Hotel. Makan malam di local Restaurant.

Day3 : BUKITTINGGI – MANINJAU – BUKITTINGGI (MP/MS/MM)
Setelah sarapan pagi, menuju Lawang Park dan Embun Pagi via Nagari Matur. Kemudian perjalanan menuju Danau Maninjau melewati Kelok 44 untuk menikmati keindahan Danau Maninjau dari ketinggian. Makan siang di lokal restaurant. City tour Bukittinggi (Panorama Ngarai sianok, Lobang Jepang, The Great Wall Of Koto Gadang, Jam Gadang & Pasar Atas). Kembali ke Hotel, Makan malam di lokal restaurant.

Day4 : BERANGKAT DARI BUKITTINGGI (MP)
Sarapan pagi dan check out hotel, free program di Bukittinggi, kemudian menuju Minangkabau Village yang merupakan pusat dokumentasi dan informasi Minangkabau, dilanjutkan menuju Bandara dan tour selesai. Terima kasih telah mengikuti tour kali ini, sampai bertemu pada tour berikutnya

Harga termasuk :
*Transportasi AC
*Makan sesuai program tour
*Tiket masuk ke objek wisata
*Akomodasi sesuai dengan pilihan (3 malam di Bukittinggi )
*Tour Guide
*Mineral water & parkir
*Masker mulut setiap hari
*Handsanitizer

Harga tidak termasuk :
*Keperluan pribadi seperti : bill telepon, laundry, minibar, dll.
*Tips untuk Pemandu Wisata dan Sopir
*Jus/ Minuman di lokal restaurant
*Tiket Pesawat/Airport Tax/ Porter di Bandara

 

NAGARI KOTO GADANG

NAGARI KOTO GADANG

Nagari Koto Gadang

Nagari Koto Gadang adalah nama sebuah kampung atau desa  di Kec  IV Koto Kab Agam provinsi Sumatera Barat. Nagari ini terkenal sebagai penghasil kerajinan perak dan melahirkan banyak tokoh-tokoh tingkat nasional bahkan internasional. Asal usul Nagari Koto Gadang menurut sejarahnya dimulai pada akhir abad ke-17, dimana ketika itu sekelompok kaum yang berasal dari Pariangan Padang Panjang mendaki dan menuruni bukit dan lembah, menyebrangi anak sungai, untuk mencari tanah yang elok untuk berladang dan dijadikan sawah serta untuk tempat pemukiman.

Setelah lama berjalan, sampailah di sebuah bukit yang bernama Bukit Kepanasan. Disitulah mereka bermufakat akan membuat teratak, menaruko sawah, dan berladang yang kemudian berkembang menjadi dusun. Lama kelamaan, dikarenakan anak kemenakan bertambah banyak, tanah untuk bersawah dan berladang tidak lagi mencukupi untuk dikerjakan maka dibuatlah empat buah koto. Bercerailah kaum-kaum yang ada di bukit tersebut. Dimana 2 penghulu pergi ke Sianok, 12 penghulu dan 4 orang tua pergi ke Guguk, 6 penghulu pergi ke Tabek sarojo, dan 24 penghulu menetap di Bukit Kepanasan. Karena penghulu yang terbanyak tinggal di koto tersebut maka tempat itu dinamakan Koto Gadang. Itulah nagari–nagari awal yang membentuk daerah IV Koto.

Kaum-kaum yang datang bersama ini kemudian membangun pemukiman dan bernagari dengan tidak melepaskan adat kebiasaan mereka. Dengan bergotong royong mereka membangun rumah-rumah gadang, sehingga sebelum tahun 1879 banyaklah rumah gadang yang bagus berikut dengan lumbungnya. Pada tahun 1879 dan 1880 terjadilah kebakaran besar sehingga memusnahkan perumahan-perumahan tersebut.

Penghidupan orang Koto Gadang sebelum Alam Minangkabau berada dibawah pemerintah Hindia Belanda ialah bersawah, berladang, berternak, bertukang kayu, dan bertukang emas. Pekerjaan bertukang emas anak negeri sangat terkenal di seluruh Minangkabau. Karena berkembangnya penduduk, hasil yang diperoleh dari persawahan tidaklah mencukupi lagi. Mulailah orang Kotogadang pergi merantau ke negeri lain seperti Bengkulu, Medan, Jakarta, dan lain-lain.

Setelah pemerintah Hindia Belanda memerintah Alam Minangkabau, Koto Gadang dijadikan ibu nagari dari Kelarasan IV Koto. Di buatlah susunan pemerintahan yang baru dengan Tuanku Lareh sebagai pemimpin yang memerintah di kelarasan IV Koto dan Penghulu Kepala sebagai pemimpin pemerintahan nagari.

 

SOTO GARUDA

SOTO GARUDA

makanan padang

Padang memang bisa dibilang sebagai gudangnya kuliner. Ada nasi padang, sate padang, rendang dan lain sebagainya. Ada satu kuliner lainnya yang wajib dicoba saat berada di Padang, yakni Soto Garuda.

Soto Garuda termasuk ke dalam jajaran kuliner legendaris di Padang. Keberadaannya sendiri sudah ada sejak tahun 1976 lalu. Jika dihitung-hitung sampai sekarang, kuliner satu ini sudah berusia kurang lebih 42 tahun. Kini warungnya dikelola oleh Wilda Rahma yang memang pemilik dari Soto Garuda. Kuliner satu ini merupakan soto khas Padang dengan sajian dan isian yang nyentrik di dalamnya.

Berbeda dari soto betawi ataupun madura, soto padang memiliki kuah yang bening. Meskipun begitu, bukan berarti tak memiliki banyak bumbu di dalamnya. Citarasanya lebih pedas dengan rempah-rempah yang melimpah.

Penasaran dengan rasa nya, Ayo ke Padang dan rasakan langsung sensai nya

Kalamai Gegek

Kalamai Gegek

Jajanan khas Padang

Kalamai gegek adalah makanan khas Minang Kabau yang menjadi primadona orang kala itu, Kalamai gegek ini agak mirip dengan ongol – ongol di luar Minang. tapi rasanya agak berbeda walaupun bentuknya sama hitam dan dikasih kelapa parut di atasnya.

Berbeda dengan kalamai lainnya yang biasanya terbuat dari tepung ketan dan gula merah, kalamai gegek ini malah terbuat dari tepung sagu .

Kenapa dinamakan kalamai gegek ? . karena setiap dipegang ia akan bergoyang – goyang seperti orang menggigil.” Gegek itu sama dengan menggigil.”

Goyangannya itu yang membuat kangen dan selalu ingin mencicipinya.

LOMPONG SAGU

LOMPONG SAGU

Makanan khas daerah Padang

Kue lompong sagu merupakan kue khas Minang yang sudah jarang ditemukan keberadaannya. Kue yang terbuat dari tepung sagu yang diaduk bersama pisang kepok, santen, kelapa, dan gula aren ini memiliki citarasa yang manis. Kue ini dibuat dengan cara dipanggang diatas bara hingga memiliki aroma khas sisa pemanggangan. Dalam keadaan hangat, kue ini terbungkus dalam daun pisang dan siap untuk dinikmati.

Kue berwarna kecoklatan ini sekilas mirip kue khas betawi ketimus, namun aroma kue ini terasa lebih menggoda ketika baru saja melalui proses pemanggangan. Paduan rasa manis dan sedikit gurih dengan tekstur yang kenyal menjadikan kue ini terasa begitu nikmat saat lidah kita merasakannya.

Kue lompong sagu menjadi salah satu kue khas tradisional yang menjadi kekayaan kuliner yang dimiliki Indonesia. Keberadaannya yang sudah mulai sulit ditemukan menjadikan kue ini menjadi buruan para penikmat kuliner ketika berkunjung ke Sumatera Barat.

PANTAI TIRAM

PANTAI TIRAM

Tempat wisata di Pariaman

Pantai Tiram adalah salah satu objek wisata alam yang terletak di wilayah Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat. Jika anda berada di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) maka hanya berjarak sekitar 12 Kilometer untuk menuju kesini. Karena keindahannya, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman menjadikan pantai ini sebagai tempat berbagai event baik kegiatan pemerintah maupun masyarakat. Sebut saja kegiatan-kegiatan pemerintah seperti Gerakan Tanam Sejuta Pohon, Penghijauan, event wisata “Pacu Monyet Memanjat Kelapa” yang dilaksanakan setiap tahun, juga menjadi pilihan bagi pengunjung. Hal ini sangat ditunjang oleh ketersediaan sarana di pantai ini yang mulai dibenahi secara bertahap oleh Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman.

Pantai tiram sendiri memiliki luas sekitar 10,5 hektar dengan garis pantai yang sangat memukau dipandang mata, selain itu pula yang menjadi khas di kawasan wisata ini adalah kuliner tradisionalnya, yaitu masakan khas minang yang terkenal dengan rasa sedikit pedasnya namun sangat enak saat dimakan. Pemandangan alamnya yang sangat indah dengan suasana alami ditambah keasrian udara yang sangat sejuk membuat kawasan wisata ini menjadi tempat yang sangat cocok bagi wisatawan yang ingin menghilangkan kepenatan

SILEK LANYAH

SILEK LANYAH

Wisata di Padang Panjang
Bumi Minangkabau tidak hanya terkenal akan keelokan alam dan kenikmatan kulinernya, namun juga adat budaya yang turun temurun terus dilestarikan. Salah satunya adalah Silek Lanyah, sebuah seni bela diri yang sudah berkembang lama di Sumatra Barat.

Silek Lanyah berasal dari Desa Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Padang Panjang. Pertunjukan seni sekaligus bela diri ini biasanya dilakukan di hamparan tanah basah alias lumpur. Tempatnya sering berpindah-pindah, tergantung petak sawah yang tersedia.

Atraksi Silek tak seolah tak pernah gagal menarik perhatian wisatawan. Pertunjukan penuh aksi ini juga kerap mengundang minat besar dari para penghobi fotografi.

Begitu pertunjukan silek digelar, ratusan wisatawan dan warga desa bisa dipastikan bakal langsung berkerumun di tepi parit. Suasana makin seru karena pagelaran ini juga diiringi kelompok musik tradisional yang biasanya terdiri dari empat orang. Sang pemimpin meniup serunai, sementara tiga lainnya menabuh gendang. Tak lama berselang, tiga pasang pesilat turun ke sawah dan siap memasang kuda-kuda.

Suasana pedesaan di sini terasa cukup kental. Terdapat hamparan sawah luas dan deretan rumah penduduk bergaya tradisional. Udaranya juga terasa sejuk, dengan suasana menenangkan.

PACU JAWI

PACU JAWI

Atraksi Budaya

Pacu jawi dari bahasa Minang atau lebih di kenal dengan balapan sapi adalah acara olahraga tradisional yang dilombakan di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, Indonesia. Dalam acara ini, sepasang sapi berlari di lintasan sawah berlumpur dengan panjang sekitar 60–250 meter, sementara seorang joki berdiri di belakangnya dengan memegang kedua sapi.

Walaupun namanya mengandung arti balapan, sapi-sapi hanya dilepas sepasang tanpa lawan tanding dan tidak ada pemenang secara resmi. Tiap pasang sapi berlari secara bergiliran, sementara penonton menilai sapi-sapi tersebut (terutama berdasarkan kecepatan dan kemampuan berjalan lurus) dan kadang membeli sapi-sapi unggulan dengan harga jauh di atas harga normal.

Penduduk Tanah Datar terutama dari empat kecamatan yaitu Sungai Tarab, Pariangan, Lima Kaum, dan Rambatan telah menyelenggarakan acara ini selama berabad-abad untuk merayakan masa panen padi. Acara ini juga diiringi pesta desa dan budaya yang disebut alek pacu jawi. Sekarang acara ini sudah menjadi atraksi wisata yang didukung pemerintah dan menjadi objek fotografi yang mendapatkan berbagai penghargaan di bidang fotografi.

PACU ITIAK

PACU ITIAK

Wisata Budaya

Minangkabau dalam hal budaya selalu menarik. Tak ada habisnya. Warga Minang di Provinsi Sumatra Barat sangat kukuh mempertahankan tradisi nenek moyang. Mulai dari masakan, kesenian, hukum adat, hingga kebiasaan unik pun terus mereka jaga. Pacu itiak misalkan.

Olahraga tradisional asli Kabupaten Limapuluh Kota ini konon sudah ada sejak 1028. Kisah awalnya terjadi di Kanagarian Aur Kuning, Sicincin, dan Padang Panjang. Kebiasaan petani dalam mengembala itik dengan menghalaunya hingga terbang menjadi ide awal olahraga ini.

Dari sanalah muncul ide untuk mengadakan pacu itik. Mereka mulai melatih para itik untuk dapat terbang tinggi, kemudian diikutsertakan dalam ajang lomba pacu itiak. Uniiknya, lomba ini diselenggarakan guna menghilangkan kejemuan dan kepenatan para petani.

Kebiasaan ini terus terjadi turun temurun, hingga hari ini. Pacu itiak sekarang tidak lagi digelar di sawah, tapi beralih ke gelanggang

DANAU MANINJAU

DANAU MANINJAU

Wisata di Maninjau

Danau Maninjau adalah sebuah danau di kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Danau ini terletak sekitar 140 kilometer sebelah utara Kota Padang, ibu kota Sumatra Barat, 36 kilometer dari Bukittinggi, 27 kilometer dari Lubuk Basung, ibu kota Kabupaten Agam.

Danau Maninjau merupakan sumber air untuk sungai bernama Batang Sri Antokan. Di salah satu bagian danau yang merupakan hulu dari Batang Sri Antokan terdapat PLTA Maninjau. Puncak tertinggi diperbukitan sekitar Danau Maninjau dikenal dengan nama Puncak Lawang. Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau.

Danau Maninjau tercatat sebagai danau terluas kesebelas di Indonesia. Sedangkan di Sumatra Barat, Maninjau merupakan danau terluas kedua setelah Danau Singkarak yang memiliki luas 129,69 km² yang berada di dua kabupaten yaitu Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Solok. Di sekitar Danau Maninjau terdapat fasilitas wisata, seperti Hotel(Maninjau Indah Hotel, Pasir Panjang Permai) serta penginapan dan restoran.