Silek Lanyah adalah salah satu atraksi wisata yang berasal dari Kota Padang Panjang. Silek Lanyah merupakan salah satu bentuk atraksi yang berdasarkan pada budaya dan kesenian tradisional yang ada. Silek Lanyah yang berarti lumpur silat. Sesuai dengan pengertiannya, silek ini dilakukan di sebuah kubangan sawah yang akan dibajak, dan gerakan terlihat menarik ketika dilakukan di dalam kubangan sawah tersebut.
Silek Lanyah dilatarbelakangi oleh aliran silek Tuo Gunuang, langkah-langkah dari kedua silek tersebut berbeda. Langkah dari Silek Tuo Gunuang tidak memiliki aturan sedangkan silek lanyah memiliki aturan agar gerakan yang ditampilkan terlihat indah. Silek Tuo Gunuang memiliki gerakan menyerang dan menangkis sedangkan silek lanyah mengandalkan insting dari lawan mainnya. Menurut masyarakat setempat “basilek lanyah”, dan “cakak basamo” merupakan salah satu bagian yang paling seru karena dimana semua pemain bertarung bebas dan semuanya menjadi lawan. Dan itu semua bertujuan untuk melatih insting dan reflek tubuh.
Adanya silek lanyah juga merupakan hasil dari pengembangan Tari Sakina tau Tari Sewah. Silek lanyah dilakukan oleh tiga generasi, yaitu anak-anak, remaja, dan dewasa. Kegiatan ini dapat dilakukan oleh laki-laki, perempuan, dan juga anak kecil yang berjumlah dua sampai enam orang. Pemain akan menggunakan baju hitam taluak balango, celana hitam galembong, dan pada bagian kepala memakai desta dan pada bagian pinggang dililitkan sasampiang dari kain sarung. Silek lanyah juga diiringi oleh pemain gandang tambua, tasa, dan talempong pacik.
















