Pangek Pisang Solok Selatan

Pangek Pisang Solok Selatan

Pangek Pisang

Kenikmatan Manis Gurih Khas Solok Selatan

Pangek Pisang merupakan kuliner khas dari Solok Selatan. Pangek Pisang dibuat dari bahan Pisang Batu atau Pisang Kepok. Manisnya pisang dan gurihnya santan kemudian bercampur menjadi satu menambah kenikmatan kuliner tradisional ini. Cara membuatnya pun cukup mudah, dengan menyiapkan bahan-bahan seperti Pisang Batu, Santan Kelapa, Kunyit, Vanili, Garam, Gula, dan Pandan wangi. Setelah itu masak semua bahan seperti gulai lainnya, kemudian tunggu sampai mendidih, Pangek Pisang siap untuk disantap.

Pangek Pisang dapat dijumpai pada kegiatan adat atau hari-hari tertentu. Seperti acara batagak penghulu, atau baralek (pesta pernikahan adat). Sekarang tidak perlu menunggu acara lagi, sudah ada masyarakat yang menjual makanan tradisional ini. Dengan harga Rp 10.000 saja, anda sudah dapat menikmati kelezatan Pengek Pisang ini. Pangek Pisang sangat cocok dinikmati dengan ketan. 

Pondok Baselo Baramas

Pondok Baselo Baramas

Pondok Baselo Baramas merupakan salah satu Rumah Makan Padang favorit wisatawan maupun masyarakat lokal di Padang Panjang. Rumah makan ini berdiri sejak tahun 2014. Menu terkenal dari rumah makan ini dendeng asap. Selain itu berbagai kuliner rumah makan Minang juga tersedia disini. Tak Jarang Pondok Baselo Baramas dijadikan tempat menjamu tamu daerah oleh Pemerintah Kota Padang Panjang. 

 

Rumah makan ini menggunakan konsep lesehan dan sudah menyediakan fasilitas cukup lengkap, seperti parkiran yang luas, mushola, toilet dan lain-lain. Harga nya bisa dibilang cukup terjangkau mulai dari Rp 15.000, anda sudah bisa menikmati hidangan yang ada di rumah makan ini. Buka dari jam 08.00 – 20.00 di setiap harinya. 

 

Pondok Baselo Baramas berlokasi di Jalan Syech Sulaiman Arrasuli, Ekor Lubuk, Kec. Padang Panjang Timur, Kota Padang Panjang, Sumatera Barat.

 

Restoran Batu Lambuik

Restoran Batu Lambuik

Rumah Makan Batu Lambuik adalah destinasi kuliner yang patut dikunjungi bagi pecinta masakan Minangkabau. Terletak strategis di tepi Danau Maninjau, tepatnya di Jalan Maninjau – Lubuk Basung, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, restoran ini menawarkan pengalaman bersantap yang memadukan cita rasa autentik dengan panorama alam yang menakjubkan.

Menu andalan di Rumah Makan Batu Lambuik meliputi Dendeng Batokok Lado Hijau dan Goreng Bada. Dendeng Batokok Lado Hijau adalah irisan tipis daging sapi yang dipukul hingga empuk, kemudian digoreng dan disiram dengan sambal hijau khas Minang yang pedas dan segar. Sementara itu, Goreng Bada merupakan olahan ikan bada, spesies endemik Danau Maninjau, yang digoreng hingga renyah, memberikan sensasi gurih dan tekstur yang khas.

Selain kelezatan hidangannya, Rumah Makan Batu Lambuik juga menawarkan suasana yang nyaman dengan pemandangan langsung ke Danau Maninjau. Area parkir yang luas memudahkan pengunjung yang datang dengan kendaraan pribadi. Suasana hangat dan pelayanan ramah dari staf menambah kenyamanan saat bersantap di sini. 

Mengenai harga, Rumah Makan Batu Lambuik menawarkan menu dengan kisaran harga yang terjangkau, sebanding dengan kualitas rasa dan porsi yang disajikan. Bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Maninjau, menikmati hidangan di restoran ini menjadi pengalaman kuliner yang tak terlupakan, menggabungkan kelezatan masakan tradisional Minangkabau dengan keindahan alam Sumatera Barat.

Ikan Rinuak Maninjau

Ikan Rinuak Maninjau

Danau Maninjau di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, bukan hanya terkenal karena panorama alamnya yang memukau, tetapi juga karena keunikan kulinernya, salah satunya adalah ikan rinuak. Ikan kecil berwarna putih kekuningan ini merupakan spesies endemik yang hanya bisa ditemukan di Danau Maninjau. Karena ukurannya yang mungil, ikan rinuak sering disebut sebagai “teri dari danau”, namun memiliki cita rasa yang khas dan tekstur yang renyah jika diolah dengan tepat.

Sejak dahulu kala, masyarakat sekitar Danau Maninjau telah memanfaatkan ikan rinuak sebagai bagian penting dari konsumsi harian mereka. Tidak ada catatan pasti sejak kapan ikan ini diolah, tetapi tradisi memasaknya sudah berlangsung secara turun-temurun, bahkan diyakini telah ada sejak zaman nenek moyang masyarakat Minangkabau. Salah satu olahan paling terkenal adalah palai rinuak, sejenis pepes khas Minang yang dibungkus dengan daun pisang dan dibakar, serta sala rinuak, gorengan ikan rinuak yang gurih dan renyah.

Yang membuat ikan ini istimewa adalah keharusan mengolahnya dalam waktu singkat setelah ditangkap. Rinuak tidak bisa bertahan lama di luar habitat aslinya, menjadikannya hidangan yang eksklusif dan segar jika disantap langsung di sekitar Danau Maninjau. Selain menjadi kuliner favorit masyarakat lokal, ikan rinuak kini juga menjadi buah tangan wajib bagi para wisatawan yang berkunjung ke daerah tersebut.

Dengan keberadaan yang semakin dikenal luas, ikan rinuak kini tak hanya menjadi simbol kekayaan kuliner lokal, tetapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Danau Maninjau. Rasanya yang khas, proses pengolahan tradisional, dan nilai sejarah yang kuat menjadikan ikan ini sebagai warisan kuliner yang patut dilestarikan. Jika Anda ingin merasakan kelezatan cita rasa khas Minangkabau yang sesungguhnya, mencicipi ikan rinuak langsung dari sumbernya adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.

Galamai

Galamai

Makanan khas Minangkabau tidak hanya Rendang masih banyak makanan khas lainnya seperti Galamai, Galamai adalah salah satu camilan tradisional khas Minangkabau yang sering menjadi favorit saat acara adat atau perayaan. Makanan ini mirip dengan dodol dari daerah Jawa, tetapi memiliki cita rasa dan keunikan tersendiri yang membuatnya istimewa. Galamai telah menjadi bagian penting dari tradisi kuliner Minangkabau. Namanya sendiri berasal dari “ gala “ yang berarti manis, mencerminkan rasa khas dari camilan ini.

Galamai dibuat dari tiga bahan yaitu: Tepung Beras Ketan, Gula Aren, dan Santan Kelapa. Proses pembuatannya membutuhkan kesabaran dan tenaga. Campuran bahan dimasak diatas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan berwarna coklat pekat. Proses pengadukan ini memakan waktu berjam-jam, namun hasilnya sangat memuaskan dengan tekstur lembut dan kenyal yang menggoda selera.

Galamai sering disajikan dalam acara adat seperti pernikahan, pengangkatan penghulu, atau perayaan besar lainnya. Selain sebagai hidangan, galamai juga melambangkan semangat kebersamaan karena proses pembuatannya sering melibatkan banyak orang.

Galamai biasanya dipotong kecil-kecil dan dibungkus dalam plastik atau daun pisang. Rasanya manis dengan sedikit aroma gurih dari santan, menjadikannya camilan yang pas untuk menemani teh hangat atau kopi. Sebagai warisan budaya kuliner dan menjadi oleh-oleh favorit wisatawan jika berkunjung ke Payakumbuh. Galamai tidak hanya memanjakan lidah tetapi juga menggambarkan kehangatan dan nilai-nilai Tradisional masyarakat Minangkabau. Jangan lupa untuk mencicipi galamai jika berkunjung ke Payakumbuh, Sumatera Barat.

Batiah Payakumbuh

Batiah Payakumbuh

Batiah adalah salah satu camilan tradisional khas payakumbuh yang terbuat dari beras ketan dan gula merah. Camilan ini memiliki tekstur renyah di luar dengan rasa manis yang khas, menjadikannya salah satu hidangan ringan yang sangat digemari dan menjadi oleh oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke payakumbuh. 

Batiah biasanya dibuat dengan proses yang sederhana namun membutuhkan ketelitian. Beras ketan direndam hingga lembut, kemudian dimasak hingga menjadi adonan kental. Setelah itu, adonan dibentuk menjadi bulatan-bulatan kecil dan digoreng hingga matang. Langkah terakhir adalah mencampur Batiah dengan gula merah cair yang telah dimasak hingga mengental. Gula ini memberikan lapisan manis yang khas pada setiap butir batiah.

Camilan ini sering dihidangkan sebagai teman minum teh atau kopi, terutama saat berkumpul dengan keluarga atau tamu. Selain itu, batiah juga sering dijadikan oleh-oleh khas dari Payakumbuh, Sumatera Barat, karena daya tahannya yang cukup lama jika disimpan dengan baik. 

Kuliner Pisang Panggang

Kuliner Pisang Panggang

PISANG PANGGANG

Jika anda berkunjung ke Bukittinggi, jangan lupa untuk mencicipi kuliner Pisang Panggang Santan.  Kuliner Khas Bukittinggi ini berlokasi di Pasar Atas dan terdapat juga di sepanjang jalan Kampung Cina Bukittinggi.

1 porsi berkisar sekitar Rp 10.000 – Rp 15.000,-

Komposisinya terdiri dari Pisang Raja yang dipanggang diatas bara kemudian kulitnya dikupas, kemudian dimasukkan kedalam piring yang mana nanti disiram dengan Santan yang sudah dimasak. Makin lezat disajikan dengan  Roti Gabin seperti yang ada pada gambar.

Kuliner Panggan Santan ini disukai oleh seluruh kalangan, baik anak-anak, anak muda dan sampai ke orang tua. Semua sangat menikmati pisang panggang santan khas Bukittinggi. Jadi jika anda mengunjungi Bukittinggi jangan lupa untuk mencicipi kuliner khas Bukittinggi ini.  Wisata Bukittinggi

Visit Pisang Panggang

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our typical meal services!

Nasi Sek Pariaman

Nasi Sek Pariaman

 Nasi Sek ( nasi seratus kenyang) adalah makanan yang merupakan nasi putih berukuran kecil seukuran kepala tangan dan dibungkus menggunakan daun pisang. Nasi Sek ini hampir sama dengan nasi kuning dan nasi jamblang.

Nasi sek telah ada sejak tahun 1980-an. Nasi Sek dijual dalam porsi kecil, tapi lengkap dengan lauk pauk dan sayur. Saat itu, Nasi Sek dijual seharga seratus rupiah dan sudah dapat mengenyangkan perut pembelinya. Sejak saat itulah, Nasi Sek ini dinamakan nasi seratus kenyang. Seiring perkembangan zaman, harga Nasi Sek juga berubah dan oleh sebagian orang kepanjangan nasi ini berganti menjadi sepuluh ribu enak kenyang.

Nasi Sek memiliki porsi kecil yang dibungkus dengan daun pisang. Bungkusan Nasi Sek biasanya dibentuk kerucut. Ketika akan dimakan, bungkusan Nasi Sek dibuka dan baru ditambahkan berbagai lauk pauk dan pelengkap. Jenis lauk yang disediakan biasanya makanan laut seperti:ikan bakar dan gulai ikan dan juga ada lauk lainnya seperti: gulai jariang, gulai pucuk ubi, sambal teri, sambalado, dan menu masakan Minang lainnya. Nasi Sek juga disantap dengan pelengkap Sala Lauak, cemilan khas Pariaman yang terbuat dari ikan. Sala Lauak yang disajikan biasanya dalam keadaan hangat.

Nasi Sek dijual dengan harga Rp 2.000 hingga Rp 3.000 per bungkus, di luar lauk pauk dan pelengkap lainnya. Dengan harga Rp 10.000, pembeli sudah dapat menikmati Nasi Sek lengkap dengan lauk pauk dan Sala Lauak. Nasi Sek ini kebanyakan dijual hanya di tepi Pantai Gandoriah, Pariaman, Sumatera Barat dan sekitar daerah Pariaman.

SATE LOKAN

SATE LOKAN

Lokan merupakan hewan laut sejenis kerang, namun ukurannya lebih besar dan dagingnya lebih tebal. Hidangan ini cukup mudah ditemui di daerah pesisir seperti Pasaman, Padang, Pariaman, dan Pesisir Selatan.

Sate memang umumnya dibuat dengan bahan dasar potongan daging ayam, kambing, atau sapi. Namun Sate Lokan sedikit berbeda karena dibuat dari daging kerang. Hal ini membuat bentuknya terlihat unik, dengan potongan yang sedikit lebih besar. Satu tusuk sate ini biasanya terdiri dari tiga hingga empat lokan.

Sebagai salah satu kuliner khas Minang, sate ini menawarkan cita rasa berbeda dibanding makanan sejenis. Bumbunya kaya rempah, mirip seperti rendang. Semuanya dibalurkan merata ke setiap tusukan lokan sebelum dibakar, menghasilkan aroma yang begitu wangi dan menggoda.

Dari segi rasa, bumbu yang digunakan juga mirip rendang. Rasanya bakal menyatu dengan tekstur lokal yang cenderung kenyal. Hidangan ini biasanya disajikan bersama potongan ketupat dan taburan bawang goreng.

Visit Sate Lokan

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our Meal services!

SOTO GARUDA

SOTO GARUDA

Padang memang bisa dibilang sebagai gudangnya kuliner. Ada nasi padang, sate padang, rendang dan lain sebagainya. Ada satu kuliner lainnya yang wajib dicoba saat berada di Padang, yakni Soto Garuda.

Soto Garuda termasuk ke dalam jajaran kuliner legendaris di Padang. Keberadaannya sendiri sudah ada sejak tahun 1976 lalu. Jika dihitung-hitung sampai sekarang, kuliner satu ini sudah berusia kurang lebih 42 tahun. Kini warungnya dikelola oleh Wilda Rahma yang memang pemilik dari Soto Garuda. Kuliner satu ini merupakan soto khas Padang dengan sajian dan isian yang nyentrik di dalamnya.

Berbeda dari soto betawi ataupun madura, soto padang memiliki kuah yang bening. Meskipun begitu, bukan berarti tak memiliki banyak bumbu di dalamnya. Citarasanya lebih pedas dengan rempah-rempah yang melimpah.

Penasaran dengan rasa nya, Ayo ke Padang dan rasakan langsung sensai nya

Visit Soto Garuda

Don't miss this amazing opportunity to enjoy our typical meal services!