Batu Batikam adalah situs bersejarah yang terkenal dengan batu andesit berukuran besar yang memiliki lubang alami di tengahnya, yang dikenal dengan nama “Batu Batikam”. Nama “Batikam” berasal dari kata dalam bahasa Minangkabau yang berarti “batu yang tertusuk,” yang merujuk pada lubang di batu tersebut. Legenda setempat menyebutkan bahwa lubang tersebut merupakan hasil tusukan keris oleh Datuak Parpatiah Nan Sabatang, seorang pemimpin adat yang berperan penting dalam sejarah Minangkabau. Batu ini, yang terletak di kawasan yang dahulu dikenal sebagai “Medan Nan Bapaneh”, merupakan tempat pertemuan dan musyawarah para kepala suku Minangkabau, menandakan pentingnya adat dan musyawarah dalam budaya mereka.
Di sekitar Batu Batikam, terdapat susunan batu yang membentuk lingkaran seperti sandaran kursi, menambah nilai historis dan filosofis situs ini. Batu Batikam bukan hanya sebuah situs bersejarah, tetapi juga simbol perdamaian dan keharmonisan dalam kehidupan masyarakat Minangkabau. Situs ini dipercaya menjadi bukti keberadaan kerajaan Minangkabau pada masa Neolitikum dan memainkan peran penting dalam membentuk budaya dan tradisi yang ada hingga saat ini. Untuk mengunjungi Batu Batikam, pengunjung dapat menempuh perjalanan sekitar 10 menit dari Kota Batusangkar, atau sekitar 100 km dari Kota Padang, menjadikannya lokasi yang mudah dijangkau.
Sebagai warisan budaya yang penting, Batu Batikam kini berada di bawah pengawasan Kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Sumatera Barat. Situs ini tidak hanya menawarkan wawasan sejarah, tetapi juga memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi siapa saja yang mengunjunginya. Mengunjungi Batu Batikam adalah sebuah kesempatan untuk merasakan kekuatan sejarah dan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan oleh nenek moyang Minangkabau.
Batu Basurek Terletak di Jorong Dusun Tuo, Nagari Limo Kaum, Kecamatan Lima Kaum, Kabupaten Tanah Datar





