Tradisi Batombe
Pantun Berbalas Penuh Makna dari Solok Selatan
Tradisi Batombe adalah Tradisi Seni Berbalas Pantun yang berasal dari Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan. Tradisi Batombe erat kaitannya dengan Rumah Gadang 21 Ruang yang memiliki keunikan Rumah Gadangnya yang Panjang. Tradisi Batombe cenderung menunjukkan pantun yang mendayu-dayu sehingga sering kali membuat penonton hanyut dalam suasana dan perasaan.

Asal Muasal Tradisi Batombe dilatarbelakangi oleh pembangunan Rumah Gadang 21 Ruang di Nagari Abai. Dikisahkan bahwa dahulu sekitaran Nagari Abai masih hutan belantara yang merupakan habitat dari hewan-hewan liar yang membahayakan masyarakat. Rumah mereka pun tidak layak untuk melindungi mereka dari serangan hewan buas. Kemudian diadakanlah musyawarah untuk membangun Rumah Adat Masyarakat Nagari Abai yang kemudian dikenal dengan Rumah Gadang 21 Ruang. Masyarakat Bergotong royong dalam pembangunan Rumah Gadang tersebut. Langkah pertama yang dilakukan yaitu mencari kayu di hutan yang dilakukan oleh kaum laki-laki sedangkan kaum perempuan menyiapkan makanan. Setelah sekian lama bekerja akhirnya penat pun mulai datang menghampiri mereka. Hingga Kemudian diadakanlah kegiatan berbalas balasan pantun yang memberikan semangat bekerja. Kegiatan tersebut juga diiringi oleh musik yang bersemangat sehingga membuat masyarakat terbawa suasana dan menari. Tradisi inilah yang sekarang disebut dengan Tradisi Batombe.

Tradisi Batombe dimainkan oleh laki-laki dan perempuan. Mereka membentuk Formasi berbentuk Lingkaran dengan seorang pendendang berada di tengah. Pemain Batombe memakai pakaian khusus yaitu Baju Guntiang Cino Sulam Ameh. Baju ini sekilas mirip dengan baju silat tetapi pada kerahnya diisi dengan sulaman benang berwarna emas. Celana Pemain Batombe memiliki bentuk komprang. Saat sedang pertunjukan penari laki laki memukul celananya sehingga menghasilkan bunyi “bug bug bug” yang menjadi ciri khas tradisi ini. Tradisi Batombe diiringi dengan alunan musik Rabab, Gandang, dan Talempong. Pertunjukan biasanya dimulai dengan sambutan oleh penghulu/datuak. Pantun yang digunakan untuk pertunjukan biasanya bertema tentang cinta.





